
Setelah kepergian pengemis muda yg ternyata adalah pendekar tapak naga yg namanya sedang harum akhir-akhir ini barulah Sian eng menanyai toako nya yg dari tadi membuatnya penasaran.
"liong'ko ...ayo cerita kan pengalaman toako.darimana toako belajar ilmu kesaktian sehebat ini ?". tanya Sian Eng kemudian.
"bagaimana kalau kita pergi mencari tempat makan dulu Eng moi,nanti toako janji akan menceritakan semuanya padamu".
"baiklah kalau begitu toako,ayo kita cari desa terdekat dari sini "
lalu mereka pun berkelebat dari sana,Sian eng pun menggunakan ginkang kebanggaan nya untuk menguji toako nya.dia yakin kalau masalah ginkang dia tidak akan kalah lagi sebagai murid si ratu ginkang.
namun kenyataannya berbeda,secepat apapun Sian eng menggunakan ginkangnya maka Chen liong tetap berada satu langkah di belakangnya sambil tersenyum dan bersikap tenang.dan juga tidak terlihat kalau dia kesusahan mengikuti kecepatan nya.
tentu saja Sian eng akan kecewa karena Chen liong juga menggunakan ilmu meringankan tubuh tingkat tinggi ilmu langkah Selaksa dewa menunggang angin yg bergerak cepat seperti angin dan ringan seperti kapas.di tambah lagi tenaga dalam Chen Liong yg sudah mengimbangi Tenaga Dalam ketua partai besar.
beberapa jam kemudian mereka menemukan sebuah desa yg cukup ramai.mereka berhenti berlari agak jauh dari gerbang desa agar tidak menarik perhatian orang.
mereka melihat di gerbang desa tertulis nama desa fusan.
mereka pun masuk dan melihat desa ini cukup ramai,lalu langsung mencari rumah makan.
mereka pun menemukan rumah makan cukup besar di desa itu.
setelah masuk dan duduk di tempat kosong mereka pun memesan beberapa macam makanan.
setelah menunggu beberapa lama,pesanan merekapun datang dan langsung mereka santap tanpa banyak bicara.
setelah selesai makan barulah Chen liong mulai bercerita pengalaman nya sambil minum teh hangat.
Sian eng sangat kagum akan pengalaman Chen Liong dan dia pun sangat geram pada iblis darah kelima yg membuat nya jatuh ke jurang namun dia pun sangat bersyukur akan keberuntungan toakonya.
"begitulah sumoi, yg toako alami selama 5 tahun ini "Chen Liong mengakhiri ceritanya.
"toako sangat beruntung mendapatkan warisan dari tokoh maha sakti itu dan mendapatkan berbagai macam ilmu Tingkat tinggi"
"Toako hanya berharap bisa menolong orang-orang yg membutuhkan dan menegakkan ke Adilan di dunia ini"
"Siaw moi akan selalu siap membantu liong'ko"
"terima kasih sumoi "
Sian Eng sangat kagum pada toakonya ini,sangat baik,sakti dan tampan.pipi Sian Eng tiba-tiba jadi merah,dia menundukkan wajahnya agar tidak terlihat oleh Chen liong namun Chen liong sudah melihatnya.
"kau kenapa sumoi?"
"eh...tidak apa-apa liong'ko"
"o ya sumoi,mau kemana tujuan mu selanjutnya?"
"Siaw moi mau pergi ke puncak tebing gunung harimau di bagian selatan luliangsan,kami akan melakukan pertemuan sesama murid 4 dewa dunia persilatan.kami mewakili guru kami untuk latih tanding menguji kemajuan ilmu silat masing-masing.ini sudah terjadi 4 kali pertemuan dan kali ini mereka sepakat kalau kami para murid yg melanjutkan kebiasaan mereka ini yg di adakan setiap 5 tahun sekali".
"oh...jadi begitu ya,kalau begitu nanti kita terpaksa harus berpisah dulu sumoi ".
"memangnya liong'ko mau kemana?kenapa tidak ikut siawmoi saja kesana ".
Sian Eng masih belum rela untuk berpisah dengan pemuda tampan yg membuat hatinya berdebar.
" tidak eng moi,toako mau ke kota raja eng moi"
"baiklah kalau begitu liong'ko,ayo kita pergi"
setelah membayar makanan mereka lalu pergi keluar dari desa itu.
mereka berlari santai hingga kembali memasuki kawasan hutan,saat mereka sedang berlari berendengan sambil bercakap-cakap tiba-tiba mereka mendengar suara teriakan minta tolong dan suara tawa yg terdengar cukup menyeramkan.
setelah sama menoleh lalu mereka berdua berkelebat ke arah suara itu.
"tidaaakkk....aku mohon lepaskan aku tuan".
