
Biksu muda itu cepat mengatupkan kedua tangannya sambil mulutnya berkemak-kemik membaca doa-doa aliran Buddha.
setelah perasaannya agak tenang barulah membuka matanya dan berjalan ke arah kedai itu kembali.
"mohon maaf atas kejadian ini tuan,aku harap tuan bisa membantuku untuk membereskan kerusakan dan mayat-mayat yg ada di sini".kata biksu muda itu pada pemilik kedai makan itu sambil menyerahkan beberapa koin emas.
lalu biksu muda itu menghadap ke arah Chen liong dan In Nio.
"kalau saudara tidak keberatan,mari ikut dengan cayhe.karena cayhe rasa sebentar lagi kelompok yg akan mereka temui di sini pasti akan sampai di sini, lebih baik kita segera meninggalkan tempat ini dan menunggu mereka di luar kota".kata biksu muda itu dengan ramah dan sopan.
ia tahu kalau mereka berdua ini adalah orang yg memiliki kepandaian hebat yg di sembunyikan.
"baiklah,kalau begitu kami akan ikuti saudara".
jawab Chen liong juga dengan ramah.
lalu mereka bertiga pun berjalan bersama mengikuti biksu muda itu.
mereka berjalan ke arah gerbang selatan dan keluar dari sana menuju luar kota.
setelah berjalan sekitar 20 menit maka mereka berhenti di depan sebuah kuil bobrok tidak jauh ke dalam hutan.
biksu muda itu memimpin jalan menuju kuil tua itu dan mengajak mereka masuk ke dalam.
ternyata di dalamnya cukup bersih,sangat berbeda dengan bagian luarnya.
setelah duduk di lantai yg cukup bersih di ruangan kuil itu barulah mereka mulai bercakap-cakap.
"maaf saudara, perkenalkan cayhe YANG SAN hwesio dari Siaw Lim pay.siapaka saudara berdua ini?".
"aku Chen liong dan ini nona In Nio.kami hanyalah pengembara yg kebetulan lewat di sini".
"oh...saudara sepertinya bukan orang biasa, sepertinya saudara sangat pandai menyembunyikan kepandaian saudara".
"tidak..tidak...kami tidak sebanding dengan saudara yg sudah kami lihat kehebatan saudara tadi".
"sudahlah..tidak usah kita bahas lagi,sambil menunggu antek-antek mereka datang sebaiknya kita beristirahat dulu".
"baiklah saudara....".
lalu mereka pun beristirahat,Chen liong kembali melakukan semedi untuk menyembuhkan semua luka dalamnya.
*****
sementara di kedai makan tempat pertempuran itu sedang ribut karena sekelompok orang mengamuk karena melihat anggota sekte golok iblis yg sudah menjadi mayat.
mereka adalah orang-orang dari Sekte Lima Racun.mereka sangat marah karena sekutu mereka di bantai saat mereka akan mengadakan pertemuan.
merekapun mencari informasi dari orang-orang di sana dan pemilik kedai itu.
"cepat katakan siapa pelakunya dan kemana pergi mereka".seorang pria sangar dengan codet di keningnya menghardik pemilik kedai mencari informasi.
"aaamm..amppun tuan, pelakunya adalah seorang biksu muda tuan... mereka pergi keluar dari gerbang selatan kota tuan".jawab pemilik kedai itu dengan ketakutan.
"ayo kita kejar mereka,kalau tertangkap nanti akan kita siksa dengan racun dari sekte kita.biar dia tau rasanya lebih baik mati daripada tersiksa racun kita nanti".
lalu mereka pergi menuju gerbang selatan kota.
mereka beramai-ramai menuju ke hutan di luar kota gerbang selatan.
__ADS_1
terlihat yg paling depan seorang pria tua berjenggot putih.terlihat kukunya berwarna hitam sebagai pertanda mengandung racun ganas.sedangkan di kiri kanannya juga ada pria paruh baya yg terlihat juga berkepandain tinggi,hanya sedikit di bawah pria tua itu yg merupakan ketua sekte lima racun yg bernama Setan Lima Racun Shu Jun.
setelah berjalan beberapa menit kemudian mereka sampai di depan sebuah kuil tua yg bobrok.
pria tua itu memberi isyarat pada anak muridnya.
"heeii...kalian yg ada di dalam kuil cepat keluaaar!!!...hei biksu keparat cepat keluar...!!!".
teriak salah seorang murid.
tidak berapa lama kemudian keluarlah tiga orang dari dalam kuil.mereka berjalan dengan tenang tanpa rasa takut.
Chen liong dan In Nio sudah ambil keputusan untuk ambil bagian dalam pertarungan kali ini.
karena mereka sudah dapat informasi dari si biksu muda Yang San kalau mereka adalah sekte sesat yg sangat meresahkan masyarakat.
"hei...biksu keparat...kau kah yg telah membunuh semua anggota sekte GOLOK IBLIS?".
"amithaba...cayhe hanya menunjukkan jalan kebenaran saja pada mereka".
"ccuuiihhh...jangan sok suci kau biksu busuk...
teman-teman,ayo kita cincang mereka bertiga".
"hhiaatthh....."
dia langsung menyerang Yang San dengan cakar nya, kukunya yg hitam mengandung racun yg sangat mematikan.ia berharap bisa menggores sedikit saja kulitnya itu sudah cukup baginya untuk membunuh lawannya.
