
Setelah selesai membunuh pemimpin perampok itu,lalu Chen Liong menghampiri para pengawal itu.
"sebaiknya sekarang kita kuburkan semua mayat ini agar tidak menjadi penyakit paman"
ujar Chen Liong pada mereka.
"baik tuan pendekar "jawab mereka serentak.
maka mereka semua menguburkan semua mayat di sana.mayat para perampok di gabung jadi 2 kuburan massal,sedangkan 3 orang yg tewal dari teman para pengawal itu di kuburkan secara terpisah.
setelah beberapa jam kemudian barulah selesai semua.
"silahkan lanjutkan perjalanan nya paman, sekarang sudah aman untuk melanjutkan perjalanan nya paman"
"terima kasih tuan pendekar,kalau boleh tau siapakah nama tuan pendekar dan hendak kemanakah tuan"
"nama ku Chen Liong paman,kalau begitu aku permisi dulu melanjutkan perjalanan nya paman dan sampai jumpa lagi ya paman.juga hati2 di jalan "
"terima kasih tuan pendekar kami..."
belum selesai dia bicara namun tubuh Chen Liong sudah hilang dari hadapannya, mereka hanya menggeleng kagum akan kesaktian pemuda itu.
Chen Liong yg menggunakan langkah sakti Selaksa dewa menunggang angin telah meninggal kan mereka cukup jauh.
sekarang dia ingin menuju kota terdekat secepatnya.
__ADS_1
setelah berlari setengah hari menggunakan ilmu meringankan tubuh nya yg membuatnya berlari melebihi kecepatan kuda pilihan, akhirnya dia sampai di depan gerbang sebuah kota yg ternyata dia telah sampai ke wilayah Inlam..
wilayah Inlam cukup ramai dan penduduk nya cukup makmur.daerah Inlam ini cukup aman karena kabarnya daerah ini memilki seorang pendekar sakti yg cukup di segani di dunia persilatan.dia bergelar Si Ruyung sakti dari Inlam, permainan silat senjata ruyung miliknya kabarnya kepandaian tunggal turun temurun dari keluarganya.jadi para pengacau akan berpikir ulang untuk bertindak sembarangan disini.
setelah masuk ke dalam kota,Chen liong langsung mencari rumah makan karena menurutnya informasi sangat banyak di dapatkan dari tempat ini.
tidak lama kemudian dia mendapatkan sebuah rumah makan yg cukup besar dan lengkap dengan penginapan nya.
saat Chen liong masuk langsung di sambut oleh seorang pelayan.pelayan ini melayani nya dengan senyum yg di buat-buat dan terlihat kurang menghormati karena dia melihat pakaian Chen Liong yg sudah lusuh.
Chen liong pun maklum akan hal ini, karena sudah sekian lama belum ganti pakaian baru.
sedangkan sekarang dia tidak kekurangan uang karena dia membawa cukup banyak uang yg di dapatkan dari dalam goa peninggalan suhunya.
sapa pelayan itu setelah Chen Liong duduk.
Chen Liong mengedarkan pandangannya,dia melihat rumah makan ini cukup ramai pengunjungnya.banyak di antaranya adalah para pendekar.
"bawakan saja beberapa jenis masakan yg jadi andalan di sini serta satu poci teh terbaik yg ada di sini "jawab Chen liong sambil menyodorkan 1 koin emas pada pelayan itu.
melihat koin emas itu langsung berubah mimik pelayan itu.sikap hormat nya langsung keluar,dengan wajah berseri dan senyum manis langsung pergi menyiapkan pesanan Chen Liong.
selang beberapa lama kemudian semua pesanan pun datang dan Chen Liong pun makan dengan pelan dan santai.dia benar-benar ingin menikmati saat-saat seperti ini.
"kabarnya para golongan hitam semakin meresahkan dunia persilatan,sudah banyak perguruan kecil dan menengah yg mereka kuasai.bagaimana menurut toako dengan situasi ini"
__ADS_1
tiba-tiba Chen Liong mendengar suara obrolan yg tidak jauh dari mejanya.pria itu berumur sekitar 30 thn dan memakai baju warna abu-abu,dia duduk dengan 2 orang lainnya yg salah satunya mungkin sang toako yg memakai baju warna coklat.sedangkan satunya lagi adalah seorang perempuan muda berumur kira-kira 25 tahunan mungkin dia adalah sumoi mereka.sedangkan sang toako merupakan pria yg berumur kira-kira 40 tahunan.
"menurutku sam-te golongan hitam sudah mulai memperlihatkan gerakan nya,apa lagi partai yg tidak tunduk langsung di hancurkan dan di bantai tanpa sisa.sepertinya partai besar golongan putih harus mulai memperhatikan masalah ini "orang yg di panggil toako menjawab.
"kabarnya seminggu yg lalu sekte bangau putih juga di hancurkan karena tidak mau tunduk dan pendekar golok pembelah gunung juga mati karena tidak mau di ajak bergabung"sang sumoi juga ikut nimbrung pembicaraan mereka.
"kau benar sumoi,makanya kemarin toako dengar dari guru kalau partai Butong Dan Kun Kun Pai sudah menurunkan murid mereka untuk mulai melawan golongan hitam yg semakin berani,aku harap partai lainnya seperti Gobi Pai,Cheng sia pai,tai san Pai dan Thian long Pai juga menurunkan murid mereka."ujar sang toako kemudian.
"aku dengar ada pendekar muda yg akhir2 ini mulai terdengar namanya di dunia persilatan, karena dia akan membunuh para penjahat yg di temui nya "sang sumoi kembali berkata.
Chen Liong makin serius mendengar nya,karena dia juga ingin tau siapa orang itu.
"ya benar sumoi,dia kabarnya seorang gadis muda yg sangat cantik sekali namun kepandaiannya luar biasa sekali.apalagi ginkang nya yg secepat kilat itu,maka orang dunia persilatan memberinya gelar dengan sebutan Bidadari tanpa Bayangan "jawab sang toako.tersirat ke kaguman dalam ucapannya.
"oh ya toako,aku juga mendengar ada tokoh muda dari kaipang yg sangat sakti,kabarnya dia berhasil menguasai ilmu legendaris KAIPANG yaitu hang liong sip Pat ciang(18 jurus tapak naga) yg sudah lama hilang".si sam-te kali ini yg bicara.
"ah...kalau itu aku juga pernah mendengarnya,dia benar-benar luar biasa.karena kabarnya dia sempat berhasil membuat Iblis Ke Tujuh dari Tujuh Iblis penghisap darah terluka parah terkena pukulan tapak naga miliknya "sang toako kembali menjawab dengan nada hormat dan kagum yg luar biasa.
setelah itu mereka hanya bercerita hal-hal lain yg tidak terlalu penting menurut Chen Liong.
namun Chen liong merasa informasi yg sedikit itu sudah cukup membuat Chen Liong kaget,karena Chen Liong yakin kalau bidadari tanpa bayangan itu pastilah Sian eng.dia benar-benar senang mendengar kabar tentang adiknya itu.
setelah selesai makan dan tidak ada lagi informasi penting yg bisa di dapatkan lalu Chen liong pergi menemui kasir rumah makan dan meminta satu kamar untuk menginap karena hari sudah mulai gelap serta dia juga minta di belikan baju pengganti karena dia juga tidak mau hal seperti tadi terulang lagi.
setelah itu dia langsung pergi ke kamarnya untuk beristirahat dan akan melanjutkan perjalanan nya besok.
__ADS_1