
Bukan hanya When Tyan yang mengagumi kehebatan Pedang Maya, begitu juga dengan Liu Cen. Ia melihat kecepatan gerakan yang di pamerkan oleh Song Fa begitu cepat dan akurat. Wajar saja jika Song Fa menjadi murid andalan keluarga Song kala itu.
Dengan bangganya Song Fa memamerkan kekuatan nya di depan guru dan murid. Kekuatan yang dipancarkan begitu membara menyelimuti tekadnya.
Setelah memamerkan seluruh gerakan Pedang Maya, Song Fa menghentikan gerakan lalu beristirahat. Ia berdiri di samping Liu Cen sambil memulihkan tenaga dalamnya.
" Kehebatan tehnik Pedang Maya tergantung dari seberapa besar kemampuan kita untuk mengembangkannya..: kata Song Fa di sela dengusan nafas tuanya.
When Tyan hanya mengangguk - anggukkan kepalanya setelah mendengar ucapan dari Song Fa. Ia mencoba mencerna segala yang di ucapkan oleh Song Fa.
" Kini giliran mu untuk mempraktekkan apa yang sudah kau dapat dari gerakan yang ku praktekkan tadi." Kata Song Fa kepada When Tyan.
" Baik lah tapi butuh bimbingan nya jika ada kesalahan." Kata When Tyan.
When Tyan langsung mempraktekkan jurus Pedang maya dengan tenaga dalam yang di suntikkan ke pedang Iblis. Pedang itu berubah menjadi cahaya yang menyilaukan mata.
Kedua pendekar dari kekaisaran Tang mengawasi setiap gerakan yang diperagakan oleh When Tyan. Terlebih Liu Cen, makin lama ia mengawasi semakin ia melihat perkembangan When Tyan selama kepergiannya untuk berpetualang.
" Dari mana dia mendapatkan pedang iblis ini, setelah ku perhatikan kini dia berada di tingkat Nirwana. Anak ini tak henti - hentinya memberi kejutan padaku." Kata Liu Cen mengagumi muridnya.
Tiba - tiba Liu Cen menyerang When Tyan secara mendadak. Ia ingin mengetahui sejauh mana kemampuan dan pengalaman When Tyan semenjak meninggalkan Lembah Iblis Kembar.
Whussss........!!
Whussss........!!
Energi yang di keluarkan Liu Cen memecah kehampaan bagai badai yang menerjang. Tubuhnya melesat secepat meteor menyerang When Tyan.
__ADS_1
Duar.....duar.....duar.......
Ledakan terjadi ketika energi guru dan murid bertabrakan. When Tyan kini tidak canggung lagi menghadapi gurunya. Ini bukan kali pertama ia bertarung dengan gurunya. When Tyan kini lebih percaya diri dalam menghadapi serangan dari Liu Cen. Begitu juga dengan gurunya, Liu Cen tanpa ragu lagi mengerahkan lima puluh persen dari kekuatan nya.
Walaupun tidak ada aura niat membunuh diantara mereka, tetapi kekuatan yang mereka keluarkan sungguh besar. Suasana sekitar pertempuran menjadi sangat kacau dan sangat mengerikan. Saling menyerang satu sama lain dengan kemampuan yang di miliki. Mereka bertarung dengan penuh semangat yang menggebu - gebu. Dua kilatan cahya saling menyerang, menekan dengan paksa. Hingga akhirnya....
Syiut.......
Duar.......!!!!!
Duar.......!!!!!!
When Tyan terpental kebelakang puluhan meter akibat desakan kekuatan dari Liu Cen. When Tyan Tak mampu memblokir serangan dari gurunya sehingga ia harus rela terpental ke belakang dan jatuh le tanah.
Glebuk.........
Tubuh When Tyan memancarkan cahaya merah keemasan yang sangat menyilaukan mata. Tubuh itu memancarkan energi yang tak terkalahkan. Dengan pedang Iblis yang masih tergenggam.erat, When Tyan ber diri tegak bagai dewa penegak kebenaran.
" Hah.. Kekuatan tubuh Dewa phoenix tak terkalahkan..." Kata Liu Cen dan Song Fa hampir bersamaan.
Mereka terkejut dengan melihat perubahan kekuatan yang di keluarkan oleh When Tyan. Semen tara When Tyan tidak menyadari akan kekuatan yang terpancar dari tubuhnya. Ternyata Jin Huo sengaja menyematkan kekuatan Tubuh Dewa Phoenix Tak terkalahkan kepada When Tyan. Dua tetes air liur yang di masukkan ke mulut When Tyan ternyata sangat berguna bagi When Tyan.
Tetesan pertama berfungsi untuk menawarkan Racun Sebelas Hari yang menyerang tubuh When Tyan. Dan tetesan kedua ternyata mengandung kekuatan yang dahsyat dari Jin Huo. Song Fa dan Liu Cen menatap murid nya dengan penuh keheranan dan rasa tidak percaya dengan kekuatan When Tyan.