"plak...plak...Desh..."
"aarrrggghh..."
membuat lawannya langsung tak mampu bangun lagi.
"ayo semuanya...seraaaaanngg...!!!".
maka bergeraklah semua anak murid sekte lima racun,mereka menyerang dengan ganas dan niat membunuh mereka benar-benar sangat pekat.
terjadilah pengeroyokan 25 orang lawan 3 orang,namun mereka bertiga menghadapi mereka semua dengan tenang.
keroyokan mereka semua tak ada artinya bagi mereka bertiga.chen Liong dengan tenang menangkis dan membalas serangan mereka, dengan mudah ia membagi-bagi pukulan dan tendangan pada mereka.
"duk..Duk..plak..Desh... Desh... Desh..."
"aargg...aarrrggghh... aarrrggghh.."
tiga orang langsung di kirim terbang oleh Chen liong.menyusul kemudian dua orang juga di kirim terbang oleh Yang San yg menggunakan jurus Cakar Naga dan Pukulan Kim kong.
In Nio juga tidak mau kalah,jurus Tarian Dewi Kematian membuatnya menari-nari dengan anggun dan lembut namun memiliki kekuatan yg membawa kematian di setiap serangannya.
hanya butuh waktu beberapa menit saja bagi mereka untuk menjatuhkan semua lawan-lawannya.
Setan Lima Racun Shu Jun sangat marah melihat anak muridnya terbaring lemah dalam waktu singkat.bahkan beberapa orang ada yg sudah mati.
akhirnya mereka bertiga pun langsung terjun ke dalam pertarungan.3 lawan 3 pun segera terjadi dengan dahsyat.
Setan Lima Racun Shu Jun langsung berhadapan dengan Yang San.dua orang lainnya melawan Chen liong dan In Nio.
Shu Jun menggunakan jurus cakar lima racun yg di hadapi Yang San dengan jurus Cakar Naga.mereka berdua sama-sama menggunakan jurus cakar.
__ADS_1
Jurus Cakar Naga milik Yang San sangat kuat dan memiliki gerakan yg sulit di tebak.sebagai salah satu dari 72 Jurus sakti dari partai Siaw Lim tentu saja jurus ini sangat kuat dan luar biasa.
sedangkan jurus cakar lima racun memilki kekuatan di bawah jurus Cakar Naga namun ia mengandung Racun yg sangat ganas dan mematikan.hingga untuk sementara mereka masih seimbang.
Chen liong sendiri menghadapi lawannya dengan santai.baginya ilmu silat lawannya masih jauh dari cukup untuk membuatnya bertarung serius.ia menggunakan langkah pembingung Sukma hingga membuat lawannya bingung tanpa bisa menyarangkan Pukulannya pada Chen liong.
hingga membuatnya marah dan mengeluarkan jurus pukulan andalannya.
"pukulan Lima Racun 7 langkah kematian ".
"SSWWOOSSSSHH...."
angin pukulan Lima warna yg mengandung lima macam racun ganas segera menuju ke arah Chen liong.dengan tenaga Chen liong mengayunkan pukulannya.
"pukulan tinju dewa,tinju dewa tunggal"
"sshhuutttt..."
siluet bayangan tinju raksasa melesat menyambut serangan itu.
"bboommmm..."
debu dan pasir berhamburan, beberapa pohon ada yg tumbang karena efek ledakan itu.
setelah semua tenang,maka terlihatlah orang sekte lima racun itu sudah terbaring di dalam kawah yg cukup dalam.dadanya melesak dan tangannya hancur karena tidak sanggup menahan serangan balik Chen liong.
sementara In Nio juga sudah menyelesaikan pertarungannya.dengan ilmu pukulan telapak Dewi kematian membuat lawannya langsung terkapar dan mati dengan mata melotot karena tak percaya akan mati dengan mudah di tangan lawannya.
sekarang Chen Liong dan In Nio hanya menonton pertarungan Yang San.
"pukulan Tapak Lima racun kematian "
"sshhuutttt..."
bayangan tapak dengan 5 macam warna dan mengandung racun mengarah pada Yang San.
semua rumput dan pohon yg di lewatinya langsung mati dan mencair.
Yang San juga tidak mau kalah,ia pun mengempos tenaga dalamnya.
"Pukulan Tapak Budha Emas "
"SSWWOOSSSSHH..."
bayangan Tapak Budha raksasa warna emas keluar menyambut serangan lawannya.
"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH"
guncangan yg sangat kuat melanda hutan itu,angin ledakannya cukup luas.chen liong dan In Nio masih berdiri di tempatnya karena Chen Liong memasang perisai ZIRAH DEWA KURA-KURA hingga efek ledakan itu tidak berpengaruh pada mereka.
setelah semua reda, terlihatlah kawah besar dan dalam di lokasi ledakan pukulan itu.
Shu Jun terbaring lemah, mulutnya tidak hentinya mengeluarkan darah.ia tinggal selangkah lagi ke jurang kematian.
"ssllassh...."
"aarrrggghh..."
akhirnya ia mati juga dengan kening berlubang,Yang San membunuhnya dengan jurus Jari Budha langit.
__ADS_1
Chen liong dan In Nio juga sangat kagum dengan kepandaian Yang San.ia benar-benar jenius muda dari kuil Siaw Lim sie....