
When Tyan melangkah masuk ke penginapan Kabut dan langsung di sambut oleh pemilik penginapan. Xiao An pemilik peninapan itu tersenyum ramah kepada When Tyan.
" Tuan pendekar, sungguh suatu kehormatan bagi kami atas kunjungan pendekar muda sehebat tuan. Aku Xiao An pemilik penginapan Kabut ini sungguh sangat berterima kasih kepada tuan." Sapa Xiao An menyambut dan memberi hormat kepada When Tyan.
" Tuan Xiao terlalu menyanjung, maaf aku sudah lancang dengan membuat onar di penginapan tuan. Ambil lah ini sebagai ganti atas kerugian tuan hari ini." Sambil memberikan berkantong koin emas kepada Xiao An.
" Tuan, kerugian yang ku alami tidak seberapa dan sebenarnya aku tidak mempermasalahkan nya. Ambillah kembali uang ini, aku tidak pantas untuk menerima uang sebanyak ini dari tuan. Ku harap tuan tidak tersinggung atas sikap ku." Kata Xiao An sambil mengembalikan kantong yang berisi koin emas itu kepada When Tyan.
" Kerugian penginapan ini aku yang menyebabkan dan aku merasa bertanggung jawab atas semua ini. Ambillah uang itu jangan menolak nya. Dan sekarang aku akan beristirahat dulu karena aku sudah lelah." Kata When Tyan dan langsung melangkah menuju kamar untuk beristirahat dan tak lagi memperdulikan Xiao An.
" Anak ini sungguh merasa bertanggung jawab, seandainya anak dari keluarga yang terhormat sungguh ia calon pemimpin yang adil. Sayang, latar belakang nya masih misteri. Dengan uang sebanyak ini, jangankan untuk ganti rugi, untuk membangun sebuah penginapan yang lebih mewah pun masih tersisa banyak." Kata Xiao An sambil menggelengkan kepalanya tak mengerti dengan sifat When Tyan.
Di dalam kamar When Tyan mengambil beberapa tanaman herbal dan juga permata siluman. Ia langsung menyerap energi permata siluman itu untuk meningkat kan kekuatan tenaga dalam nya.
Krek....
Krek.....
Bunyi otot dan urat nadi When Tyan yang sedang mengembang akibat energi siluman yang di serap nya. Energi itu terus mendesak menuju inti bela dirinya. Tak berapa lama energi itu pun telah menyatu dan menjadi tenaga yang begitu besar.
Kini kekuatan When Tyan meningkat beberapa kali lipat dan ia telah berhasil menerobos ke tingkat pendekar raja tahap akhir. Mengetahui kekuatan nya telah meningkat, mata When Tyan pun berbinar dan tersenyum.
Tok...tok...tok...
Suara pintu di ketuk dari luar kamar When Tyan yang sedang beristirahat. Iapun langsung membuka matanya lalu berjalan menuju pintu dan membukanya.
" Maaf pendekar muda, kepala desa mengundang anda untuk datang ke kediamannya." Kata seorang pelayan dari luar.
" Ada apa tuan kepala desa mengundang ku.!" Kata when Tyan kepada pelayan.
__ADS_1
" Maaf tuan aku juga tidak tahu." Sahut pelayan Singkat.
" Baik lah ayo hantar kan aku ke sana sekarang." Kata when Tyan lalu berjalan keluar.
" Mari Tuan." Pelayan langsung mengiringi langkah When Tyan.
Mereka berjalan menuju kediaman kepala desa yang tidak jauh dari penginapan. Selama di jalan banyak orang yang menyanjung kehebatan When Tyan. Mereka sangat gembira melihat kedatangan pendekar muda yang sangat hebat itu. When Tyan dianggap sebagai pahlawan muda bagi rakyat desa Kabut Hantu.
" Selamat datang di kediaman kami yang reot ini pendekar muda. Kami sengaja sudah memasak banyak makanan yang enak untuk menjamu tuan sebagai tanda terima kasih kami.," kata Xiao An dengan wajah sumringah menyambut kedatangan When Tyan.
" Tuan kepala desa tak bosan - bosan nya menyanjung ku dengan berlebihan begitu. Panggil saja aku dengan nama When Tyan. Aku juga rakyat biasa seperti mereka." Sambil menunjuk rakyat yang berkumpul di luar dengan tersenyum.
" Oh...nama yang bagus, nama yang begitu cocok untuk tuan sandang. Silahkan duduk tuan When." Kata Xiao An sambil merasa curiga dengan mendengar nama When Tyan.
" Apakah dia tuan muda pertama dari kaisaran Han yang di pimpin oleh kaisar When Cen. Mungkin kah beliau masih hidup dan menjadi pendekar sehebat ini." Kata Xiao An lagi dalm hati.
