
Siang itu cuaca cukup panas,terlihat seorang anak kecil berusia 10 thn sesekali menyeka keringat di dahinya.dan tangannya mengibas-ngibaskan kerah baju nya yg longgar karena panasnya cuaca waktu itu.
bocah itu ternyata adalah Chen liong yg sedang melakukan perjalanannya untuk mengembara ke mana saja arah kakinya melangkah.
sudah 1 Minggu dia melakukan perjalanan meninggalkan kediaman bangsawan Lie dan sekarang dia sedang berada di tepi hutan di kaki sebuah gunung yg menjulang tinggi dan besar.
"aku sebaiknya istirahat dulu di dalam hutan ini dan mencari buah-buahan atau binatang liar yg bisa di makan". Gumam Chen Liong.
diapun melangkah kan kakinya memasuki hutan itu.chen liong kemudian melihat-lihat dan mencari buah-buahan di sekitarnya dan tak lama pun dia berhasil mendapatkan beberapa macam buah yg cukup banyak di sana.bahkan Chen Liong pun berhasil menangkap seekor kelinci hutan yg kemudian langsung di bersihkan dan mulai membakarnya.
karena di sana juga banyak ranting kering yg berserakan sehingga membuat Chen Liong jadi serba mudah mengerjakan nya.
tengah asyik menikmati kelinci bakarnya tiba-tiba saja telinga Chen Liong mendengar suara orang minta tolong.memang sejak dia mulai berlatih ilmu nafas dewa kura-kura selain meningkatkan tenaga dalam juga meningkatkan semua indera di tubuhnya.
sehingga radius 100 m akan dapat di dengar dengan jelas.
"ttoolooong...!!!!.jangaann!!!....aku mohon lepaskan aku..."
terdengar suara seorang wanita yg sedang minta tolong.suaranya terdengar sangat ketakutan dan menyedihkan di antara Isak tangisnya.
Chen Liong pun bergegas berlari ke arah asal suara itu.semakin dekat samakin jelas suara mereka.chen Liong pun berhenti dalam jarak 20 m.
dia dapat melihat seorang wanita sedang tersudut di sebuah pohon besar.pakaianya sudah terbuka di sana sini memperlihatkan lekuk tubuhnya dan kulit putih halusnya.
sedangkan di depannya terlihat seorang pria paruh baya yg masih kelihatan tampan.
"hahahaha....teriaklah sesukamu...disini tidak akan ada yg bisa menolong mu...hahaha..."
terdengar suara pria itu tertawa lepas sambil mendekat ke pada wanita muda itu.matanya terlihat merah oleh nafsu birahinya, seperti dia sudah siap untuk menerkam wanita itu dan memuaskan nafsu bejatnya.namun terpaksa dia harus kecewa karena ada orang yg menghentikan perbuatannya.
__ADS_1
"tunggu...!! berhenti..!!! dasar penjahat cabul,cepat lepaskan Cici itu ...!!!
suara Chen liong terdengar menggelegar karena dia benar-benar marah melihat kejadian ini.
dia sudah bisa membuat kesimpulan kalau pria itu adalah seorang Jai hwa chat atau seorang penjahat pemetik bunga.
"siapa kau bocah cilik...berani sekali kau menggangu kesenanganku, seperti nya kau sudah bosan hidup ya.dasar bocah tak tau lihat selatan...".dengus pria itu marah sambil melotot penuh nafsu membunuh pada Chen liong.
"maaf paman,siawjin(orang rendah)bukannya mengganggu..tapi tak akan ku biarkan paman berbuat seperti itu pada Cici ini".jawab Chen Liong tanpa takut.
"mau mampus kau bocah cilik.." teriak pria itu marah sambil mengangkat tangannya yg tiba-tiba saja sudah bergetar dan bercahaya merah, ternyata dia menggunakan ilmu pukulan pasir merah beracun.terlihat dia mengayunkan telapak tangannya ke arah Chen liong.
