PENDEKAR KEADILAN

PENDEKAR KEADILAN
35.Biksu Sepuh Siaw Lim sie.


__ADS_3

Di depan kuil bobrok yg sudah hancur separuh karena efek pertarungan sedang berdiri tiga orang,dua pria dan satu gadis bercadar.


"Toako benar-benar jenius muda dari Siaw Lim pay,ilmu silat toako sangat hebat..".kata In Nio memuji Yang San.


"ah...nona terlalu memuji,kepandaianku biasa saja jika di bandingkan dengan saudara ini".jawab Yang San sambil mengalihkan pandangannya pada Chen liong.


"sudahlah,tidak perlu di ributkan...kalau begitu kami mau pamit dulu melanjutkan perjalanan kami saudara Yang San,kami senang bisa kenal orang seperti saudara".jawab Chen liong kemudian.


"bagaimana kalau saudara bertemua dulu dengan suhu,beliau ingin bicara dengan saudara...".


entah sejak kapan datangnya, dalam jarak 10 meter sudah berdiri seorang biksu tua renta dengan kepala plontos namun berjenggot panjang dan putih.jubahnya juga sederhana namun tubuhnya terlihat masih bertenaga kuat.


matanya terpejam namun mulutnya bergerak-gerak sambil jarinya terus memutar tasbih di tangannya.


melihat hal ini membuat Chen liong sedikit kaget,karena dengan kepandaian nya saat ini sudah sangat jarang ada orang yg bisa mendekati nya tanpa ia ketahui.namun ternyata biksu tua ini mampu melakukannya,maka berarti biksu tua renta ini adalah salah satu biksu sepuh yg sangat sakti dari kuil siaw Lim sie.


"selamat datang locianpwe...".kata Chen liong sambil menjura hormat.


perlahan biksu tua itu membuka matanya yg terpejam.maka terlihatlah mata yg tenang,teduh dan polos seperti mata bayi.


Chen liong langsung tau kalau biksu tua ini sudah mencapai tingkat yg sangat tinggi dalam ilmu beladiri dan tenaga dalam.


"amithaba.... pinceng ingin beradu satu pukulan dengan sicu, pinceng harap sicu tidak menolak..".


mendengar permintaan biksu tua itu membuat Chen liong kaget dan bingung.ia tak mengerti apa mau biksu tua ini dengan tiba-tiba meminta beradu satu pukulan dengannya dan sepertinya ia tidak bisa menolak.


"baik...mari silahkan locianpwe..."


mereka berdua langsung bersiap untuk mengadu pukulan dan Yang San serta In Nio segera menyingkir menjauh.mereka ingin melihat dari tepi dan jarak yg aman dari efek ledakan tenaga pukukan mereka.


biksu tua itu terlihat mengangkat telapak tangannya dengan perlahan dan seperti tidak bertenaga.namun tiba-tiba....


"sswwoosssshh...."

__ADS_1


Tapak Raksasa warna emas yg sangat terang menyilaukan mata langsung tercipta di depannya dan langsung bergerak menyerang ke arah Chen liong dengan lambat dan tenang.


namun debu dan pasir berhamburan di setiap jejak yg di laluinya.


melihat serangan Tapak Budha Emas yg sudah mencapai tahap sempurna dari biksu tua itu,membuat Chen liong tidak bisa main-main.


ia mengempos tenaga sakti Selaksa dewa miliknya.lalu ia pun mendorong kan tapak tangannya ke depan.


"jurus pukulan Selaksa dewa mendorong gunung..."


"sswwoosssshh..."


tapak Raksasa putih transparan juga tercipta dan melesat menyambut pukulan tapak Budha emas biksu tua itu.


"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH..."


guncangan yg sangat kuat tercipta,debu dan pasir berhamburan.pohon-pohon banyak yg tumbang dan kuil bobrok itu ambruk rata dengan tanah.


setelah cuaca kembali tenang,maka terlihatlah biksu tua itu masih berdiri di tempatnya namun kakinya melesak ke dalam tanah sampai mata kakinya.


sedangkan Chen liong pun kakinya juga melesak ke dalam tanam sampai mata kakinya namun ada garis sepanjang dua langkah di depannya.itu artinya dia terseret sejauh dua langkah dari posisi semulanya.


Chen liong sangat kaget namun juga kagum,karena ia sudah mengeluarkan 80 persen tenaga dalamnya tapi masih terseret dua langkah dari posisinya.


sedangkan biksu tua itu juga sangat kaget dan sangat kagum akan kemampuan Chen liong.ia yg sudah menggunakan 60 persen tenaga saktinya masih tidak mampu merobohkan pemuda ini.


"amithaba...sicu benar-benar generasi muda terhebat yg pernah pinceng temui.."


"locianpwe terlalu berlebihan, boanpwe bukanlah apa-apa di depan locianpwe..."


"siapakah kau sebenarnya anak muda,aku pernah mendengar tentang jurus yg kau gunakan tadi.itu salah satu jurus terkuat yg menjadi legenda dunia persilatan..."


tanpa menjawab pertanyaan biksu tua itu,Chen liong mengambil sesuatu dari balik bajunya dan melemparkannya ke arah biksu tua itu.

__ADS_1


biksu tua itu menyambut nya dan melihat benda itu.matanya langsung terbuka lebar saat melihat benda itu,karena benda itu adalah sebuah lencana dan bendera lambang bengcu dunia persilatan.


"amithaba...jadi sicu adalah...".


kata-katanya langsung terhenti saat melihat isyarat dari Chen liong.ia pun mengerti maksudnya,lalu ia pun kembali melemparkannya pada Chen liong.


"harap locianpwe bisa memberi tahu hanya kepada orang-orang yg pantas tahu saja".


"baiklah sicu,pinceng mengerti..."


"kalau begitu boanpwe ingin undur diri melanjutkan perjalanan".


"silahkan sicu..."


lalu Chen Liong mengajak In Nio pergi setelah bicara beberapa kata pada Yang San.


mereka pun kembali melanjutkan perjalanan mereka.


setelah Chen liong pergi,biksu tua itu memanggil Yang San.


"pergi ikuti mereka,bantu mereka sekuat tenaga mu.."kata biksu tua itu.


"baik suhu...."jawab Yang San sambil menjura hormat pada suhunya.


saat ia mengangkat kepalanya,ia sudah tidak melihat biksu tua itu lagi...


"suhu benar-benar tidak bisa di tebak,datang dan pergi tanpa bisa di ketahui..."gumam Yang San sambil geleng-geleng.


lalu ia pun berkelabat ke arah Chen liong pergi.


siapakah biksu tua itu??dia adalah salah satu biksu sepuh dari Siaw Lim sie.ia adalah Suheng dari hongtiang Siaw Lim sie yg sekarang dan merupakan hongtiang terdahulu sebelum yg sekarang.


ia biksu tua yg paling hebat kepandaiannya dalam generasi tua Siaw Lim sie.ia tidak akan muncul kalau Siaw Lim sie tidak dalam bahaya besar yg membuat kehancuran buat partainya.

__ADS_1


__ADS_2