PENDEKAR KEADILAN

PENDEKAR KEADILAN
43.Pertarungan Besar di Mulai.


__ADS_3

Saat keadaan sudah kembali tenang,maka terlihatlah kawah besar yg tercipta di antara dua kelompok itu.


mereka yg mengadu jurus serangan tadi Sama-sama menggeliat, ternyata kekuatan mereka berimbang.


melihat situasi ini,para murid empat manusia dewa merasa yakin bisa mengimbangi lawannya jika pertarungan satu lawan satu.namun mereka tak akan bertahan lama jika musuh main keroyokan.


empat orang utusan darah segera bergerak dan langsung menyerang mereka.empat lawan empat, untuk saat ini mereka masih mampu mengimbangi pertarungan ini.


Sian Eng menghadapi lawannya dengan jurus pedang kilat bayangan andalannya yg di padukan dengan ginkangnya yg tinggi membuat dia bergerak sangat cepat dan hanya terlihat seperti bayangan saja yg berkelebat menyerang musuhnya.


sedangkan lawannya adalah utusan darah ke empat,ia juga bergerak sangat cepat walaupun tidak secepat gerakan Sian eng.tapi dia terlihat tenang dan sangat berpengalaman dalam pertarungan dan ia juga petarung pengguna pedang.


sementara ini mereka masih terlihat seimbang, walaupun terlihat Sian eng yg lebih mendomonasi pertarungan.namun sebenarnya ia belum bisa mendesak lawannya.


sedangkan utusan darah ke tiga di hadapi oleh murid raja pengemis.ia bernama kwe An,jurus andalan yg sudah di kuasainya segera di keluarkan,karena ia merasa ini adalah pertarungan hidup mati.


Jurus raja pengemis dari Utara bergerak sangat lincah membalas serangan lawannya.lawannya adalah pengguna jurus telapak.


jurus telapak darah sangat berbahaya,sekali terkena sangat fatal akibatnya.hal ini membuat murid pengemis dari Utara ini bertarung sangat hati-hati,untuk sementara pertarungan mereka juga masih berimbang.

__ADS_1


sedangkan Murid Dewa mabuk yg bernama Ko Thian menghadapi utusan darah ke enam.


mereka sama-sama petarung tangan kosong juga.ko Thian mengeluarkan jurus-jurus dewa mabuk jadi andalan suhunya dan juga sudah di kuasainya dengan baik.


gerakan yg tidak teratur seperti orang mabuk cukup merepotkan musuhnya.namun utusan darah ke enam bukanlah lawan biasa,ia mampu mengimbanginya dengan baik.jurus serangan yg di lepaskan nya juga sangat kuat dan berbahaya.Jurus tinju Darah kematian yg dimilikinya memiliki daya pembunuh yg sangat kuat.


"tinju darah kematiaaaannn....!!!"


"wwwuuusshhhh...."


bayangan tinju raksasa berwarna merah darah melesat dengan cepat.


"SSWWOOSSSSHH...."


bayangan tinju raksasa yg sama besarnya dengan milik lawannya langsung menerjang ke depan.


"DDDUUUUUUAARRRRRRTTTTHHHHHH".


ledakan besar terjadi lagi,mereka berdua sama-sama terhentak mundur....

__ADS_1


kekuatan mereka masih berimbang, untuk saat ini masih sulit menentukan siapa yg lebih unggul.


saat ini utusan darah ke dua sedang memperhatikan semua pertarungan.ia sedang memperhatikan pertarungan utusan darah ke tujuh yg melawan seorang gadis murid manusia dewa yg menggunakan jurus pukulan kapas.


ia sangat tau kalau jurus ini memiliki bahaya tersembunyi,nampak ringan tidak bertenaga namun mengandung tenaga sakti yg tersembunyi.


saat ini utusan darah ke tujuh sering kaget dengan gaya serangan lawannya.ia tak menyangka kalau pukulan yg nampak biasa tanpa tenaga dari gadis muda itu ternyata memiliki tenaga tersembunyi yg kuat.


untung saja ia sudah sangat berpengalaman dalam pertarungan hidup mati.


pertarungan yg terjadi saat ini masih terlihat imbang.belum bisa di pastikan siapa yg akan jadi pemenangnya,hal ini membuat utusan darah ke dua jadi tidak sabar.


utusan darah ke dua tiba-tiba bersiul sangat keras.tidak lama kemudian berdatangan lah sepuluh orang dengan berbagai macam gaya dan senjata.mereka adalah para ketua sekte kecil dan menengah golongan hitam yg menyatakan takluk pada istana darah.


"serang mereka...keroyok mereka agar cepat selesai pertarungan ini...!!".perintah utusan darah ke dua.


sepuluh orang itupun segera bergerak maju mengeroyok empat orang murid manusia dewa itu.


mereka berempat jadi kaget,karena harapan untuk menang bagi mereka bisa dikatakan sudah tidak ada lagi....

__ADS_1


__ADS_2