Kekuatan Tubuh Dewa Phoenix Tak Terkalahkan Merupakan kekuatan kuno yang telah lenyap ratusan tahun lalu. Selama ini mereka cuma mendengarnya dari cerita gurunya, tetapi kini mereka melihat dengan mata kepalanya sendiri. Jika mereka mendengar cerita dari orang lain, mungkin mereka tidak akan pernah percaya.
Kwak.......!!!!!
__ADS_1
Kwak.......!!!!!
Tiba - tiba suara melengking memekakkan telinga terdengar dari langit. Bongkahan api yang sangat besar meluncur ke arah Song Fa dan Liu Cen dengan cepat. Ternyata dengan mengeluarkan kekuatan tubuh Dewa Phoenix Tak Terkalahkan adalah suatu kekuatan yang dapat di rasakan oleh Jin Huo.
Melihat Jin Huo akan menyerang guru nya When Tyan langsung berteriak mencegah Jin Huo.
" Jin Huo jangan menyerang mereka, kami hanya berlatih." Teriak When Tyan memanggil burung Phoenix yang sedang marah.
Mendengar teriakan When Tyan, Jin Huo pun langsung berbalik dan menghampiri When Tyan. Di dekat When Tyan, Jin huo langsung memeriksa keadaan When Tyan. Melihat sahabatnya tidak terluka Jin Huo pun merasa lega dan menarik aura kekuatannya.
" hah....bagaimana bisa hewan magis ini patuh padanya. Aku benar - benar iri pada anak ini, ah....sungguh tak biasa di tebak." Kata Song Fa sambil melotot melihat adegan di depan matanya.
" Oh itu adalah sahabatnya yang sangat perhatian pada Tyan' er jangan heran. Burung itu juga sering mengunjungiku pada saat When Tyan berkelana." Kata Liu Cen menjelaskan. Ternyata Di saat When Tyan berkelana ternyata Jin Huo selalu mengunjungi Liu Cen.
" Dia adalah sahabat guruku dan juga guruku yang baru.. " kata When Tyan kepada Jin Huo sambil menunjuk ke arah Song Fa. Lalu berjalan ke arah gurunya.
" Tyan ' er, Jin Huo sering datang mengunjungi ku selama kepergian mu. Apakah dia yang telah mengajari tehnik kekuatan Tubuh Dewa Phoenix Tak terkalahkan yang telah kau praktekkan tadi." Tanya Liu Cen kepada When Tyan.
" Aku juga terkejut dengan kekuatan yang keluar dari tubuhku tadi. Dan aku juga baru tahu jika kekuatan itu adalah kekuatan Tubuh Dewa Phoenix tak Terkalahkan. Menurut cerita paman Xiao Sen, Jin Huo memasukkan dua tetes air liurnya ke dalam tubuh ku untuk menawarkan Racun Sebelas Hari." Jelas When Tyan kebingungan dengan pertanyaan gurunya.
" hah...jadi kau pernah terkena racun langka yang sangat mematikan itu. Siapa yang kau hadapi sehingga kau bisa terkena racun terkutuk itu." Raut wajah Song Fa berubah setelah mendengar Racun Sebelas Hari yang di katakan When Tyan.
" Saat aku berada si desa Ganda Mayit, aku bertarung dengan Xin Pey yang merupakan pemimpin pasukan yang berjumlah sepuluh orang. Pasukan itu utusan dari kekaisaran Han untuk mencari dan membunuhku. Dan aku berhasil membunuh semuanya dan mengambil pedang Iblis ini dari tangan Xin Pey. Tetapi pedang Musim Semi yang guru berikan padaku telah rusak saat melawan pedang iblis ini." Kata When Tyan menjelaskan, tetapi nada bicaranya melemah saat menunjukkan pedang musim semi yang telah rusak kepada gurunya.
" oh.. pedang ini cuma pedang biasa tingkat lima, wajar jika rusak menghadapi pedang tingkat sembilan. Yang ku ketahui, Racun Sebelas Hari ini milik sekte Kelabang Merah yang di pimpin oleh Dewi Racun yang bernama Xiang Me. Apa mungkin Xin Pey adalah murid dari Dewi Racun tersebut." Kata Liu Cen
" apa kau juga yang merampok upeti kekaisaran bulan lalu." Tanya Song Fa kepada When Tyan penasaran.
__ADS_1
" Benar aku yang melakukan nya, tetapi sebagian dari upeti itu aku bagikan kepada rakyat miskin di beberapa desa yang ku lewati. Dan sebagian lagi akan aku gunakan untuk membentuk aliansi bersama Paman Xiao Sen ketua Sekte Cempaka Wungu dan yang lainnya. Kami akan menyerang istana kekaisaran Han untuk menghentikan pemerintahan yang semena - mena kepada rakyat. Tujuan utamaku adalah membebaskan kedua orang tua juga adikku yang di tahan oleh mereka." Kata When Tyan dengan nada sedih.