
Di depan gerbang kota GUI terlihat berdiri seorang pria muda berpakaian sastrawan dan seorang wanita berbaju putih memakai cadar di wajahnya sedang memandang gerbang kota.
"apakah kita akan istirahat di kota ini liong'ko?".
kata si wanita memecah keheningan.
"benar In moi..".jawab pria itu yg ternyata adalah Chen Liong.dan sudah pasti wanita itu adalah In Nio adanya.
setelah memulihkan sebagian tenaganya,Chen liong mengajak In Nio melanjutkan perjalanan menuju kota terdekat.
setelah pemeriksaan dan membayar uang masuk pada penjaga gerbang, mereka berdua segera masuk ke kota.
mereka berdua terus berjalan sambil melihat suasana kota yg cukup ramai.banyak juga para pendekar terlihat berlalu lalang di kota itu, mereka ada yg berkelompok dari satu partai dan ada juga yg sendiri-sendiri yg merupakan Pendekar kelana.
Chen liong berhenti di depan sebuah rumah makan sederhana dan mengajak In Nio masuk kesana.ia melihat kedai itu Cukup ramai dan hampir penuh oleh pengunjung.
seorang pelayan menyambut mereka dengan ramah.
"silahkan duduk tuan...".kata pelayan itu mempersilahkan mereka berdua duduk di sebuah meja kosong dekat pojok.
orang-orang melihat mereka sekilas pada mereka berdua,saat In Nio masuk maka terciumlah aroma wangi yg membuat orang-orang di sana serasa mabuk dan bergairah.mereka menatap tubuh In Nio dengan penasaran karena wajahnya yg tertutup oleh cadar namun lekuk tubuhnya sangat menjanjikan sekali.
melihat situasi itu mereka berdua tetap tetap tenang,mereka tidak akan bertindak kalau tidak yg mengganggu mereka.
"bawakan kami beberapa macam masakan terbaik di sini dan minumnya cukup teh hangat terbaik di sini juga"ujar Chen liong pada pelayan itu sambil menyerahkan beberapa koin emas padanya.
"baik tuan muda".jawab sang pelayan dengan cepat.
setelah menunggu beberapa saat kemudian,semua pesanan mereka pun datang dan di hidangkan di atas meja mereka.
mereka berdua makan dengan perlahan sambil ngobrol ringan.
saat mereka sedang asik makan dengan santai, tiba-tiba masuklah serombongan orang berwajah kasar dan bengis.mereka masuk sekitar 15 orang sambil menenteng golok besar dengan ujung pegangan goloknya berbentuk tengkorak.
"kami dari SEKTE GOLOK IBLIS mau memakai tempat ini.kalian semua segera keluar sebelum kepala kalian terpisah dari badan kalian...".ucap salah seorang dari mereka dengan suara bengis dan mengintimidasi.
semua orang pun bubar berlari keluar kedai dengan cepat.mereka sangat takut dengan kelompok ini, kelompok yg terkenal dengan kekejaman nya.
sekarang yg tersisa hanya dua meja yg tidak pergi keluar.satunya meja Chen liong dan satunya meja dekat jendela yg di duduki oleh seorang biksu muda yg sedang asik makan makanan dari macam-macam sayur dan juga terlihat teko teh disana.ia sepertinya tidak mempedulikan sekeliling nya,hanya sibuk menikmati makanannya dengan santai dan tenang.
melihat ini, orang-orang itu sangat marah.salah seorang dari mereka datang ke meja biksu itu dan mengancamnya.
"hei...biksu busuk.!!apa kau tidak dengar kalau kami akan memakai tempat ini,cepat kau pergi sebelum terlambat".teriaknya dengan suara cempreng yg tidak enak di dengar.
"amithaba... berbuatlah kebaikan dimana kamu berada, sesungguhnya Budha maha pengasih.harap tuan-tuan semua tidak menyulitkan biksu muda yg welas asih ini".jawab biksu muda itu dengan tenang.
"hhuuuhh....aku tak peduli, pokoknya kau harus pergi atau kepalamu yg botak itu akan terpisah dari lehermu...!!".hardik orang itu keras.
"hahahaha haha..."
__ADS_1
semua teman-temannya tertawa mendengar kata-katanya.
"aaiihhh...aku tak akan mengganggu kalian,tempat di sini masih cukup luas untuk kalian gunakan".kata biksu itu kemudian.
Chen liong dan In Nio juga kagum akan keberanian biksu muda.menurut Chen liong,biksu muda itu tidak sesederhana yg terlihat.dia memiliki kekuatan yg di sembunyikan dari penglihatan orang banyak.
mendengar jawaban biksu itu membuat mereka jadi hilang sabar.
"dasar kau biksu tak tau diri,mampus saja kau sialan...".teriak orang itu sambil mengayunkan golok besarnya.
golok besar itu terayun dengan kuat dan seakan bisa membelah apa saja yg di lewatinya.angin serangannya pun membuat baju biksu itu berkibar.
namun begitu jarak golok dengan kepala biksu itu tinggal satu jengkal lagi, tiba-tiba saja golok itu berhenti dan tergantung dalam posisi seperti itu.