" Ada apa tuan kepala desa, raut wajah mu menjadi berubah. Apakah ada perkataan ku yang telah menyinggung perasaanmu."
" Ti...tidak tuan When aku tidak apa - apa,mungkin aku hanya merasa terlalu terbawa perasaan gembira yang amat sangat. Mari silahkan kita mulai saja acara makan bersama untuk merayakan kemenangan tuan When beberapa hari lalu. Silahkan tuan jangan sungkan - sungkan lagi." Kata Xiao An menjamu When Tyan dan berusaha menutupi kegugupan nya yang telah tertangkap basah ole When Tyan.
Beberapa hidangan lezat di suguhkan kepada When Tyan. Jamuan istimewa yang di berikan kepadanya membuat When Tyan merasa risih karena belum terbiasa. When Tyan makan di meja dan duduk di kursi, sementara rakyat kabut hantu makan dengan duduk di lantai. When tyan langsung membawa makanan dan duduk di lantai untuk bergabung dan makan bersama rakyat kabut hantu.
" Tuan, silahkan makan di meja saja biar kami saja yang makan di sini.." kata seorang paruh baya kepada When Tyan.
" Aku ingin makan bersama kalian, apa kalian keberatan.?" Kata When Tyan singkat.
" Tidak tuan kami tidak keberatan, tetapi kami tidak pantas mendapat perlakuan seperti ini." Kata yang lain.
" kalau kalian tidak keberatan, mari kita makan bersama di sini jangan sungkan lagi. Aku bukan siapa - siapa aku juga rakyat biasa, aku tak ingin kalian terlalu berlebihan kepadaku." Kata When Tyan lagi.
__ADS_1
Rakyat desa Kabut Hantu akhirnya menyerah karena tak ingin menyinggung perasaan When Tyan. Begitu juga dengan Xiao An ia langsung bergabung dengan yang lainnya.
Mereka menyantap hidangan lezat itu dengan lahap nya. Canda tawa selalu tercipta si sela perbincangan mereka Hingga acara selesai.
*
Tewasnya Liu Gong menjadi berita hangat di kalangan masyarakat maupun pedagang yang keluar masuk desa Kabut Hantu. Hingga berita sampai ke telinga Lan Dong yang pernah di ledek oleh Liu Gong.
" Tengkorak merah sudah ku peringati, tetapi ia terlalu sombong. Kalau aku tidak menyerah waktu itu mungkin aku juga sudah menjerit di neraka seperti Liu Gong." Kata Lan Dong mengenang saat ia bertarung dengan When Tyan hingga hartanya terkuras habis. Dengan menyerah, Lan Dong merasa keputusan yang di ambil nya sangat tepat saat itu.
**
Setelah beberapa hari Desa Kabur hantu merasakan kedamaian dengan kedatangan When Tyan. Hari ini kekawatiran muncul kembali, karena when Tyan akan pergi melanjutkan perjalanan nya.
Mendengar bahwa When Tyan akan meninggalkan desa Kabut Hantu kepala desa langsung menemui When Tyan ke penginapan.
" Pendekar muda When, bisakah pendekar untuk tinggal beberapa hari lagi di desa kami. Kami sudah merasa nyaman dengan adanya pendekar di antara kami." Kata Xiao An memohon pada When Tyan .
" Maaf tuan kepala desa, aku harus melanjutkan perjalanan ku hari ini. Karena masih banyak urusan yang belum aku selesaikan.." kata When Tyan dengan mantap.
" Oh begitu, kalau begitu kami juga tidak berani untuk menahannya. Tetapi mohon tunggu sebentar aku akan kembali." Xiao An langsung meninggalkan When Tyan. Dengan setengah berlari Xiao An kembali lagi menemui When Tyan dan membawa bungkusan kecil di tangan nya.
" Tuan pendekar, terimalah ini sebagai tanda terima kasih kami kepadamu. Walaupun tidak bernilai, tetapi ini pemberian seorang pedagang dari luar kota. Ia sangat berterima kasih pada tuan karena perjalanan nya kini aman menuju desa ini dan desa sekitar.." kata Xiao An berkata sambil menyerahkan bingkisan dari pedagang itu.
When Tyan menerima bingkisan itu dan tidak ingin menyinggung perasaan kepala desa dan yang lain nya.
" Terima kasih tuan, dengan senang hati aku akan menyimpan nya. Aku pamit dulu! " Jawab when Tyan dan segera memasukkan nya ke dalam cincin spacial nya lalu melangkahkan kakinya.
" Akan aku antar tuan sampai ke perbatasan desa. Mari tuan..." Xiao An mempersilahkan dengan melambaikan tangannya. Kepala desa dan masyarakat Kabut Hantu berduyun - duyun mengiringi untuk menghantar When Tyan sampai ke gerbang perbatasan desa.
__ADS_1