
Desa embun sedang ramai-ramainya karena sibuk membersihkan bangunan yang rusak dan sebagian lagi menguburkan mayat-mayat yg berserakan sebelumnya.desa ini yg baru saja terkena musibah keganasan sekte SERIGALA HITAM akhirnya dapat bantuan dari desa setempat dan ada juga sebagian lagi penduduk yg baru pulang dari bepergian jauh,berburu dan berdagang ke daerah lain.mereka selamat karena kebetulan sedang tidak ada di desa,hingga saat mereka kembali maka ratap tangis langsung menggema melihat keluarga yg di tinggalkan sudah mati dalam keadaan mengenaskan.
Chen liong yg baru tiba juga ikut prihatin melihat keadaan ini.dia cepat menyuruh para gadis desa yg di selamatkan nya untuk segera masuk ke desanya dan mencari keluarga mereka.
sekali lagi ratap tangis kembali memecah di desa itu.chen liong sempat menutup matanya karena hatinya tersentuh melihat pemandangan ini.hingga tiba-tiba ada suara yg menyapanya.
"terimakasih tuan pendekar sudah menyelamatkan orang-orang desa kami yg di culik dan juga telah melenyapkan sekte serigala hitam.seandainya aku punya kemampuan yg tinggi mungkin hal ini tak akan terjadi, setelah ini aku berjanji akan berlatih lebih giat lagi agar nanti bisa melindungi desaku ini ".kata pemuda itu yg ternyata adalah pemuda lengan buntung yg di selamatkan kan oleh Chen liong tadi.
melihat tekad pemuda itu Chen liong tersenyum.
"aku yakin suatu saat nanti kamu akan jadi pendekar yg hebat dan akan mampu melindungi desa ini dan membantu orang banyak".ujar Chen liong.
"aku pasti akan terus berlatih agar bisa jadi lebih kuat tuan".
"panggil saja aku toako,aku akan menunggu saat itu tiba nanti.o ya,apa kau bisa memberikan aku beberapa lembar kertas dan alat tulis?"
"untuk apa toako ?".
"aku punya sesuatu untukmu ".
"baiklah toako... tunggu sebentar.
tidak beberapa lama kemudian dia datang lagi,lalu memberikan semua yg di minta oleh Chen liong.
Chen liong pergi duduk di bawah pohon besar dan mulai menulis.satu jam kemudian semua kertas sudah penuh di tulis dan di gambar olehnya,lalu di berikan semuanya pada pemuda itu.
melihat hal itu si pemuda agak bingung,kemudian dia melihat kertas yg di berikan oleh Chen liong padanya.matanya langsung terbelalak tak percaya.dia membaca judulnya yg membuat dia jadi kaget setengah mati.
"ilmu silat naga sakti lengan tunggal "
kemudian dia membaca keterangan jurus yg ada di dalamnya,ia melihat kalau ilmu silat ini memang khusus untuk orang yg berlengan tunggal atau satu.dia juga melihat ada ilmu pedang,ilmu pernafasan dan ilmu meringankan tubuh.
"i..ini...untuk saya toako?".
"benar...latihlah ilmu itu dengan sungguh-sungguh,aku ingin suatu saat nanti kau bisa berada di sampingku untuk menegakkan keadilan dan membasmi kejahatan yg mengganggu kedamaian".jawab Chen tersenyum sambil menepuk bahunya.
"tapi toako,ini terlalu berharga dan aku lihat ilmu ini mirip dengan ilmu milik sang legenda naga sakti gurun pasir yg jadi murid dewa bongkok.aku pernah membaca tentang kehebatan ilmu ini yg kabarnya menyamai ilmu silat milik pendekar super sakti dari pulau es".
sahutnya kemudian yg benar-benar tidak percaya dengan apa yg di dapatkan nya sekarang ini.
"aku tidak tahu apa sama atau tidak,cuma dari catatan peninggalan suhu ku,beliau mendapatkan kitab usang yg berisi ilmu silat ini di sebuah reruntuhan kuno di Padang pasir luar perbatasan".
"kalau begitu aku ucapkan terimakasih banyak toako,aku janji akan berlatih dengan sungguh-sungguh dan setelah aku menyelesaikan pelajaran ilmu ini maka aku akan mencari toako untuk membantu toako menghadapi dunia ini".
terlihat tekad yg kuat dalam kata-katanya,membuat Chen liong makin suka dan percaya dengan pemuda yg di pilihnya ini.
Chen liong memang berniat memberikan ilmu silat tinggi pada pemuda ini agar suatu saat nanti dia bisa membantunya menghadapi musuh-musuh nya dan membasmi golongan hitam,apalagi dia melihat pemuda ini memang memiliki bakat yg bagus dan memiliki hati yg baik.
__ADS_1
"sudahlah...belajarlah dengan sungguh-sungguh agar dapat hasil yg memuaskan.o ya,siapa namamu ?".
"ah...maaf,namaku Bun An toako".
"baiklah Bun An...berlatihlah dengan rajin, toako pamit dulu mau melanjutkan perjalanan".
"baik toako,.sampai jumpa lagi toako...suatu saat nanti aku akan mencari toako ".
Chen liong hanya tersenyum dan mengangguk,lalu diapun pergi meninggalkan desa itu yg bernama desa wuming.