"sshhuutttt......"
"bboommm..."
terjadi ledakan cukup besar di tempat Chen liong berdiri.debu mengepul sangat banyak menutupi pandangan.
"jangan salahkan aku terlalu kejam...itu akibatnya karena mengganggu kesenanganku..
hehehe..."pria itu terkekeh karena dia sudah yakin kalau Chen Liong pasti sudah hancur jadi debu karena serangan nya tadi walaupun dia hanya menggunakan 5 bagian tenaganya.
tapi tiba-tiba tawanya berhenti dan berganti dengan wajah kaget yg tak terhingga.
karena saat debu mulai hilang dia masih melihat bocah itu masih berdiri di sana tanpa ada tanda luka sedikitpun yg terlihat.
"ini tidak mungkin,. bagaimana mungkin bocah itu bisa menahan serangan ku".gumam pria itu tidak percaya.
sebenarnya saat Chen liong melihat pria itu mau melepas kan pukulan jarak jauh padanya, diam-diam Chen liong cepat menggunakan ilmu pelindung ZIRAH DEWA KURA-KURA sehingga pukulan pria itu dapat di tahannya tanpa kesulitan sedikit pun.apalagi pria itu tidak menggunakan tenaga penuhnya.
__ADS_1
sekarang Chen liong jadi semakin percaya diri dengan kemampuan nya yg tidak di sangka nya akan sehebat ini.
"apa cuma seperti ini kemampuanmu paman?"ejek Chen liong kemudian.
"kau hanya beruntung saja bocah cilik...coba kau sambut lagi pukulan ku ini..."teriak pria itu gusar.
"pukulan pasir merah penghancur hati"
"ssslepp... sshhuutttt..."
"DDuuaarrrrrhhhh....."
goncangan kekuatan beberapa kali lebih besar dari yg sebelumnya terdengar menggema di hutan itu.kali ini pria itu menggunakan kekuatan penuhnya untuk membunuh Chen liong ,dia benar-benar marah di ejek bocah itu.
namun ternyata hasilnya sama saja.saat debu menghilang maka terlihatlah bocah itu masih berdiri di tempatnya, terlihat tirai tipis transparan dengan pola punggung kura-kura melindungi nya walaupun ada sedikit noda darah di sudut bibirnya tapi dia masih terlihat tenang dan bahkan kemudian tersenyum padanya.
melihat senyum itu,pria itu merasa takut di dalam hatinya.tiba-tiba saja dia terlihat berpikir dan termenung.
"jangan-jangan bocah ini murid seorang tokoh sakti...di usianya yg masih bocah tapi sudah memiliki kepandaian sehebat ini pasti dia murid berbakat seorang tokoh sakti atau perguruan besar.bisa gawat kalau ternyata dia kesini bersama guru nya, sebaiknya aku harus cepat pergi dari sini sebelum gurunya datang".gumam pria itu dengan hasil pemikirannya.
tanpa menoleh lagi pria itu langsung berkelebat pergi menggunakan ilmu meringankan tubuh miliknya,hanya beberapa kali lompatan saja pria itu sudah hilang dari sana.
"terimakasih adik kecil sudah menyelamatkan Cici dari penjahat itu ". tiba-tiba suara wanita itu terdengar menegur Chen Liong yg masih berdiri melihat ke arah kepergian pria itu.
"ah... tidak apa-apa Cici...sudah kewajiban kita untuk saling menolong ".jawab Chen liong gelagapan.
"dimana rumah Cici...biar siawte mengantar Cici pulang".ujar Chen liong kemudian.
"Cici tinggal di sebuah desa tidak jauh dari Hutan ini "jawab wanita itu.
__ADS_1
"kalau begitu ayo kita berangkat ke desa Cici ".ajak Chen liong.
mereka pun berangkat ke desa wanita itu yg tidak jauh dari hutan tersebut.