
"Apa-apaan ini!"
"Jadi selama ini Anita membohongiku! Dasar wanita murahan. Brengsek !!" maki Pram hingga tangannya hampir saja merobek kertas rumah sakit yang menyatakan tentang pengangkatan rahim Anita beberapa tahun silam. Hal itu terbukti dari tanggal, bulan dan tahun yang tertera di surat tersebut, yang ternyata Anita sudah dalam kondisi mandul saat dirinya belum resmi bercerai dari Rara.
Bergegas Pram mengganti baju guna kembali ke hotel di Bekasi, karena ia cukup yakin jika istri sirinya itu masih ada di sana. Setelah berganti baju, saat akan keluar pintu kamarnya mendadak ada nomor tidak dikenal mengirim pesan padanya.
Akibat didera rasa penasaran, akhirnya ia pun membuka terlebih dahulu pesan tersebut yang ternyata sebuah gambar. Lantas ia unduh dan seketika matanya terbelalak sempurna.
Sebuah foto Anita, istri sirinya tengah tidur bersama seorang lelaki yang wajah lelaki itu dalam kondisi blur. Hanya wajah Anita yang tampak jelas dengan pose tidur yang cukup menantang.
Darah Pram mendidih seketika langsung naik ke ubun-ubun. Bergegas ia pun keluar dari unit apartemennya walaupun waktu masih petang karena dini hari.
Saat dirinya keluar lift dan langkahnya berjalan menuju lobby, tiba-tiba ada seseorang yang memanggilnya dari belakang.
__ADS_1
"Tuan Pram," panggil seseorang.
Seketika Pram pun menoleh dan dirinya cukup terkejut bertemu seseorang dari masa lalu yakni Dokter Kinan, dokter yang melakukan terapi hormon pada mantan istrinya, Rara.
"Dokter Kinan," sapa Pram terkejut.
"Akhirnya kita bertemu juga di sini. Saya tadi barusan ada perlu di unit kerabat di lantai sembilan. Saya ada satu informasi penting untuk Anda, Tuan Pram. Boleh kita berbicara sejenak? Informasi ini soal Anita, istrimu yang sekarang." Dokter Kinan lantas mengajak Pram duduk di sebuah cafe yang tak jauh dari lobby apartemen yang memang buka 24 jam. Keduanya pun sudah duduk di cafe tersebut.
"Apa? Dokter jangan mengada-ada!" bentak Pram tanpa sadar setelah Dokter Kinan menyodorkan bukti dan menceritakan bahwa ternyata Anita adalah dalang dibalik Rara terapi hormon yang berujung membuat tubuh Rara menjadi gemuk dan tak terawat.
"Itulah faktanya, Tuan Pram. Anita memang ingin menguasai hartamu dan merebutmu dari Rara yang sekarang telah menjadi mantan istri Anda. Tujuannya sudah tercapai. Maaf, dahulu saya terpaksa melakukan perintah Anita pada Rara. Karena saya terdesak kebutuhan ekonomi. Saat itu, ibu saya sedang sakit dan membutuhkan uang yang cukup banyak untuk biaya operasi. Pada akhirnya ibu saya dinyatakan sembuh oleh pihak dokter. Tetapi Tuhan mencabut nyawa ibu saya secara tiba-tiba kemarin dan akhirnya beliau meninggal dunia. Hidup serta karir sayang cukup kacau akhir-akhir ini. Sehingga saya merasa tersadar akan dosa yang pernah saya lakukan terhadap Rara, mantan istri Anda. Saya memutuskan mengakhiri ini semua. Saya meminta maaf pada Anda dan apa yang saya katakan serta bukti-bukti itu benar adanya bukan sebuah kebohongan. Saya hanya ingin hidup tenang dan baik-baik ke depan serta tidak dihantui rasa bersalah terus-menerus. Semoga Anda dan Nyonya Rara mau memaafkan saya dan tidak menuntut saya ke pihak berwajib. Karena saya masih menanggung hidup adik-adik saya yang masih kecil. Orang tua kami telah tiada. Sekali lagi maafkan saya ,Tuan Pram. Saya mohon pamit," ucap Dokter Kinan seraya berpamitan.
Jantung Pram semakin tak karuan mendapati fakta mengerikan tentang kebusukan istri sirinya, Anita. Dan dengan bodohnya ia masuk ke dalam jebakan serta rayuan wanita murahan seperti Anita hingga dengan tega meninggalkan istri yang baik seperti Rara.
__ADS_1
Ibarat seperti kata pepatah, dirinya telah membuang sebuah berlian yang berharga hanya demi batu kerikil yang tak bernilai sama sekali. Menyesal. Itulah yang ia rasakan saat ini.
"Rara... maafkan aku. Aku menyesal tak mempercayaimu," batin Pram sendu seiring matanya berkaca-kaca kala mengingat perlakuan buruknya pada mantan istrinya itu.
Seketika Pram pun bangkit dari duduknya dan bergegas ke hotel guna membuat perhitungan dengan Anita. Dia sudah bertekad akan menceraikan Anita. Namun sebelum itu ia ingin membuktikan dengan mata kepalanya sendiri mengenai foto yang ia dapatkan barusan.
Kemarahannya sudah berada di ubun-ubun saat ini. Rasanya ia ingin mencekik leher Anita dan menghempaskan ke dalam jurang. Sebab sejak kedatangan Anita, hidupnya semakin hancur dan kacau. Kehilangan cintanya dan juga Rara serta calon bayi dalam kandungan Rara saat itu. Hingga cobaan bertubi datang dalam hidupnya serta keluarganya.
"Brengsek!! Mati kau, Anita. Dasar wanita setan !!" maki Pram memba_bi buta seraya mengeratkan tangannya pada kemudi mobil yang tengah ia kendarai menuju hotel.
Tak lama setelah ia tiba di hotel, ia langsung pergi menuju kamar nomor 888 sesuai informasi dari orang yang mengirimkan pesan berisi foto Anita tadi padanya.
"BRAKK !!
__ADS_1
Pram mendobrak pintu kamar 888. Sekali dobrak langsung pintu terbuka secara kasar. Dan seketika...
🍁🍁🍁