*****
setengah hari kemudian dalam perjalanan nya menuju kota raja atau kota kekaisaran,Chen liong tiba di sebuah lembah.
Chen liong mendengar suara pertempuran dari arah depannya,maka dia pun mempercepat larinya.
setibanya di sana dia melihat 3 orang biksu di keroyok oleh sepuluh orang berpakaian merah memakai topeng.
Chen liong ingat kalau mereka adalah kelompok pasukan topeng darah dari istana iblis darah.
Chen liong masih ingat pertemuan nya dengan iblis kelima dan menyebabkan dia jatuh ke jurang.
Chen liong melihat 3 orang yg di keroyok itu sudah kewalahan dan ada dua orang yg sedang duduk bersila di tepi arena, sepertinya mereka berdua sedang menyembuhkan luka mereka.
melihat tiga orang biksu itu sudah keteteran dan seperti nya sudah tak sanggup lagi melawan keroyokan musuhnya maka Chen liong pun langsung terjun ke dalam pertempuran.
dengan jurus langkah dewa menunggang angin Chen Liong melayang sambil melepaskan serangan pada pasukan topeng darah.
empat orang langsung terlempar kena pukulan dan tendangan yg di lepas oleh Chen liong,sedang sisanya cepat menjauh mengambil jarak.
melihat ada yg membantu nya,tiga orang biksu itupun menarik nafas lega.mereka sudah tidak kuat lagi bertahan lebih lama lagi, untung saja di saat genting ada yg menolong.
merekapun kaget karena yg menolong mereka hanyalah seorang anak muda masih berumur belasan tahun namun mampu menggempur mundur musuhnya dalam satu serangan.
"siapa kau anak muda...!!? berani sekali kau mengganggu urusan kami pasukan topeng darah dari istana iblis darah,apa kau sudah bosan hidup ha..??"
salah satu mereka menghardik Chen liong dengan nada marah yg meluap.
"cayhe akan ikut campur di manapun ada kejahatan yg terjadi,sudah jadi tugas cayhe untuk membasmi kalian para sampah dunia persilatan ".
"kurang ajar...ayo kita bunuh dia dulu ".
dengan serentak mereka menyerang maju menyerang Chen liong bersama-sama.sepertinya mereka juga mau main keroyok seperti yg mereka lakukan tadi pada para biksu itu.
melihat mereka semua maju menyerangnya,Chen Liong hanya tersenyum santai.
"silahkan istirahat dulu losuhu semua,biar wanpwe yg menyelesaikan mereka".
__ADS_1
ucap Chen Liong pada tiga orang biksu itu.ia yakin kalau mereka adalah biksu dari kuil Siaw Lim sie.
"baiklah anak muda... hati-hatilah,mereka juga panda menggunakan racun".
mereka menjawab,walau sebenarnya mereka masih khawatir kepada Chen Liong namun mereka juga tidak punya pilihan lain lagi karena mereka juga sudah kelelahan.
saat mereka sudah dekat dan menyerang Chen liong secara tiba-tiba saja Chen Liong hilang dan sudah berada di tengah kepungan mereka.
lawan-lawan nya bingung melihat gerakan Chen liong,itu karena Chen liong sudah menggunakan langkah pembingung Sukma.
serangan demi serangan mereka lepaskan,jurus demi jurus mereka keluarkan namun jangankan akan mampu mengenai tubuh Chen Liong sedangkan ujung bajunya saja tidak bisa tersentuh oleh mereka.
"hiatthh...plakkk...plakkk...buk .deshh.."
Chen liong menangkis serangan-serangan mereka dan juga membalas menyerang balik menggunakan jurus Selaksa dewa mengacau lautan hingga dua orang langsung terlempar terkena serangan balik Chen Liong.
mereka baru sadar kalau pemuda ini adalah pendekar sakti walaupun umurnya masih muda.
"ayo kita pukul bersama-sama".teriak salah satu dari mereka.
"pukulan tapak darah pelebur jiwa"
"HHIIAATTTTTTHHH.... wwuusshhhh..."
angin serangan mereka menghancurkan apa saja yg di lewatinya.tiga orang biksu itu yg melihat ini jadi khawatir pada Chen liong.
"hati-hati sicu...". teriak mereka.
Chen liong hanya tersenyum melihat mereka,
dengan santai dia mengibaskan tangannya.
"ilmu pedang tanpa wujud, pusaran angin pedang".
"sswwoosssshh....... SWWOOSSHHH"
angin tornado berputar seperti pusaran namun sangat tajam seperti ribuan pedang tajam yg membentuk pusaran angin beliung.langsung menuju arah pukulan lawannya.
"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH".
ledakan keras terjadi,angin pukulan serangan Chen Liong menghancurkan pukulan lawannya dan terus melaju pada musuhnya yg terpana akan kekuatan serangan Chen Liong.
saat mereka melihat angin pukulan Chen Liong tiba mereka baru sadar,namun semua sudah terlambat...
"bboommmm..."
sekali lagi terjadi ledakan,10 orang pasukan topeng darah langsung terpotong-potong.
__ADS_1
tiga biksu Siaw Lim sie itu terpana melihat kekuatan jurus Chen Liong namun juga ngeri melihat hasilnya.
merekapun menghela nafas kemudian membaca doa-doa untuk menenangkan hati mereka.