
saat ini si gemuk pemabuk dan pengemis kurus itu benar-benar kagum akan apa yg di lakukan Chen liong tadi.
dengan perlahan mereka mendekati Chen liong,
terlihat si gemuk pemabuk itu sekarang seperti orang normal dan tidak ada tanda-tanda seperti orang mabuk dan begitupun si pengemis kurus itu juga terlihat sangat kuat dan kokoh.
"terima kasih anak muda,kau telah membantu kami di saat yg tepat.hampir saja kami melakukan adu nyawa karena keteledoran kami".ujar si pengemis pada Chen liong.
"ini gara-gara pengemis kurus ini,o...ya siapa namamu anak muda.aku belum pernah mendengar ada Pendekar muda sehebat kamu".sambung si gemuk pemabuk.
"wanpwe bernama Chen liong, wanpwe hanya kebetulan saja melewati jalan ini dan kebetulan melihat kejadian tadi.mohon locianpwe berdua maafkan akan kelancangan wanpwe barusan".jawab Chen liong sambil menjura hormat.
"ah...tidak apa-apa anak muda, malahan kami sangat berterima kasih atas bantuannya".ujar si pemabuk sambil menenggak arak dari gucinya.
"maaf locianpwe...kalau boleh wanpwe tahu siapakah locianpwe berdua ini,karena wanpwe baru pertama kali mengembara hingga belum banyak yg wanpwe kenal".kata Chen liong kemudian.
"hahaha....kami sudah tidak ingat lagi dengan nama kami,hanya saja orang dunia persilatan biasa memanggilku dewa pengemis tongkat sakti dan dia si dewa mabuk.kau juga boleh memanggil kami seperti itu".si pengemis itu yg menjawab.
"oohh...jadi locianpwe berdua adalah dua orang dari empat dewa dunia persilatan.salam hormat dari wanpwe pada locianpwe berdua".Chen liong pun kemudian menjura hormat lagi.
karena walau bagaimanapun mereka adalah orang-orang kenamaan dunia persilatan.
"oh...ya, wanpwe baru ingat sekarang.tadi wanpwe mendengar kabar secara tidak sengaja dari orang golongan hitam kalau ISTANA DARAH akan melakukan pengepungan pada saat pertemuan murid 4 dewa nanti, kabarnya mereka ingin melenyapkan bibit muda yg akan jadi sandungan buat mereka nanti di masa depan".terang Chen liong kemudian.
"apaaaa....!!"
serentak mereka berdua kaget mendengar kabar dari Chen liong.
"kalau begitu kita harus cepat menyusul mereka agar tidak terlambat menyelamatkan mereka dari petaka ini".ujar dewa pengemis.
"wanpwe dengar kalau mereka juga sudah menyiapkan lawan yg sepadan untuk locianpwe berempat yaitu lima iblis Datuk dunia persilatan".tambah Chen liong kemudian.
"ah...mereka sudah lama hilang dari dunia persilatan,kenapa sekarang mereka bisa muncul.ini akan sangat berat jadinya, bagaimana menurutmu lo-kai? ".kata dewa mabuk sambil memandang dewa pengemis.
"hhmmm... menurutku, kita harus bergegas menyusul mereka.kau pergilah dulu dan aku akan Pergi mengabari saudara kita yg lainnya (dua dewa lainnya)terlebih dahulu karena mungkin mereka juga sudah dalam perjalanan menyusul kemari".kata dewa pengemis mengambil keputusan.
"baiklah kalau begitu,dan kau anak muda mau kemana?".jawab dewa mabuk juga sekalian bertanya pada Chen liong.
"wanpwe rencananya juga mau ke arah sana,silahkan saja locianpwe berangkat terlebih dahulu agar tidak memperlambat jalan locianpwe". jawab Chen liong.
"baiklah...kalau begitu kita berpisah dari sini".
mereka berdua pun langsung berkelebat ke dua arah yg berbeda.hanya dalam sekejap saja mereka sudah tidak terlihat lagi dan tinggallah Chen liong sendiri di sana.
"mereka benar-benar aneh".gumam Chen liong.
lalu diapun melangkahkan kakinya melanjutkan perjalanannya.
###
setelah melakukan perjalanan setengah hari,Chen liong melihat sebuah desa sudah tak jauh lagi.
__ADS_1
Chen liong pun mempercepat larinya menuju desa itu.namun saat Chen liong sampai di gerbang desa itu,ia mendengar suara ratap tangis dan suara teriakan pertempuran.ada juga suara tawa bercampur suara tangisan wanita.
Chen liong mempercepat langkahnya,ia melihat di tengah lapangan desa itu ada seorang pemuda bertubuh tinggi besar seperti manusia raksasa sedang di keroyok oleh 10 orang pasukan darah topeng putih.pemuda itu sudah di penuhi luka di sekujur tubuhnya namun dia masih terus melakukan perlawanan dengan gigih.
sedangkan di sebelah lapangan terlihat banyak penduduk desa yg di kumpulkan jadi satu di sana.di bagian kanan ada 2 orang pasukan darah topeng emas, seperti nya mereka berdua pemimpin di sini.
di beberapa tempat Chen Liong juga melihat ada beberapa mayat yg berserakan.
Chen liong sangat marah saat melihat 5 orang pasukan darah topeng putih sedang melecehkan dua orang gadis di sana tanpa malu.
maka dia pun langsung berkelebat ke sana,
"jurus pedang tanpa wujud,jari pedang".
gumam Chen liong sambil menegakkan jarinya,maka terbentuklah sebilah pedang dari tenaga dalamnya namun tidak dapat di lihat orang.
