PENDEKAR KEADILAN

PENDEKAR KEADILAN
20.Menghancurkan SEKTE SERIGALA HITAM.


__ADS_3

"baiklah liong'ko,kita terpaksa harus berpisah di sini.siawmoi mau melanjutkan perjalanan untuk memenuhi perjanjian pertemuan itu liong'ko". Sian eng berkata pada Chen liong dengan berat hati.dia benar-benar tidak mau jauh dari Chen Liong.


"ya sumoi,jaga dirimu baik-baik sumoi.nanti kita pasti akan bertemu lagi sumoi".jawab Chen Liong kemudian.


dia sebenarnya juga merasa enggan berpisah dengan sang sumoi, namun dia tetap tenang tanpa memperlihatkan nya.


setelah membunuh 5 setan goa siluman,mereka terpaksa di sebuah persimpangan jalan karena tujuan mereka yg berbeda.


***


setelah berpisah dengan sang sumoi,lalu Chen liong melanjutkan perjalanan nya.


dia berlari dengan kecepatan sedang karena dia ingin menikmati pengembaraannya ini.


hingga setengah hari kemudian dia sampai di depan sebuah desa.chen liong sangat marah melihat banyaknya mayat yg berserakan,dari orang tua, dewasa sampai anak-anak banyak yg jadi mayat dengan kondisi tubuh yg sudah tidak utuh lagi.


"kurang ajar, perbuatan siapa ini ? benar-benar kejam sekali mereka".geram Chen Liong sambil memeriksa sekitarnya.


dari mayat yg dilihat maka dapat di simpulkan kalau kejadian ini belum lama terjadi.tiba-tiba Chen Liong mendengar suara rintihan di sebuah rumah yg sudah rusak parah.


secepat kilat Chen Liong melesat kesana,ia melihat seorang pemuda merintih sambil menggapaikan tangannya yg ternyata hanya tinggal satu saja lagi.kelihatannya tangannya terpotong saat pertempuran,dan sekujur tubuhnya penuh luka sayatan senjata tajam.


dia cukup kagum dengan daya tahan tubuh pemuda yg seumurannya ini.


Chen liong cepat menotok jalan darahnya untuk menghentikan pendarahan pada tangannya yg terpotong dan juga bagian tubuh yang lainnya.ia juga memberikan obat bubuk penyembuh luka dan meminumkan pil pemilih.


"bagaimana keadaan mu saudara ?"tanya Chen Liong kemudian.


ia melihat pemuda itu sudah agak baikan dan nafasnya sudah teratur kembali.


"terima kasih saudara, untung saudara cepat datang membantu ku".


"tidak apa-apa saudara,. sebenarnya apa yg terjadi di desa ini?siapa yg melakukan perbuatan sekejam ini ?"


"hhuufftt...ini semua adalah perbuatan sekte serigala hitam,mereka merampok dan menculik wanita muda.aku sudah berusaha menyelamatkan desa ku ini,namun mereka terlalu banyak sehingga hampir saja aku mati terbunuh dan untung saja saudara datang tepat waktu".


pemuda itu menceritakan semua kejadian sambil menghela nafas berat.


"di mana letak markas mereka?"


"di arah selatan desa ini,tidak terlalu jauh dari sini".


"baiklah...saudara silahkan istirahat dulu,jika keadaan saudara sudah baikan nanti maka carilah bantuan ke desa terdekat untuk menguburkan mayat-mayat ini.aku akan pergi menyelamatkan wanita-wanita itu dulu sekalian menghancurkan nya".


"baiklah saudara, berhati-hatilah saudara".


"tentu saudara,nanti saya akan kembali lagi menemui saudara"


lalu Chen Liong langsung berkelebat ke arah selatan.hanya sekejap mata sudah menghilang dari depan pemuda itu,hal ini membuat pemuda itu jadi kaget dan kagum akan kehebatan ilmu Chen Liong.


Dengan mengerahkan ilmu meringankan tubuh Selaksa dewa menunggang angin hanya beberapa waktu saja Chen Liong sudah sampai di tujuannya.


ia sudah sampai di depan gerbang masuk sekte serigala hitam.


Chen liong lihat mereka sepertinya sedang berpesta pora karena baru saja berhasil merampok dan mendapatkan banyak gadis muda.


"sshhuutttt...."


"tuk...tuk..tuk...tuk..."


secara beruntun empat orang penjaga gerbang sudah tertotok tanpa mereka tau apa sebabnya.


mata mereka melotot melihat seorang pemuda tampan masuk gerbang dengan tenang dan santai.


Chen liong walaupun tadinya emosi namun sekarang sudah bisa mengendalikan nya.


sesuai pesan gurunya yg di baca dalam catatan yg di tinggalkan nya kalau ia harus bisa selalu mengontrol emosi dalam situasi apapun.


