Pembalasan Mantan Istri

Pembalasan Mantan Istri
Bab 37 - Istri Tak Diakui


__ADS_3

Keesokan harinya, Dave dan Rara pun bersiap melakukan kunjungan ke PT. GINCU. Leon dan para bodyguard mereka setia mendampingi bersama kedua bosnya itu yang selalu mesra di muka umum namun begitu di rumah, sering kikuk alias canggung.


Kalau kata Leon, satunya kurang greget mendekati sang istri. Dan yang satunya masih merasa insecure, belum percaya sepenuhnya dengan yang namanya cinta.


Rara masih belum tahu seberapa besar rasa cinta seorang David Barnett padanya. Mungkin jika dibelah da-danya hanya ada nama Rara di dalam jantung David.


Ketika Rara masih bersiap di kamarnya, David berbincang sejenak dengan Leon.


"Anak ingusan itu apa sudah beres?" tanya David.


"Beres, Tuan. Dia bersedia bekerja sama. Karena dia juga tak mau video syurrrnya bersama Sisy tersebar. Khawatir merusak bisnis orang tuanya dan juga nama baik keluarganya," tutur Leon.


"Good. Suruh dia menekan wanita murahan itu untuk mengembalikan uang tiga puluh juta tersebut. Dan jika berhasil, berikan sedikit imbalan untuk mantan kekasih wanita murahan itu. Semalam aku sudah membahas rencana ini dengan istriku. Dia sangat setuju. Jadi laksanakan dengan serapi mungkin," ucap David.


"Siap, Tuan."


Berselang satu jam kemudian, akhirnya rombongan David dan Rara telah tiba di PT. GINCU. Keduanya disambut langsung oleh Pak Johan, Pram dan juga Anita.

__ADS_1


Mereka pun menuju sebuah ruangan khusus guna meeting. Pram dan Anita memaparkan beberapa keunggulan PT. GINCU. Pak Johan sangat berharap David dan istrinya ini mau bekerjasama dengan perusahaannya guna memenangkan tender bulan depan yakni mega proyek senilai 100 Triliun rupiah.


Sebab PT. GINCU sebelumnya sudah menarik beberapa investor dari perusahaan lain untuk bekerja sama. Namun mereka menolaknya. Ada yang tidak setuju mengenai soal pembagian keuntungan maupun karena alasan lainnya.


Jauh sebelumnya, gerak-gerik PT. GINCU sudah dipantau oleh David, Rara, dan Leon. Alhasil Rara merencanakan untuk membuat perusahaan lain tidak bekerja sama dengan PT. GINCU agar membuka peluang PT. GINCU sendiri yang akan merendahkan diri untuk bekerja sama dengan PT. MENOR. Sehingga David dan dirinya bisa masuk dan terkoneksi dengan Pram serta Anita.


Ide brilian Rara disambut baik oleh David dan langsung dieksekusi oleh Leon atas perintah David. Dan terbukti, kini penawaran kerjasama yang disampaikan PT. GINCU pada PT. MENOR banyak yang diubah daripada surat kerjasama dengan perusahaan lain sebelumnya.


Rara pun membaca penuh ketelitian dan ia sudah memiliki ide serta manuver serangan pada pihak lawan.


"Untuk pabrik terbaru yang akan dibangun di Bekasi, rencananya siapa yang akan bertanggung jawab di lapangan jika ada kunjungan ke sana nantinya atau diskusi lebih lanjut?" tanya Rara.


"Oh, baiklah kalau begitu. Jadi, aku boleh menghubungimu kapan saja atau bertemu dengan Anda Tuan Pram semisal ada hal penting menyangkut urusan pabrik seandainya kita jadi bekerjasama?" tanya Rara sedikit menggoda.


"Dengan senang hati, Nyonya. Tak masalah," jawab Pram.


"Oke. Oleh karena itu aku bertanya terlebih dahulu pada Anda Tuan Pram, sebelum kita memulainya. Khawatir nanti istri Anda cemburu dan terjadi kesalahpahaman yang berujung perceraian. Tentu aku tak mau disebut sebagai pihak ketiga yang merusak kedamaian rumah tangga orang lain," ucap Rara seraya tertawa kecil.

__ADS_1


"Ah, Anda tidak perlu sungkan Nyonya Clara. Saya sudah berpisah lama dengan istri saya. Dirinya sekarang ada di mana pun saya juga tak tahu dan tak mau tahu. Buat saya dia sudah jadi masa lalu. Jadi tak akan ada yang salah paham. Justru saya tak enak dengan Tuan David nantinya jika kita terlalu dekat," ucap Pram seraya sungkan menatap David.


"Oh, Anda tidak perlu khawatir Tuan Pram. Suamiku ini sejak dahulu memang sibuk bepergian urusan bisnis. Sehingga saya diberi perusahaan lain agar juga sibuk dan memahami bisnis. Tetapi kita saling berkomunikasi dengan baik. Yang terpenting urusan bawah perutnya terpenuhi dengan sempurna hingga memintaku berulang kali pun selalu aku layani dengan baik. Itu sudah jadi komitmen kami berdua. Bukan begitu, Darl?" ucap Rara mesra seraya spontan mengecup bibir David di depan mereka.


Deg...


Jantung David mendadak tidak aman sebab ia tak menyangka Rara akan mengecup bibirnya di depan Pram dan Anita. Namun seketika ia langsung bisa mengatasi kondisi gawat darurat jantungnya yang mendadak gugup.


"Honey, malu di depan mereka. Nanti saja jika di rumah, kita lanjutkan main ular tangganya. Hem..." cicit David mesra seraya membalas mengecup pipi Rara.


"Haha... maafkan kami jika terlalu terbuka. Tapi aku rasa semua yang ada di sini sudah menikah atau pernah menikah. Tentu tak masalah kan dan sudah cukup dewasa. Bukan begitu Tuan Pram dan Nyonya Anita?" cicit Rara yang dijawab keduanya dengan senyum tipis dan anggukan.


Tanpa sadar akibat obrolan yang justru keluar dari topik bisnis, kedua insan di depan David dan Rara menjadi merah padam. Pram yang begitu terpesona dengan keramahan Clara serta kasih sayang Clara pada David, alhasil membuatnya iri.


Dirinya kembali teringat dengan mantan istrinya yang dahulu selalu perhatian padanya. Terlebih untuk urusan di bawah perut, Rara tak pernah menolaknya walaupun ketika lelah sekalipun. Sebagai istri, Rara selalu siap melayaninya tanpa banyak membantah.


Sedangkan Anita mendengus sebal. Dikarenakan Pram tidak mengakui pernikahan mereka. Walaupun hanya pernikahan di bawah tangan alias siri. Akan tetapi memang bukan salah Pram. Sebab pernikahan siri mereka hanya keluarga Pram yang tahu.

__ADS_1


"Sial !! Mas Pram tidak mengakuiku. Awas kalau sampai minta jatah di rumah!" batin Anita kesal.


🍁🍁🍁


__ADS_2