
Seusai meeting tersebut, Rara sudah bertukar nomor kontak dengan Pram. Lantas mereka berempat makan siang bersama di ruangan khusus yang telah disediakan PT. GINCU. Pak Johan tidak ikut acara makan siang tersebut karena ada perkara lain yang harus ia selesaikan dengan Sisy.
Setibanya Pak Johan di apartemen pribadinya, tak lama pintu apartemennya ia buka secara kasar karena ada yang menekan bel. Ia telah tahu bahwa adik kandung Pram yang datang menemuinya siang ini.
Sisy pun langsung masuk dan mengekori Pak Johan dengan terus menunduk. Pintu apartemen pun telah tertutup. Pak Johan duduk di sofa ruang tamu dengan posisi satu kaki ia angkat layaknya bos besar yang memandang Sisy dengan tatapan tajam.
"Siapa lelaki yang ada di video semalam sama kamu, hah!" pekik Pak Johan to the point.
"Mantan kekasih saya. Maafin saya, Om. Saya sudah mengacaukan acara semalam. Tapi jujur itu diluar kehendak saya. Saya sudah putus dengannya sejak setahun lalu. Jauh sebelum kita bertemu dan berpacaran. Dia masih gak bisa move on jadinya minta balikan tapi aku tolak mentah-mentah," cicit Sisy terpaksa berbohong.
"Mantan," ucap Pak Johan mendengus sebal.
"Please, Om. Maafin aku. Beneran aku janji ke depan hal ini enggak akan terulang lagi. Aku bersedia melakukan apapun buat Om, asal aku tetap bisa jadi model PT. GINCU sekaligus pacar Om," cicit Sisy dengan nada memohon. Bahkan Sisy saat ini tengah berlutut di depan kaki Pak Johan.
Lalu Pak Johan pun maju ke hadapan wajah Sisy dengan menampilkan senyum smirknya. Ia mendekatkan wajahnya ke telinga Sisy guna membisikkan sesuatu.
"Puaskan aku," bisik Pak Johan seraya menggigit telinga Sisy bak pria hidung belang.
Akhirnya kamar apartemen pribadi Pak Johan pun riuh ramai dengan suara laknat keduanya yang menggema. Ulah mereka berdua siang ini membuat kamar yang awalnya rapi menjadi porak poranda bak kapal pecah. Sebagai ganti rugi atas ulah Sisy yang menyebabkan acara launching produk gagal total.
Pak Johan akan tetap mempekerjakan Sisy sebagai model di PT. GINCU sesuai permintaan Sisy yang masih ingin berkarir sebagai model. Akan tetapi Sisy akan menjadi kekasih gelap Pak Johan yang harus siap menjadi penghangat ranjangnya saat dibutuhkan lelaki itu kapanpun ia mau tanpa membayar sepeserpun selama tenggat waktu satu tahun ke depan.
Sebelumnya setiap Sisy selesai bercinta dengan CEO PT. GINCU tersebut, maka Sisy akan meminta imbalan dengan merayu Pak Johan. Baik membeli tas, sepatu branded maupun uang dengan nilai yang lumayan fantastis bagi seorang mahasiswi seperti dirinya.
__ADS_1
Alhasil kini ia menjadi budak Pak Johan. Harus siap buka kaki tanpa dibayar. Jika di luar sana para bunga malam membuka kakinya untuk para pria hidung belang, mereka akan mendapatkan imbalan berupa materi atau uang. Namun Sisy tidak begitu. Membuka kaki secara cuma-cuma. Sungguh tragis.
Tapi mau tak mau ia menerima hal itu. Karena memang konsekuensi kesalahannya.
"Sial ! Benar-benar Rio brengsek. Gara-gara dia, aku jadi jadi budak pemuas lelaki tua yang cuma omong doang. Katanya masih kuat. Baru satu ronde sepuluh menit sudah keluar. Dasar loyo!" batin Sisy mengumpat Pak Johan yang tengah tertidur pulas di sampingnya setelah keduanya melakukan pesta percintaan terlarang.
☘️☘️
Sementara di ruangan khusus di PT. GINCU yang digunakan makan siang bersama setelah usai membahas mengenai pembangunan pabrik baru di Bekasi atas hasil kerjasama kedua perusahaan, mendadak ketegangan terjadi. Rara tiba-tiba mengalami gatal-gatal di kulitnya. Tak lama setelahnya, mendadak sesak nafas.
"Aduh, Darl. Kok aku gatal-gatal ya," keluh Rara seraya tangannya menggaruk-garuk tangan, leher dan wajahnya hingga tampak kemerahan.
"Honey, kamu kenapa?"
"Apa alergimu kambuh?" tanya David mencemaskan istrinya yang mendadak gatal-gatal.