Chen liong terus masuk tanpa banyak hambatan yg berarti,karena penjagaan sangat longgar sebab mereka sedang berkumpul dalam satu ruangan mengadakan pesta.


semua penjaga yg berkeliaran jika bertemu Chen Liong semua dengan mudah dapat di lumpuhkan dengan jurus selentikan jari sakti.


Chen liong terus mencari tempat di mana para wanita di tawan.dia melihat banyak rumah panggung yg berjejer di kiri kanan mengelilingi sebuah rumah paling besar dan paling bagus di antara lainnya.


pendengaran Chen liong yg tajam menangkap suara teriakan seorang wanita dari salah satu rumah panggung.

__ADS_1


sekali berkelebat dia sudah sampai di depan pintu rumah itu.


dia mendengar suara tangisan ketakutan dari dalam dan suara cempreng seorang pria yg tertawa gembira.


sekali tendang pintu rumah itu langsung hancur.chen liong melihat seorang pria sangar sedang meraba-raba tubuh seorang wanita yg sedang menangis itu.pakaiannya sudah setengah terbuka dan menyisakan pakaian dalam tipis nya saja lagi.


Chen liong sudah tau apa yg akan di lakukan pria itu.


"siapa kau bangsat !!berani sekali kau menggangu kesenangan ku,apa kau mau mam......".


"tuk...tuk..."


belom selesai pria itu bicara, nafasnya sudah berhenti tiba-tiba.karena Chen Liong sudah menotok jalan darah kematiannya.


"tenanglah nona,aku akan menyelamatkanmu.


dimana temanmu yg lainnya nona?"ujar Chen liong dengan tenang.ia tidak mau nona itu memiliki kesan takut padanya.


dia tau kalau wanita ini hatinya sedang tergoncang makanya ia berusaha bersikap setenang mungkin.


"terima kasih inkong, me..mereka ada di rumah panggung paling ujung sebelah kiri inkong".


"baiklah,. sekarang pakai pakaian mu kembali lalu pergilah keluar cepat,nona tidak usah takut karena semua penjaga sudah aku lumpuhkan".


lalu Chen Liong pergi dari sana untuk mencari tempat tahanan lainnya.dia harus menyelematkan para tawanan dulu sebelum menghancurkan markas mereka ini.


tidak butuh waktu lama untuk Chen Liong berhasil menemukan tempat tawanan itu,apa lagi tidak ada yg menghadang sebab mereka sibuk pesta mabuk-mabukan.


Chen liong langsung melepaskan semua tawanan dan menyuruh mereka cepat kembali ke desa mereka.


setelah itu barulah Chen liong menghampiri rumah besar itu.dia membuka pintu besar itu dengan santainya.


krekk


pintu terbuka dan mereka semua yg di dalam memandang ke arah pintu.mereka heran karena merasa tidak kenal dengan pemuda tampan ini.


Chen liong melihat sekitar seratus orang berkumpul di sini dan di paling ujung ruangan yg agak di tinggikan ada beberapa orang yg berderet duduk di kursi sekitar 10 orang.mungkin mereka adalah ketua sekte serta para tetua sekte.


"ilmu pedang tanpa wujud, gelombang pisau angin "


angin kencang berhembus saat Chen liong melambai kan tangannya.gelombang angin yg sangat tajam bagai sebilah pisau datang dengan gelombang yg dahsyat.


mereka tidak mengerti apa yg terjadi karena setengah mabuk.


"aakkhhh...akkhh...aakkhhh....aahhkkk..."


teriakan beruntun terjadi saat gelombang angin lewat,semua yg di lalui nya langsung terpotong.


bukan saja tubuh mereka yg terpotong tapi meja kursi pun ikut terpotong.


hanya yg duduk di kursi paling ujung yg selamat,sedangkan yg lainnya hanya beberapa orang saja yg masih hidup dan itupun dengan beberapa anggota tubuh yg terpotong.


pria sangar yg memakai baju hitam dengan lambang serigala dan memakai rompi bulu serigala berteriak marah pada Chen liong.


"apa-apaan kau ini !! datang-datang main bunuh,siapa kau anak muda kurang ajar?".


ghu Jiang sang ketua naik pitam.


dia benar-benar kaget melihat semua anak buahnya mati hanya dengan satu serangan saja.


"aku hanya ingin membasmi para iblis yg berwujud manusia seperti kalian".


Chen liong menjawab masih santai tanpa rasa takut.


"kurang ajar....!! para tetua,cepat bunuh pemuda ini ".ia memberi perintah pada para tetua yg berhasil selamat.


mereka saat melihat anak buahnya pada mati terpotong karena hembusan angin itu maka mereka cepat melompat mundur menghindari angin tajam itu,hingga yg terpotong hanyalah kursi meja mereka saja.


