Pembalasan Mantan Istri

Pembalasan Mantan Istri
Chapter 02


__ADS_3

"Mas, kok baru pulang jam segini?" Tanya Vana.


"Banyak pekerjaan di kantor. Mas harus lembur!" Jawab Arya sambil melonggarkan dasinya.


"Oh, mau mandi dulu atau makan malam dulu?" Tanya Vana menawarkan.


"Kau memasak sendiri?" Tanya Arya.


Vana tersenyum lalu menjawab pertanyaan suaminya. "Ya, aku memasak sendiri."


"Sebenarnya mas sangat ingin makan masakan mu. Tapi, mas sudah makan tadi." Tolak Arya secara halus.


"Ya sudah, kalau begitu mandi lalu istirahat."


"Kau marah?" Tanya Arya.


"Tidak mas, aku tidak marah." Jawab Vana.


Mereka kemudian pergi ke kamar, Vana yang hendak menyiapkan pakaian untuk suaminya langsung di tahan oleh Arya.


"Kenapa mas?" Tanya Vana heran.


"Mas bisa melakukannya sendiri," jawab Arya.


"Loh, aku istri mu mas. Sudah tugas menyiapkan pakaian mu."


"Karena mas gak mau kamu kecapekan."


Arya mengusap lembut wajah Vana.


"Tapi mas!" Protes Vana.


"Udah, kamu nurut aja sama mas!"


Arya bergegas pergi ke kamar mandi, sedangkan Vana hanya duduk santai di sofa yang berada di sudut ruang kamar.


Tak berapa lama Arya keluar, pria ini langsung memakai pakaiannya.


"Sayang,....!!" Panggil Arya.


"Iya mas, ada apa?" Tanya Vana.


"Masih ada pekerjaan yang harus mas selesaikan. Gak apa-apakan kalau kamu tinggal di rumah sendirian?"


"Kamu kerja juga untuk menafkahi aku mas. Kenapa aku harus melarang mu bekerja? Tapi,.....!" Vana tidak meneruskan ucapannya.


"Tapi apa?" Tanya Arya penasaran.

__ADS_1


"Apa kamu gak capek?"


Arya tersenyum lalu berkata. "Demi keluarga kecil kita, mas gak akan pernah merasakan capek. Percaya sama mas."


"Tapi pulangnya jangan malam-malam ya mas. Kamu juga harus beristirahat." Ujar Vana mengingatkan.


"Iya sayang. Mas pergi dulu ya,....!!"


Arya pun pergi, sebenarnya pria ini bukan pergi mengurus pekerjaan melainkan menemui seorang wanita yang bernama Sarah.


Sarah adalah sahabat Vana, entah sejak kapan Arya dan Sarah memiliki hubungan di belakang Vana terlebih lagi Vana dan Arya sudah menjalin hubungan satu tahun lamanya.


"Aku bosan dengan hubungan kita ini mas," ucap Sarah dengan wajah cemberut.


"Mau bagaimana lagi, mas terpaksa menikah dengan Vana demi mamah."


"Awas kalau kamu nyentuh Vana, mas. Aku gak rela. Kamu sudah janji mau menikahi aku bulan depan!"


"Iya sayang, iya. Bulan depan kita akan menikah, kamu tenang aja!"


"Vana sekarang sudah bangkrut, apa lagi sih yang kamu harapan dari perempuan miskin itu? Aku juga sekarang gak sudi bersahabat dengan dia lagi."


"Loh, bukannya kamu sahabat baik Vana?"


"Mas tahu sendiri aku hanya memanfaatkan Vana. Jika bukan karena uang milik Vana, mana mungkin aku bisa melanjutkan pendidikan ku!"


"Kau harus segera mengakhiri pernikahan mu dengan Vana, mas. Aku ingin melihat kehidupan Vana jatuh sejatuh-jatuhnya."


"Iya sayang. Kamu tenang aja!"


Seperti biasa, jika sudah bertemu dengan Sarah, mereka akan melakukan hubungan suami istri. Hanya dengan Sarah lah Arya merasa puas melampiaskan hawa nafsunya. Sarah memang lebih cantik dari Vana, hanya saja kehidupan Vana jauh lebih beruntung dari pada Sarah.


Mereka berkhianat di belakang Vana, Arya begitu tega menyakiti istrinya sendiri.