"hhufffhhh... terimakasih toako masih berbelas kasih padaku,semoga Budha memberkatimu toako.mari silahkan duduk dulu toako".kata biksu muda itu,lalu dia memindahkan posisinya ke tempat duduk di depannya.
melihat hal itu membuat teman-temannya yg lain jadi heran.hanya Chen liong yg tersenyum dan kagum juga melihat aksi biksu muda itu.ia sekilas dapat melihat kalau tadi biksu itu menjentikkan jarinya menotok orang itu.chen liong yakin kalau itu adalah salah satu jurus sakti dari kuil Siaw Lim sie yaitu jurus tan ci Sintong atau jurus selentikan jari sakti khas Siaw Lim.
kekuatan jurus ini hampir sama dengan yg di miliki Chen liong namun sumber tenaga dan cara penyalurannya saja yg berbeda karena dari aliran yg berbeda.
setelah agak lama tertegun,barulah orang-orang dari sekte golok iblis itu menyadari ke anehan itu.mereka segera menyerang biksu itu dengan sangat marah.
beramai-ramai mereka menyerang biksu muda itu, sepertinya mereka ingin mencincang biksu itu dengan golok besar mereka.
desingan suara golok segera terdengar mengarah pada biksu muda itu.namun biksu muda itu mampu memberi perlawanan dengan mudah.terlihat biksu muda itu menyambut serangan mereka dengan tangan membentuk cakar.
melihat jurus itu,Chen liong tersenyum karena ia tau kalau itu adalah jurus cakar naga yg terkenal.ia dapat melihat kalau biksu muda itu dapat melayani orang-orang itu dengan mudah.
sekarang mereka semua terkapar tak berdaya,wajah bengis mereka sudah berganti dengan wajah meringis kesakitan.
saat biksu itu baru menyelesaikan pertarungannya, tiba-tiba masuk seorang pria paruh baya berbadan kekar dan juga membawa golok besar.namun goloknya berwarna putih perak dan wajahnya sangat bengis dengan kulit hitamnya.
melihat semua anak buahnya tergeletak tidak berdaya,dia benar-benar marah.matanya melotot merah melihat ke arah biksu muda itu.
"biksu keparat... beraninya kau melakukan ini pada sekte golok iblis...kau mencari kematian sendiri...aku pasti akan menyiksamu sampai mati..".teriaknya marah.
melihat pemimpin mereka datang,biksu muda itu kemudian berkelabat keluar kedai itu.ia tidak mau merusak kedai orang.
"wwhussss...".
ia berdiri dengan tenang di depan kedai itu.
"mau lari kemana kau biksu keparat,aku akan membunuhmu ". teriaknya marah.
saat dia sudah sampai di depan kedai itu menyusul Biksu itu,diapun langsung menyerang biksu itu.
ia segera meloloskan golok perak miliknya lalu langsung menyerang biksu muda itu dengan jurus golok iblis pencabut nyawa milik sekte mereka.
biksu muda itu menghadapi serangannya dengan tenang dan mampu mengimbangi serangan lawannya tanpa kesusahan sedikitpun.jurus cakar naga lagi-lagi memperlihatkan kehebatannya, membuat lawannya semakin marah.
__ADS_1
Chen liong dan In Nio juga ikut keluar menonton pertarungan itu.ia memperhatikan pertarungan mereka dan akan membantu jika memang di perlukan.
"kau boleh juga biksu keparat,aku sepertinya harus lebih serius lagi untuk membunuhmu..".
"jurus golok iblis membelah bumi..!!!"
lalu pria itu mengayunkan goloknya dengan gerakan membelah.
"sswwoosssshh..."
bayangan golok raksasa bergerak membelah ke arah biksu muda itu,tanah yg di lewatinya membelah sampai ke arah biksu muda itu.
biksu muda itupun mengirimkan pukulan kuat ke arah pria itu.
"pukulan KIM KONG CIANG".
"WWHUSSSS...."
Tinju raksasa warna kuning melesat menyambut serangan golok itu.
"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH.."
debu dan pasir mengepul menutupi pandangan orang-orang yg menonton pertarungan itu.
setelah semua debu hilang, terlihatlah biksu muda itu masih berdiri tegak dengan tenang walaupun kakinya melesak ke dalam tanam sampai mata kakinya.
sedangkan pemimpin golok iblis itu terlihat terduduk memegang dadanya.darah mengalir di sudut bibirnya.ia pun berdiri perlahan menatap biksu muda itu dengan tidak percaya dengan apa yg terjadi barusan.
"akan aku akhiri secepatnya..".kata biksu muda itu sambil menatap lawannya dengan tajam.lalu ia menghimpun tenaga dalamnya.
"pukulan tapak Budha emas..."
"sshhuutttt...."
siluet tapak raksasa warna emas terang mengarah pada pria itu.
melihat serangan yg datang,wajah pria itu jadi pucat.ia pun menghimpun sisa tenaganya.
"jurus golok iblis membelah langit..."
teriaknya kemudian melepaskan jurusnya menahan serangan biksu muda itu.
"sswwoosssshh...."
gambar golok raksasa sekali lagi menahan serangan tapak Budha milik biksu muda itu.
"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH..."
guncangan lebih kuat terdengar lagi,angin pukulan mereka yg beradu mencipta kan kawah besar dan cukup dalam.
__ADS_1
terlihat pemimpin sekte golok iblis itu terkapar dengan tubuh remuh dan tangan kanan yg memegang goloknya juga hancur.
orang-orang yg melihatnya bergidik ngeri.chen liong pun sangat kagum dengan biksu muda itu.ia melihat kalau umur biksu itu juga tidak berbeda jauh darinya.