Pembalasan Mantan Istri

Pembalasan Mantan Istri
Bab 41 - Welcome to The Jungle


__ADS_3

"Akibat insiden hari ini, Nyonya Clara otomatis tidak akan bisa melakukan kegiatan sosialnya yang biasa Beliau lakukan sehari-hari selain urusan bisnis. Oleh karena itu semua klausul perjanjian tadi berhubungan dengan kegiatan Nyonya Clara yang juga ikut terdampak. Kami masih berbaik hati tidak menuntut yang terlalu berlebihan. Padahal kerugian material dan immaterial yang kami rasakan jelas jauh lebih besar daripada itu. Bahkan kerjasama antara PT. GINCU dan PT. MENOR akan kami batalkan jika memang tidak menguntungkan pihak kami karena memiliki karyawan yang lalai dan tidak bertanggung jawab seperti kalian. Silahkan segera beri keputusan. Supaya kami segera melakukan tindak lanjut," ucap Pak Santoso dengan tegas hingga membuat Pram dan Anita semakin terpojok.


Anita diam seribu bahasa. Ia tak mau dipenjara. Namun membayar kerugian sebesar itu, juga tak mau. Sungguh dilema. Bagai makan buah simalakama.


Akhirnya Pram yang bersuara dan memberi keputusan.


"Kami akan bertanggung jawab penuh dan bersedia memilih jalur damai sesuai kesepakatan yang tertuang," jawab Pram dengan lugas.


"Gotcha," batin David seraya tersenyum penuh makna.


Di kamar sebelah pun, Rara bisa mendengar apa yang diucapkan oleh Pram.


"Welcome to the jungle, wahai para mantan." Rara pun membatin dengan senyum menyeringai penuh bahagia. Sebab kedua manusia laknat itu memilih jalur perdamaian yang sudah ia persiapkan sedemikian rupa.


Rara sangat tahu karakter mantan sahabatnya itu yang tidak suka anak kecil maupun orang tua. Apalagi menjadi seorang pelayan sosial dengan nama lain dirinya mendapat label pelayan alias pembantu.


Dari seorang janda pengangguran yang diceraikan mantan suami pertamanya, ia angkat menjadi staf keuangan di kantor tempatnya bekerja. Bahkan uang kontrakan pertamanya selama setahun Rara yang bayarkan karena Anita tak punya cukup uang.


Dan tentunya baru hari pertama bekerja di PT. GINCU belum mendapatkan gaji. Harus menunggu satu bulan bekerja baru gajian.

__ADS_1


Dari staf keuangan ia merebut Pram dari dirinya lalu naik menjadi sekretaris CEO, posisi jabatan terakhir Rara di PT. GINCU. Menjadi ratu satu-satunya seorang Pramana Handoko setelah menghempas sahabatnya sendiri yang telah banyak membantunya.


Dunia itu ibarat roda berputar. Kini dari seorang ratu menjadi ba-bu. Beruntung Rara masih berbaik hati tidak menjadikan mantan sahabatnya itu sebagai pembantu di kediamannya. Akan tetapi menjadi pelayan di tempat lain yang pastinya tidak disukai oleh mantan sahabatnya itu.


Akhirnya Pram dan Anita pun membubuhkan tanda tangan di atas kertas perjanjian damai tersebut.


"Kata dokter, sebentar lagi obat bius istriku sudah habis. Jika istriku sadar, aku ingin kamu berlutut meminta maaf pada dia. Karena kecerobohanmu, istriku harus dirawat rumah sakit dan tak bisa melayaniku di rumah dengan baik. Kalian tentu paham apa yang aku maksud. Kalian sudah dewasa dan tahu untuk urusan di atas ranjang, bukan. So, berlututlah dan minta maaflah dengan benar pada istriku saat siuman nanti."


David pun menatap keduanya dengan sorot mata tajam membunuh yang membuat Pram dan Anita dilanda kegugupan. Mau tak mau Anita pun dengan berat hati melakukan permintaan David tersebut.


Terlebih Pram memberi kode padanya agar tak banyak membantah. Cukup lakukan dengan baik agar masalah cepat selesai. Dan ancaman tinggal di hotel prodeo tak menghantui keduanya lagi.


David pun bergegas berdiri tanpa pamit. Langsung menuju kamar Rara yang ada di sebelah melalui pintu penghubung.


"Honey, kamu sudah sadar. Apa ada yang sakit, hem?" tanya David penuh perhatian.


Walaupun ini hanya bagian dari akting mereka, namun sejujurnya perhatian David pada Rara bukanlah fatamorgana tetapi nyata seperti itu.


"Darl, sakit semua. Huft..." keluh Rara.

__ADS_1


"Mana, honey? Biar aku pijit atau elus. Mau?" tanya David kembali.


"Eh, tapi lagi banyak orang. Nanti saja Darl kamu elus bagian itu. Sekalian nina boboin aku ya," pinta Rara terdengar manja dan menggoda.


"As you wish honey," balas David yang juga mesra dan penuh perhatian pada istrinya yang terbaring di ranjang rumah sakit.


"Ehem..." dehem David memberi kode pada Pram dan Anita.


Keduanya pun mengerti dengan kode yang David berikan pada mereka. Pram pun maju mendekati ranjang Rara.


"Nyonya Clara saya minta maaf atas nama pribadi dan juga perusahaan. Atas kelalaian kami sehingga Anda harus terbaring saat ini di rumah sakit. Kami berjanji hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi," ucap Pram dengan tulus meminta maaf.


Lalu Pram pun memberi kode pada Anita yang ada di sebelahnya. Anita lantas maju lebih dekat dan langsung berlutut.


"Maafkan saya Nyonya Clara. Saya mohon jangan laporkan ke polisi. Saya sudah bersedia menandatangani jalur damai antara kita. Dan saya akan melakukan semua klausul dalam perjanjian tersebut dengan baik. Saya berjanji hal seperti ini tidak akan terulang kembali. Maaf," cicit Anita terdengar sendu sebab dirinya ketakutan dengan ancaman hotel prodeo dan hidupnya akan menjadi terpuruk pastinya ke depan jika sampai ia dipenjara.


"Apa alasan saya harus menerima permintaan maaf dari Anda, Nyonya Anita?" tanya Rara sengaja seraya menatap tajam Anita.


Deg...

__ADS_1


🍁🍁🍁


__ADS_2