"Nyonya Clara kenapa?" tanya Pram yang mendadak ikut cemas melihat Rara seperti mengalami tanda-tanda alergi dan sesak nafas.
Anita pun yang berada di sebelah Pram langsung ikut berdiri menghentikan makannya. Dirinya pun mendadak linglung dan bingung melihat istri David Barnett tersebut tiba-tiba diserang alergi yang berujung sesak nafas.
Ada ketakutan dalam hatinya melihat situasi dan kondisi pelik ini. Khawatir kerjasama akan batal atau kerugian yang lebih parah dari itu semua. Kecemasan menyergapnya hingga membuat wajahnya pucat pasi.
David tak menggubris pertanyaan Pram. Ia hanya terfokus dengan istrinya saja saat ini yang tengah sesak nafas dan gatal-gatal.
__ADS_1
"Tahan dulu, honey. Ayo kita ke rumah sakit. Leon siapkan mobil dan telepon pihak rumah sakit agar bersiap!" teriak David yang sudah cemas tingkat dewa dengan rahang mengeras.
Tak banyak basa-basi David langsung menggendong Rara ala bridal style dan berlari menuju lobby gedung untuk tancap gas ke rumah sakit. Leon pun dan para bodyguard telah siap.
Bahkan Leon langsung meminta patwal terdekat mengamankan jalan hingga mereka tidak terkena macet ke rumah sakit guna membawa sang Nyonya mudanya.
Pram dan Anita pun hanya bisa berdiri terpaku di lobby gedung PT. GINCU dengan perasaan kalut, cemas dan khawatir yang berada di level akut. Terlebih mengingat ancaman yang keluar dari mulut seorang David Barnett sebelum masuk ke dalam mobil membawa sang istri ke rumah sakit.
"Kalau sampai terjadi sesuatu sama istriku, kalian harus bertanggung jawab penuh. Bahkan aku tak segan-segan memasukkan orang yang tega menyakitinya ke dalam penjara walaupun hanya seujung kukunya saja yang tergores. Aku yakin ada yang mencoba meracuni istriku hingga alerginya kambuh. Akan kubuat pelakunya tak bisa bernafas seribu kali lipat dari yang istriku rasakan hari ini. Camkan itu!" pekik David dengan nada mengancam.
Deg...
Seketika keduanya menatap kepergian mobil David dan Rara yang meninggalkan PT. GINCU dengan perasaan nanar, cemas dan bingung. Terutama Pram. Kemarin adiknya membuat ulah, sekarang ada kejadian tak terduga seperti ini di luar kendalinya.
Menatap Clara yang mengalami tanda-tanda kambuh alergi makanan, ia jadi teringat dengan mantan istrinya, Rara. Keduanya memiliki alergi yang sama terhadap seafood.
Alhasil Rara selama ini tak pernah makan seafood terutama udang. Pernah tanpa sengaja dahulu saat bersama Pram, keduanya makan di acara pesta pernikahan seorang teman yang ternyata dalam nasi goreng tersebut ada campuran udang dalam bentuk halus sehingga tak terlihat mata secara jelas.
Akhirnya Rara terpaksa ia larikan ke rumah sakit karena alerginya kambuh dan harus opname hingga satu minggu. Dan kini kejadian yang hampir sama terjadi pada seorang wanita yang mendadak namanya diam-diam merecoki hati dan pikirannya beberapa hari ini. Ya, Clara Barnett. Dia terpesona dengan istri David Barnett tersebut.
"Nit, kamu kan yang tanggung jawab mengenai makan siang hari ini?" tanya Pram.
"Ya. Terus maksud kamu apa, Mas? Kamu nuduh aku celakain Nyonya Clara begitu? Gila apa kamu, Mas!" pekik Anita tak terima.
__ADS_1
"Aku enggak menuduhmu secara langsung. Tapi kamu kan tahu bahwa pertemuan hari ini sangat penting untuk keberlangsungan hidup perusahaan ke depan. Pihak mereka sudah menyampaikan sebelumnya tentang alergi makanan atau hal apa yang tidak disukai Tuan David dan Nyonya Clara. Kamu tentu tahu itu. Lantas makan siang hari ini kacau seperti ini seakan ada yang berusaha menyelakai Nyonya Clara. Kalau bukan kamu lantas siapa yang harus bertanggung jawab? Yang tahu hal itu hanya kita berdua dan Pak Johan. Kamu sudah ditugaskan Pak Johan mengatur makan siang. Lalu apa aku harus menyalahkan Pak Johan yang tidak bersama kita saat ini!" ucap Pram yang sudah naik beberapa oktaf dan menyudutkan istri sirinya itu tanpa sadar.
🍁🍁🍁