Chen liong langsung menggunakan jari pedang nya menusuk atau menebas mereka berlima seperti dia seolah memakai pedang sungguhan.dia mengayunkan jari pedangnya sebanyak lima kali hanya dalam satu gerakan cepat.
"akh...akhh...aarrgg....aakkhhh...akkhh..."
lima kali teriakan beruntun mengejutkan semua orang.mereka semua memalingkan wajahnya ke arah Chen liong yg sedang berdiri dengan santai dan tenang,ia telah membunuh lima musuhnya dalam satu tarikan nafas.
semua anggota pasukan darah benar-benar marah melihat kejadian itu.mata mereka memerah dan niat membunuh mereka bertambah kuat.
"siapa kau anak muda??berani sekali ikut campur urusan kami para pasukan dari istana darah!!".teriak seorang topeng emas pada Chen liong.
"aku akan turut campur setiap ada kejahatan dan akan menumpasnya tanpa sisa ".jawab Chen liong tenang.
maka mereka semua yg tadi mengeroyok si pemuda raksasa pergi meninggalkannya dan langsung pergi menyerang Chen liong.
dengan semangat dan niat membunuh yg kuat merekapun menyerang Chen liong.sabetan golongan,tusukan pedang pukulan tenaga dalam semua datang membanjir sekaligus mengarah tubuh Chen Liong.namun Chen liong hanya tersenyum santai melihatnya.
"Trang..tring...buk..buk..slasshh...shhuthhh..."
berbagai macam bunyi senjata dan pukulan terdengar sangat keras,namun setelah beberapa saat kemudian mereka mundur menjauh dengan kaget memandang ke arah Chen liong.
mereka kaget karena semua serangan mereka hanya sampai pada jarak satu meter dari tubuh Chen Liong.mereka hanya mengenai sebuah tirai pelindung transparan yg sangat kuat.
hal ini terjadi karena Chen Liong sudah memasang perisai ZIRAH DEWA KURA-KURA saat mereka datang melihat.
"sekarang giliranku "ujar Chen liong.
"pukulan tapak dewa menggulung langit".
"SWWOOSSHHH...."
bayangan tapak raksasa muncul menyerang mereka, kelihatan sekali kekuatan kehancuran menggulung semua yg di lewati nya.
"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH.."
mereka semua langsung di ledakkan,pasir dan debu berhamburan memenuhi lokasi ledakan.
__ADS_1
setelah semua pasir dan debu hilang maka terlihatlah mayat pasukan darah yg berserakan,tidak ada yg utuh.
si topeng emas sangat gusar,mereka berdua pun langsung maju menyerang Chen liong dengan serangan terkuat mereka.
terlihat kalau topeng emas yg pertama menggunakan ilmu pukulan ang see ciang atau pukulan pasir merah karena nampak seluruh lengannya berwarna merah seperti bara api panas.pukulan ini mengandung racun yg mematikan.
sedangkan yg satunya lagi menggunakan jurus pedang.
mereka menyerang Chen liong dengan cepat dan kuat.kelihatannya mereka sudah terbiasa kerja sama menyerang musuh.
namun Chen liong dapat mengelakkan semua serangan mereka,dengan menggunakan langkah pembingung Sukma maka ia bergerak seperti bayangan yg membuat lawannya bingung.
ke dua topeng emas itu benar-benar geram melihat pukulan dan sabetan pedang mereka tak satupun yg mampu mengenai tubuh Chen liong.padahal mereka sering merasa akan mengenai sasaran nya namun hanya sekejap saja sudah bergeser atau di Sentil nya dengan ujung jarinya hingga membuat pukulan mereka selalu melenceng dari sasarannya.
Chen liong terus mengelak dan sesekali menyentil atau menepis serangan mereka.
"plak..plak..Duk..Duk..."
mereka segera terpisah setelah beradu serangan yg membuat si topeng emas terlempar karena kalah tenaga.
"siapa bocah ini,tenaga dalamnya sangat kuat di usia begini muda".mereka bergidik memikirkan perkembangan Chen liong di masa depan.
kedua orang topeng emas itu saling berpandangan sejenak lalu sama-sama mengangguk.sepertinya mereka sudah sepakat.
"pukulan racun pasir merah "
"sshuutthh...."
"tebasan pedang kehancuran "
"wwiiiinnnnngggggggg...."
suara pukulan mereka menggema sangat keras dan penuh daya hancur yg sangat kuat.
melihat pukulan yg mengarah padanya lalu Chen Liong pun mengempos tenaga dalamnya dan mengepalkan ke dua tangannya.
"pukulan tinju dewa,tinju ganda..."
"sswwoosssshh...."
bayangan dua buah tinju raksasa melesat dari kepalan Chen liong.
"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH..."
ledakan lebih dahsyat dari yg sebelumnya terjadi.desa itu terguncang keras,para penduduk desa lari menjauh takut terkena dampaknya.sedangkan pemuda raksasa itupun juga ikut menjauh dan terlihat wajah kaget dan kagumnya.
setelah semua tenang dan debu menghilang maka terlihatlah kawah cukup besar di sana dan di dalamnya terlihat serpihan tubuh yg berserakan.
rupanya dua orang pasukan topeng emas mati dengan tubuh hancur.chen liong masih berdiri dengan kokoh seperti batu karang.
hanya terlihat kakinya agak melesak ke dalam tanah sedalam mata kakinya akibat menahan gelombang kejut pukulan mereka.
__ADS_1