Pembalasan Mantan Istri

Pembalasan Mantan Istri
Bab 49 - Perayaan Cinta


__ADS_3

"Oh... Raraku," de sah panjang David mengakhiri penyatuan cinta keduanya untuk pertama kalinya. Sesi panas yang berlangsung selama kurang lebih empat jam, membuat Rara sempat kuwalahan.


Ia tak menyangka stamina sang suami begitu maha dahsyat dan kuat. Sangat perkasa.


Terlebih malam ini penyatuan keduanya di luar rencana karena David sedang di bawah pengaruh obat lak-nat.


Nafas Rara ngos-ngosan setelah menghadapi pertandingan head to head melawan pistol made in blasteran milik suami bulenya itu yang memiliki daya turbo dan ukuran yang sangat jauh berbeda dengan made in lokal yang pernah ia rasakan sebelumnya dengan mantan suaminya. Hingga memenuhi cawan dahaga cintanya penuh sesak. Sungguh luar biasa.


"Makasih istriku," bisik David mesra seraya mengecup kening Rara dan membawanya dalam pelukan hangat selepas perayaan cinta yang baru saja gegap gempita keduanya arungi bersama hingga membuat kamar hotel menjadi luluh lantak bak kapal pecah.


"Mas, besok aku bisa jalan enggak nih?" tanya Rara lirih seraya deru nafasnya masih belum teratur.


"Kalau enggak bisa ya tinggal aku gendong. Gitu saja kok repot," jawab David seraya terkekeh.


"Maasshh... tapi nanti pasti orang-orang akan gosipin jalanku kayak soang! Huft..." keluh Rara.


"Eitss... siapa yang berani-beraninya gosipin Nyonya Barnett? Sudah bosan hidup rupanya!"


Rara pun tersenyum mendengar David begitu mencintai dan memujanya serta melindunginya.


"Apa Mas puas?" tanya Rara lirih di tengah keraguan kegagalan rumah tangganya yang lalu karena indikasi Pram, mantan suaminya, tidak puas atas performanya di atas ranjang hingga berselingkuh dengan Anita, sahabatnya sendiri.


Namun keraguan itu lenyap sudah. Kala ia mendengar jawaban dari suaminya yang sekarang dan sorot cinta tulus yang terpancar dari mata David untuknya bukanlah suatu kebohongan. Hanya ada cinta dan kejujuran yang ia temukan di dalam mata David.

__ADS_1


"Wow... satu kata. Amazing. Boleh nambah enggak?"


"Boleh. Tapi istirahat bentar ya Mas. Kakiku masih gemetaran nih gara-gara pistolmu yang turbo itu. Kayak pecah ketuban saja langsung diberondong habis sampai aku kejang-kejang, kaki gemetaran begini. Tolong si turbo tertibkan. Kalau enggak tertib, nanti aku tilang satu sebulan!" ancam Rara sengaja menggoda.


"Yah, jangan ditilang dong yank. Masak baru launching perdana peluncuran roket turbonya harus masuk hanggar lagi," cicit David lesu dan mengerucutkan bibirnya ala anak kecil merajuk.


"Jangan maju gitu bibirnya. Nanti disosor induk soang lho. Haha..." ucap Rara seraya tertawa.


"Enggak apa-apa tiap hari disosor induk soang. Asal induk soangnya, kamu."


"Dasar bule gombal !!" ucap Rara seraya terkekeh.


Sekian detik terjadi keheningan lalu David membetulkan rambut sang istri dengan menyelipkannya di belakang telinga Rara.


"Love you Raraku..." ucap David tulus penuh dengan cinta terpancar dari sorot matanya untuk Rara seorang.


Rara langsung mencium bibirnya dan berbisik mesra di telinga David. Hingga posisi sang istri tanpa disadarinya sudah berada di atas tubuhnya.


"Mas cukup diam, sekarang aku jadi jokinya. Selamat menikmati jamuan all you can eat, suamiku."


Dan sesi kedua dengan tema jamuan all you can eat ala mereka berdua pun berlanjut hingga menjelang fajar. Karena sebelumnya mereka telah menghabiskan sesi pertama dengan tema prasmanan (buffet).


☘️☘️

__ADS_1


Kenikmatan perayaan cinta yang David dan Rara rasakan sungguh berbanding terbalik dengan yang dialami Pram dan juga Anita.


Saat Leon turun ke bawah melakukan misi penting dari Rara yakni menyuruh salah satu pegawai restoran guna menghubungi Anita di kamar 888 dengan tujuan agar Anita segera keluar dari kamar Tuannya. Walaupun sebenarnya tidak terjadi masalah apapun di restoran. Hal itu dilakukan hanya untuk mengacaukan rencana jahat yang diduga oleh Rara, dalangnya Anita.


Mantan sahabatnya itu diduga tengah mencoba bermain-main dengan suaminya yang sekarang, David. Ia sudah hafal pola-pola yang biasa dilakukan oleh wanita seperti Anita, pihak ketiga yang merusak rumah tangga orang lain.


Rara yang sekarang bukanlah Rara yang dahulu yang mudah ditipu dan ditindas. Rara yang sekarang tak akan jatuh ke lubang yang sama. Dia sudah banyak belajar dari kegagalan rumah tangganya yang terdahulu dan tak ingin mengalami hal serupa kembali.


Akhirnya, Leon yang menggantikan acara makan malam. Ia beralasan bahwa sang Nyonya muda mendadak harus pergi ke Jakarta karena ada kerabat yang sakit. Sehingga Leon yang mewakilkan dalam acara makan malam tersebut.


Anita tersenyum bahagia dalam hatinya karena setelah ini dia bisa menemui David dengan bebas di kamar 888 tanpa gangguan Clara, istrinya. Mendadak Pram juga meninggalkan hotel setelah mendapat telepon penting dari sang ibu.


Selepas dari toilet, Pram mendapatkan telepon dari Mama Dian.


"Halo, Mah. Ada apa?" tanya Pram to the point.


"Pram cepat kamu datang ke rumah sakit xx di Jakarta Selatan. A_dikmu... Sisy_" ucap Mama Dian terbata-bata dan seketika terpotong.


"Sisy kenapa, Mah?" tanya Pram mendadak cemas.


"Adikmu nekat ab0rsi dan sekarang pendarahan hebat di rumah sakit," jawab Mama Dian seraya menangis tersedu-sedu di seberang sana.


Deg...

__ADS_1


"Ab0rsi? Sisy hamil?" batin Pram yang seketika dihantam sebuah kabar mengejutkan yang tak ia duga sama sekali akan terjadi di hidupnya.


🍁🍁🍁


__ADS_2