Pembalasan Mantan Istri

Pembalasan Mantan Istri
Bab 54 - Karma Tak Semanis Kurma


__ADS_3

Sisy pun akhirnya melarikan ibunya ke rumah sakit terdekat. Dan dokter memvonis Mama Dian terkena stroke yang cukup berat sehingga berakibat separuh tubuhnya tidak berfungsi dengan baik. Terlebih pada bagian wajah, di mana bibirnya menjadi lebih maju dan miring.


Alhasil Mama Dian kesulitan berbicara maupun melakukan pergerakan pada tubuhnya. Ia hanya bisa tiduran di atas ranjang rumah sakit. Pram begitu terkejut mendengar kabar dari Sisy saat sang adik menjenguknya di penjara.


Seluruh harta keluarganya ludes, tak bersisa. Dirinya didepak dari kampusnya. Karir modelnya seketika hancur lebur tercoreng akibat ulahnya sendiri.


Sang kakak masuk bui. Mamanya terkena stroke. Kakak iparnya yakni Anita entah di mana keberadaannya. Alhasil karena tak bisa membayar biaya rumah sakit, akhirnya Mama Dian hanya dirawat tiga hari saja di sana.


Saat ini Sisy dan ibunya tinggal di gubuk reyot dekat TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Sisy tak punya pilihan lain. Sebab di kediaman rumah orang tuanya dahulu, namanya sudah tercoreng.


Selain karena berita dirinya pendarahan hebat akibat ab0rsi telah menyebar luas, ia juga malu dan tak punya muka pada tetangga komplek rumah orang tuanya. Karena video syuurnya dengan beberapa orang pria tersebar di dunia maya.


Bukan videonya bersama Rio, mantan kekasihnya terdahulu, tetapi video terbaru bersama beberapa orang lelaki sebelum akhirnya dia mengab0rsi kandungannya. Sehingga ia memilih menjauh dan berada di lingkungan orang-orang baru yang tak mengenalinya.


Uangnya sudah menipis di dompetnya. Untuk melakukan terapi pada sang mama, ia tak mampu. Sebab berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik tapi tak ada satupun tempat yang sudi menerimanya. Membuat dirinya terpaksa menjadi pemulung sampah guna sesuap nasi. Oleh karena itu ia tinggal di gubuk dekat gunungan sampah.


Siang hari kala Sisy usai memungut sampah, ia keluar dari TPA dan berjalan menuju warung sederhana tak jauh dari sana guna membeli makan untuk sang mama.


Tiba-tiba ia melihat ada kerumunan warga di semak-semak tak jauh dari gunungan sampah. Ia yang didera penasaran pun akhirnya mendekat.


"Ada apa itu, Bu?" tanya Sisy pada ibu-ibu yang juga berprofesi sebagai pemulung sampah seperti dirinya seraya menunjuk kerumunan warga.


"Itu neng. Ada mayat wanita dekat semak-semak. Katanya, wanita itu suka berkeliaran dekat sini sudah ada beberapa bulan terakhir ini. Tapi wanita itu kayak orang gila. Separuh wajahnya mengerikan seperti pernah kena luka bakar tapi sudah lama kering. Terus meninggalnya diduga habis diper kosa sama pr3man-pr3man liar di sini. Tadi lima pr3man sudah ditangkap sama petugas karena mengaku dan terbukti memper kosa wanita itu hingga kehabisan nafas dan tenaga, yang berujung meninggal. Kasihan sekali wanita malang itu. Ngeri neng," tutur ibu tersebut hingga bergidik ngeri.

__ADS_1


Sontak Sisy yang penasaran akhirnya berjalan lebih mendekat dan melihat langsung wajah korban. Dan seketika dirinya syok tatkala mengenali wajah wanita tersebut.


"Kak Anita !!" teriak Sisy tanpa sadar saking kagetnya.


Membuat beberapa orang di sana menoleh padanya. Akhirnya jenazah Anita dibawa pihak rumah sakit untuk dilakukan ot0psi. Kabar ini pun langsung disampaikan pada ibunya dan juga sang kakak yang berada di balik jeruji besi.


Apa yang ditabur maka itulah yang dituai. Menanam kebaikan maka akan memetik kebaikan pula. Dan begitu sebaliknya jika menanam keburukan maka akan menuai hasil yang sama yakni keburukan pula.


Di balik jeruji besi, Pram sungguh menyesal. Dirinya sudah mencoba meminta tolong pada sang adik untuk mencari Rara di Bandung. Namun hasilnya nihil. Rara tak diketemukan di sana.


"Ra, kamu di mana? Maafkan aku," batin Pram menyesal sedalam-dalamnya.


☘️☘️


Enam bulan kemudian.


Rara akhirnya membuka jati diri aslinya yakni sebagai Rara bukan Clara. Mereka semua terkejut bukan main dan tak menyangka. Terutama Wiwin, teman Rara, ketika istri David Barnett ini masih menjabat sebagai sekretaris CEO PT. GINCU.


"Wah, Rara. Selamat ya. Aku enggak nyangka kamu kembali cantik lagi seperti ini. Malahan dapat pria tajir melintir kayak Bos David," sapa Wiwin seraya memeluk Rara.


"Iya, Win. Alhamdulillah," ucap Rara seraya tersenyum dan membalas pelukan Wiwin.


"Akhirnya orang-orang yang nyakitin kamu semua di masa lalu kena karma. Hem, memang karma tak semanis kurma. Mereka pantas dapetin itu semua, Ra. Aku turut bahagia lihat kamu bisa bangkit dan semakin cantik lagi. Pasti si bos bule makin kesengsem sama kamu. Hehe..." cicit Wiwin seraya tersenyum bahagia.

__ADS_1


"Kalau itu jangan ditanya. Dia posesif banget. Kalau klien cowok, aku dilarang ketemu," bisik Rara seraya cekikikan.


"Haha... kamu pasti juga cemburu kan kalau si bos ketemu klien cewek apalagi yang genit," ledek Wiwin seraya tertawa kecil.


"Boro-boro cemburu. Lah yang nemuin klien cewek bukan suamiku," jawab Rara.


"Terus siapa dong?" tanya Wiwin heran.


"Leon," jawab Rara singkat.


"Haha...asisten yang hingga sekarang meraih rekor sebagai jomblo abadi. Bhuaaha..." ucap Wiwin seraya tertawa terpingkal-pingkal.


"Haha... ya begitulah. Aku ke suamiku dulu ya, Win. Nanti kita ngobrol lagi," cicit Rara seraya berpamitan melangkah menuju David yang terlihat tengah asyik mengobrol di telepon dengan seseorang, entah dengan siapa dirinya tak tahu.


Posisi David saat ini tengah menghadap jendela kaca di aula utama PT. GINCU yang sedang diadakan acara makan siang bersama para karyawan.


"Bye, sayang. Jangan lupa makan," ucap David seraya tersenyum.


Tiba-tiba kedua lengan cantik memeluknya dari belakang tubuhnya membuat dirinya cukup terkejut. Beruntung ia telah selesai menutup panggilannya.


Grep...


"Sayang siapa, Mas?" tanya Rara tiba-tiba membuat tubuhnya mematung seketika.

__ADS_1


Deg...


🍁🍁🍁


__ADS_2