
"tuk...tuk... tuk..."
Chen liong menotok beberapa jalan darah di tubuh wanita bercadar itu,ia berhasil mencegah racun di bahu wanita itu tidak semakin menjalar.
saat ini mereka berdua ada di sebuah goa.setelah berhasil sampai di gunung seberang jurang itu,Chen liong mencari tempat yg aman untuk merawat wanita itu.dan ia berhasil menemukan sebuah goa yg cukup besar dan bagus.
Chen liong memperhatikan luka di bahu wanita itu.ia menyobek sedikit baju bagian yg terluka itu dan membersihkan darah yg mulai mengering di sekitar luka.
setelah semua darah di bersihkan,maka terlihatlah luka bengkak warna hitam karena racun.ia menilai kalau racun ini sebenarnya tidak mematikan,hanya saja dapat melemaskan orang terkena racun ini.
lalu Chen Liong kembali menotok di sekeliling luka itu,lalu ia menggunakan menoreh bagian tengah luka yg bengkak itu menggunakan jurus pedang tanpa wujud.ia membuat pisau energi untuk di gunakan dengan hati-hati.
saat luka tersayat,maka keluarlah gumpalan darah hitam.ia pun menyalurkan tenaga dalamnya untuk membantu mendesak semua racun keluar sampai bersih.
setelah darah hitam yg keluar di ganti dengan darah merah,barulah ia berhenti menyalurkan tenaga dalamnya.setelah itu dia pun duduk meditasi memulihkan tenaganya sambil menunggu wanita itu sadar.
sebenarnya Chen liong agak susah berkonsentrasi,karena bau harum khas yg terpancar dari tubuh wanita itu membuat dia merasa terganggu.butuh waktu cukup lama untuk ia bisa berkonsentrasi.
"uhukk...uhuukk..."
wanita itu perlahan membuka matanya,wanita itu akhirnya tersadar saat pagi harinya.chen liong kemudian membuka matanya juga dan menghentikan meditasi nya ketika mendengar suara wanita itu.
"dimana aku ?".
__ADS_1
suara wanita itu terdengar lemah,namun sebenarnya suara itu sangat indah seperti suara kicau burung di pagi hari yg membawa kebahagiaan bagi orang yg mendengarnya.
"tenanglah nona,sekarang kau ada di sebuah goa.nona sebaiknya beristirahat saja dulu, kalau sudah sanggup duduk sabaiknya nona bermeditasi untuk memulihkan kondisi nona".
lalu Chen Liong berlalu dari sana keluar goa.
ia pergi berburu untuk makan pagi mereka,
tidak butuh waktu lama buat Chen liong mendapatkan dua ekor ayam hutan.lalu langsung di bakar.
setelah ayam bakar matang,ia pun kembali masuk ke dalam goa.ia melihat wanita itu sedang duduk meditasi, sekarang ia terlihat sudah kembali tenaganya.
mendengar suara langkah Chen liong mendekat,wanita itupun menghentikan meditasi nya dan membuka matanya.
"terimakasih banyak tuan sudah menolongku".
kata wanita itu sambil menatap wajah Chen liong.ia sebenarnya sangat terpesona dengan ketampanan Chen liong,namun ia berusaha tetap tenang.walau wajahnya sebenarnya bersemu merah,namun tertutup oleh cadar.
"tidak usah sungkan nona,aku hanya kebetulan saja lewat di sana dan melihat kejadian itu.
aku paling benci dengan yg namanya kejahatan,jadi nona tidak perlu berterimakasih padaku".jawab Chen liong tenang,padahal ia merasa berdebar saat mendengar suara merdu gadis itu.
"walau bagaimanapun,tuan sudah menyelamatkan aku dari manusia iblis itu.
__ADS_1
Dewi Baju Putih In Nio mengucapkan banyak terimakasih". ucapnya kemudian sambil menjura hormat.
"baiklah kalau begitu,aku Chen liong menerima nya".jawab Chen liong kemudian.
karena wanita itu merasa percaya pada Chen liong, lalu ia pun membuka cadar di wajahnya.
sementara Chen Liong melihat dengan serius,karena ia sebenarnya juga penasaran ingin melihat wajah wanita itu.
setelah cadar terbuka,maka terlihatlah wajah cantik bagaikan Dewi dari kahyangan.semua terlihat sempurna di mata Chen liong,baru sekarang dia merasa ada getaran di hatinya saat melihat wajah seorang wanita.berbeda dengan gadis-gadis yg sudah pernah ia lihat sebelumnya.
melihat reaksi Chen liong,gadis itu menundukkan wajahnya yg bersemu merah.
hatinya juga merasa berbunga-bunga,karena dia pun juga merasakan hal yg sama dengan Chen liong.baru sekarang ada pemuda yg mampu mencuri perhatian nya dan membuat hatinya berdebar.
"eehhmmm.... sekarang mau kemana tujuanmu toako?"kata Ini nio memecahkan keheningan setelah berhasil menenangkan perasaannya.
"sebenarnya aku mau menuju ke suatu tempat untuk membantu menyelamatkan beberapa orang yg sedang dalam bahaya".jawab Chen liong.
"kalau begitu,apakah aku boleh ikut denganmu toako".tanya in nio.
"kalau in-moi mau ikut,ya boleh aja.cepatlah pulihkan kondisimu.setela itu barulah kita berangkat".jawab Chen liong kemudian.
lalu mereka saling berpandangan sebentar,dari panggilan yg sudah berubah mereka sudah maklum dengan perasaan mereka masing-masing.lalu in nio kembali duduk meditasi untuk memulihkan tenaganya.
__ADS_1