"baik ketua...".


mereka semua ada sembilan orang langsung mengepung Chen Liong.dengan tenang Chen liong melihat pergerakan mereka.


"seraaangg...!!"


mereka semua pun langsung bergerak secara bersamaan saat salah satu dari mereka memberi aba-aba.

__ADS_1


serentak mereka melepaskan pukulan terkuat mereka,ada yg memukul kepala,perut dan ada yg melepaskan tendangan.


semua pukulan mereka mengandung tenaga dalam cukup tinggi.namun tiba-tiba saja mereka kehilangan sasaran mereka karena Chen liong sudah menggunakan jurus langkah pembingung sukma.semua serangan lawannya dapat di hindari dengan manis.


para tetua yg menyerang jadi geram,karena di saat mereka merasa akan berhasil mendaratkan pukulan mereka namun tiba-tiba saja Chen Liong sudah bergeser.


dan mereka benar-benar bingung melihat pergerakan Chen liong yg sangat cepat dan praktis serta perpindahan posisi langkahnya membuat mereka kesusahan untuk menyerangnya.


"plak...plak..Desh.."


Chen liong menangkis pukulan kearah kepalanya dan menepis tendangan yg mengarah ke perutnya lalu menyarangkan satu pukulan pada satu orang yg terbuka pertahanannya.membuat orang itu langsung muntah darah.


"cukup main-main nya,mari kita akhiri secepatnya"ujar Chen liong.


"jurus Selaksa dewa mengacau lautan "


"buk..buk...buk...Desh..."


hanya beberapa gerakan saja,empat orang langsung tak sadarkan diri.


"plak..plak.. Desh...Desh..."


dua orang lagi langsung tepar...Chen Liong terus menyerang dengan gerakan yg sangat susah mereka ikuti.apalagi gerakan jurusnya menggunakan langkah pembingung Sukma membuat mereka tak bisa berbuat apa-apa terhadap Chen Liong namun mereka dengan mudah jadi sasaran empuk Chen Liong.


"tuk...tuk...tukk..."


beruntun sisanya mati terkena totokan jari sakti Chen Liong.jalan darah kematiannya sudah terkena selentikan jari sakti.


melihat semua tetua nya sudah habis di bantai Chen Liong dengan mudah membuat ghu Jiang sangat marah.


"bocah kurang ajar... terimalah kematian mu..!".


"pukulan serigala mengamuk..."


"wwhooossshhhh..."


ghu Jiang melepaskan pukulan terkuatnya pada Chen liong.ia ingin membunuh Chen Liong dengan sekali serang.jadi dia mengerahkan 80 persen tenaga dalamnya.


hingga angin pukulan berbentuk kepala serigala yg mengamuk siap menerkam mangsanya.medan yg di laluinya pun hancur digulung nya.


melihat serangan kuat yg datang, Chen liong tidak panik atau gentar.


"pukulan Selaksa dewa menggeser gunung ".


"SSHHUUTTTTHHHH....."


"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH"


Ledakan keras pun terjadi,separuh bangunan langsung hancur.ghu Jiang terlempar sangat keras dan memuntahkan darah segar dari mulut nya.dadanya terasa sesak,ia terluka dalam sangat parah.


dia tidak menyangka anak muda itu memiliki tenaga dalam begitu tinggi.


dan dia pun jadi pucat ketika melihat pemuda itu tidak bergeser dari tempatnya dan ada tirai tipis transparan dengan pola punggung kura-kura mengelilingi tubuhnya.


itu adalah zirah dewa kura-kura yg di kerahkan Chen Liong untuk menahan efek ledakan.


Chen liong masih terlihat tenang dan santai.


"cukup sampai disini permainannya "ujar Chen Liong.


"ampun pendekar muda,aku mohon ampuni nyawaku pendekar muda ".ghu Jiang memohon pada Chen liong.ia berharap Chen Liong melepaskan nya hari ini,lalu akan balas dendam kemudian hari.


"sayangnya kau sudah tidak bisa di maafkan lagi"


"ilmu pedang tanpa wujud,pedang angin membelah awan"


"sshuutthh....slash...slasshh...slasshh..."


tubuh ghu Jiang pun terbelah jadi beberapa potong.


setelah itu Chen liong membakar semua rumah dan markas yg ada di sana.


sedangkan anak buah sekte serigala hitam yg masih hidup dia totok dan memusnahkan ilmu silat mereka hingga mereka kembali menjadi orang biasa dan selamanya tidak bisa lagi berlatih ilmu silat.


setelah semua selesai lalu Chen Liong kembali ke desa untuk mengantarkan para wanita tawanan yg ternyata belum kembali karena takut.

__ADS_1


__ADS_2