Pembalasan Mantan Istri

Pembalasan Mantan Istri
Bab 39 - Bagian Rencana Rara


__ADS_3

Di dalam mobil, David mengumpat kesal pada istrinya. Namun justru Rara tersenyum geli melihat bibir David komat-kamit mengoceh ceramah panjang lebar kali tinggi.


Walaupun tengah didera rasa nyeri karena alerginya kambuh. Ia tetap tersenyum menatap perhatian sang suaminya itu padanya. Bahkan tangan cantiknya tanpa sadar mengelus pipi suaminya yang bibirnya masih menggerutu.


Awal mulanya David tak menyetujui ide Rara yang memang sengaja menyuruh seseorang untuk memasukkan udang ke dalam nasi goreng yang akan ia makan di jamuan makan siang PT. GINCU. Sebab David sangat tahu kalau Rara punya alergi seafood terutama udang.


"Aku tetap akan melakukan itu Mas. Aku sudah terbiasa disakiti mereka. Jika hanya sakit seperti ini tak masalah buatku," ucap Rara semalam.


"Tapi, Ra. Aku tetap enggak setuju. Aku gak mau alergimu kambuh yang berujung masuk rumah sakit," cicit David sendu.


Bahkan tanpa sadar Rara refleks memeluk David yang berujung kepala David bertengger lembut pada ceruk leher Rara. Membalas pelukan sang istri dengan erat seolah takut kehilangan. Menghirup aroma yang melenakan tersebut baginya. Begitu menenangkan.


"Mas tenaga saja. Aku enggak bakal kenapa-napa kok. Kan aku sudah minta obat penawar alergiku sebagai pertolongan pertama saat kambuh," ucap Rara meyakinkan David.


Yang akhirnya David pun menyerah dan terpaksa menyetujui ide gila sang istri yang begitu ia cintai itu.


Alhasil di dalam mobil, Rara tertawa cekikikan sembari menahan sedikit nyeri yang tersisa di tubuhnya. Dia sudah tak merasa gatal-gatal atau sesak nafas ketika di dalam mobil. Sebab dirinya sudah minum obat penawarnya ketika David membawanya masuk ke dalam mobil.


Leon juga awalnya tak setuju dengan ide gila sang Nyonya muda. Namun istri bosnya ini sudah bertekad bulat untuk membalas semua rasa sakit hatinya pada orang-orang di masa lalunya yang telah membuat hidupnya terpuruk dan menyedihkan.


"Mereka berani melempar bom dalam hidupku satu kali. Maka jangan salahkan aku jika aku membalas sepuluh kali lemparan bom pada hidup mereka hingga untuk berdiri di atas kakinya sendiri pun tak akan mampu," ucap Rara.

__ADS_1


Ya, semua ini memang bagian dari big project pembalasan Rara. Dahulu dirinya sering difitnah dan dijadikan ba-bu alias kacung. Maka kini ia ingin Anita merasakan bagaimana rasanya difitnah dan menjadi pembantu.


☘️☘️


Setibanya di rumah sakit, dokter sudah langsung menangani Rara dengan baik. Semua sudah diatur oleh Leon sedemikian rupa, seapik dan serapi mungkin.


Pram dan Anita pun bergegas menyusul David setelah mengetahui rumah sakit yang mereka tuju dari Leon. Di mobil pun kedua suami istri itu masih bertengkar tidak jelas.


Pram menyalahkan Anita. Namun Anita pun bersikeras tak tahu menahu dan tak mau disalahkan karena insiden makan siang tersebut. Ia merasa sangat yakin tidak melakukan kesalahan apapun pada makanan Clara.


"Jika bertemu mereka, minta maaflah dengan benar. Walaupun kamu tak merasa bersalah sesuai keyakinanmu itu. Jika perlu berlututlah. Kalau kamu ingin hidup aman. Bukan mendekam di dalam penjara. Kamu sangat tahu betul Tuan David. Dia punya uang dan kuasa. Mudah saja baginya menjebloskan kamu dalam penjara walaupun kamu merasa tidak bersalah," tutur Pram seraya mengemudikan mobilnya menuju rumah sakit.


Akhirnya ia menyerah tak ingin berdebat berlarut-larut dengan Pram. Lagipula apa yang dikatakan suaminya ini ada benarnya. Ia sangat tahu David begitu mencintai Clara. Dan lelaki itu punya uang dan kuasa besar membuat seseorang masuk penjara semudah membalikkan telapak tangan.


Ia menurunkan egonya dan akan meminta maaf pada Clara serta David. Hal ini juga demi karir dan perusahaan tempat dirinya serta sang suami bekerja mencari uang. Ia tak mau kehilangan pekerjaan atau menjadi miskin lagi.


Cukup dahulu ia bercerai dari mantan suami pertamanya dan tak mendapat harta gono gini sepeserpun akibat ulahnya sendiri yang berselingkuh dengan Ayah mertuanya. Ia mencintai Pram dan tak mau kehilangan lelaki ini. Lelaki yang sudah ia rebut dari mantan sahabatnya yakni Rara. Dengan menghalalkan segala cara.


Setibanya Pram dan Anita di rumah sakit, mereka langsung menuju Paviliun Anggrek VVIP kamar nomor 1. Satu-satunya kamar terbaik di rumah sakit ternama yang ada di bilangan Jakarta Pusat.


Ceklek...

__ADS_1


Derit pintu terbuka menampilkan Rara yang terbaring di ranjang pasien dengan selang infus di tangan. Matanya terpejam seolah tengah tertidur pulas. Ruam-ruam di wajah dan lehernya juga sudah sedikit memudar. Namun beberapa masih tampak terlihat di bagian tangannya.


"Maafkan atas kelalaian kami, Tuan David." Pram langsung meminta maaf pada David.


"Kecilkan suara kalian. Istriku baru saja tertidur akibat obat dari dokter. Aku enggak mau dia terbangun. Biarkan dia istirahat. Kita bicara di sebelah," ucap David tegas dengan tatapan tajam pada Pram dan Anita.


David pun membuka pintu penghubung khusus di sebelah kamar inap Rara. Namun David sengaja tak menutup rapat pintu penghubung tersebut. Sebab ia ingin Rara mendengar jeritan permohonan maaf dari Pram dan Anita.


Ya, Rara tidak sedang tidur. Ia hanya berpura-pura memejamkan matanya saja. Karena setelah ini adalah tugas David untuk membuat mereka mati kutu dan tak punya pilihan lain. Penjara atau melakukan hal yang diperintahkan oleh David dan Rara.


🍁🍁🍁


Tentukan pilihanmu duhai Anita dan Pram ^^.


Pilihan A : Menginap gratis di Hotel Prodeo.


Pilihan B : Lakukan perintah tanpa bantahan dan tanpa negosiasi apalagi diskonan.


☺️☺️


Coba tebak pilihan B, mereka disuruh apa ya Sobat ?

__ADS_1


__ADS_2