Hari ke hari hingga tak terasa sudah dua minggu Arya dan Vana menikah, rumah tangga Arya dan Vana masih berjalan sama seperti awal pernikahan.


Arya sampai dengan hari ini belum pernah menyentuh Vana apa lagi mau memakan masakan istrinya. Vana sendiri tidak mau ambil pusing, apa lagi wanita ini masih berduka atas kepergian sang ayah meskipun sudah beberapa minggu.


"Pagi begini mau kemana mas?" Tanya Vana heran karena sekarang adalah hari minggu.


"Em, itu sayang. Ada salah satu teman mas ngajakin main golf. Jadi, mas iya in aja!"


"Kapan sih mas punya waktu untuk aku?" Tanya Vana dengan wajah di tekuk.


"Sayang,.....!!" Arya duduk di samping istrinya. "Dari senin sampai sabtu mas sibuk bekerja. Cuma hari minggu waktu luang untuk mas bisa pergi bersama-sama teman-teman."


"Tapi aku istri mu mas, aku juga butuh kamu. Perasaan setiap hari aku sendiri terus. Mau kerja, kamu melarang ku!"

__ADS_1


"Jangan ngambek dong, mas janji sore ini akan mengajak kamu pergi jalan-jalan." Ucap Arya yang mencoba merayu Vana.


"Serius?" Tanya Vana tak percaya.


"Iya, mas serius. Di izinkan pergi gak nih?"


"Iya deh, dari pada kamu jadi bahan omongan teman-teman mu!"


"Makasih ya sayang, kamu udah ngertiin mas." Kata Arya lalu mencium kening Vana.


Pria ini pun dengan senang hati pergi, bukan pergi bermain golf melainkan pergi ke apartemen milik Sarah.


"Lama banget sih mas," protes Sarah.


"Cari alasan dulu sama Vana. Nanti dia curiga bahaya kita!"


"Baguslah kalau dia tahu!" Seru Sarah.


"Jangan seperti itu, ada misi mas yang belum selesai."


"Misi apa sih, heran sama kamu. Main rahasia-rahasiaan segala!"


"Udahlah, jangan di bahas. Yang penting mas udah di sini. Mas udah nurutin apa yang kamu mau, seharusnya kamu paham dong apa yang mas mau?" Arya mengedipkan matanya sebelah.


Di depan Arya, Sarah yang tak merasa canggung langsung melepas semua pakaiannya. Wanita bergelayut manja sambil mencium mesra bibir Arya.


"Main yang panas ya sayang," bisik Arya.


Setiap kali ada kesempatan bertemu, Arya dah Sarah sudah pasti akan saling menuntaskan hasrat birahi mereka. Arya selalu merasa puas atas permainan Sarah.


Sementara itu, Vana yang sedang sibuk dengan ponselnya merasa jijik saat mendapatkan rekaman video Arya dan Sarah yang sedang bercinta pagi ini.


"Benar-benar menjijikan!" Ucap Vana. "Sampai kapan kau akan membohongi aku, mas?"


Sekarang Vana hanya bisa diam saja, wanita ini yang semula sangat mencintai Arya bahkan kini cintanya telah sirna di saat ia tahu jika Arya dan Sarah telah mengkhianatinya di saat hubungan Vana dan Arya berjalan sepuluh bulan.


"Bersenang-senanglah di atas luka hati ku mas," ucap Vana dengan sorot mata tajam. Dengan hati yang sakit Vana melihat jika Arya sangat menikmati permainannya di pagi indah ini. Dengan jelas Vana melihat Arya mengerang merasakan kenikmatan. Istri mana yang tidak sakit hati di saat suaminya bercinta dengan sahabatnya sendiri.


Klik,......


Vana menghubungi seseorang, saat telpon miliknya di angkat, Vana berkata. "Terimakasih telah memberitahu ku."


Setetes air mata Vana jatuh membasahi pipi, buru-buru wanita ini mengusapnya.


"Air mata ku terlalu mahal untuk menangisi pria seperti mu mas," ucap Vana dengan suara bergetar.


Semula Vana tidak pernah menyangka jika hubungan suami dan sahabatnya bisa sejauh ini.

__ADS_1


"Aku yang membuat mu naik, Sarah. Aku juga yang akan membuat mu turun!" Ucap Vana penuh dendam.


__ADS_2