__ADS_1
"hahahaha....tenanglah cantik,kami akan membuatmu merasakan nikmatnya surga dunia...hhaahaahah"
Chen Liong dan Sian Eng melihat 5 orang pria berwajah bengis sedang melecehkan seorang gadis muda.bajunya sudah banyak yg sobek di sana sini.melihat hal itu Sian eng langsung marah.
"hai...cepat kalian lepaskan Cici itu ".
mendengar suara bentakan itu mereka berlima langsung berpaling.
saat mereka melihat Sian eng, mereka langsung menyeringai dengan jakun turun naik.
mereka benar-benar senang melihat Sian Eng.
"hahaha.... lihatlah toako,ada bidadari yg datang menghampiri kita.sepertinya keberuntungan kita 5 SETAN GOA SILUMAN sangat bagus hari ini... hahahaha..".
"benar ji-ko kita akan bersenang-senang dengan bidadari cantik hari ini "
Sian Eng benar-benar marah mendengar kata-kata mereka,sedangkan Chen liong mengerutkan keningnya.
"tutup mulut busukmu itu sialan,atau aku akan memotong lidah kalian berikut kepala kalian".
"eits... tenanglah cantik,jangan galak begitu,sebaiknya kita bersenang-senang dulu.
perkenalkan kami 5 saudara she Gak di jamin tidak akan mengecewakan mu cantik".seringai pria itu yg memakai baju warna coklat dan celana hitam,dia bernama Gak bo peng.
"lihatlah baik-baik kami berlima yg sangat perkasa ini,kau lihat yg ini adalah adik ke lima bernama Gak sun tang,yg ini adik ke empat Gak mu dha,ini kakak kedua Gak Bu dhek dan itu kakak pertama kami Gak Bun shu.apa kau masih berani menolak kami 5 setan goa siluman".lanjutnya sambil menjilati bibirnya melihat Sian Eng.
mata mereka jelalatan memandangi seluruh tubuh Sian Eng.
Sian Eng merasa di telanjangi oleh mata mereka, membuat amarahnya meledak.
"dasar setan cabul,rasakan ini."
"HHIIAATTTTTTHHH....plak..plak..plak..Duk..Duk.."
tiga orang dari 5 setan goa siluman langsung kena telak di tampar Sian Eng, sedangkan yg dua berhasil menangkis serangan kilat Sian eng. walaupun begitu, membuat mereka sangat kaget akan kecepatan Sian Eng.
"dasar gadis kurang ajar,lihat saja saat kau jatuh di tangan kami...akan kami buat kau menderita".
dengan jurus cakar setan dia menyerang Sian Eng dengan ganas.sian eng juga menghadapi nya dengan tak kalah hebatnya.segera saja Sian Eng mengeluarkan jurus tarian bidadari.
terlihat tubuhnya dan gerakannya seperti orang menari,terlihat lembut tapi berisi dan gemulai tapi sangat cepat.setelah beberapa jurus kemudian.
"plak..plak..plak..Desh.. Desh..."
setan ke lima terkena pukulan telak Sian Eng di dadanya dan satu tendangan berputar mengenai pinggang nya, hingga membuat setan ke lima terlempar ke arah saudaranya yg lain.
melihat adik ke lima mereka di kalahkan dalam beberapa jurus membuat mereka semakin marah.
"ayo kita cabik-cabik gadis jalang ini,kita serang bersama dia memiliki ginkang yg tinggi.kita gunakan jurus barisan Lima gelombang cakar setan ".teriak sang toako atau setan pertama gak Bun Shu.
merekapun menyerang Sian Eng menggunakan jurus barisan/formasi serangan bersama.
terlihat pukulan cakar setan mereka menyerang Sian bergelombang bergantian membuat Sian eng kesusahan bernafas karena pukulan mereka datang secara bergantian tanpa henti.
kelihatan nya mereka sudah benar-benar terlatih dan sudah biasa menggunakan barisan ini untuk menghadapi musuh kuat.
apalagi mereka semua adalah pendekar kelas satu,tentu saja tenaga mereka tidak bisa diremehkan.
saat Sian eng mengelak ke kiri maka akan ada yg menahannya, sedangkan yg lainnya akan menyerang bagian lain dan arah yg lain pula.
untung saja Sian Eng memiliki ginkang yg melebihi lawannya sehingga dia mampu menghindari serangan musuhnya.
namun kalau lama seperti itu tentu saja dia akan kelelahan juga.
melihat Sian Eng yg mulai kewalahan maka Chen Liong memutuskan untuk membantu sumoi nya.
dengan ilmu langkah pembingung Sukma dia bergerak menyerang mereka secara bergantian.
__ADS_1
"plak...plak...Desh..Desh...bbomm.."
setan pertama dan kedua berhasil menangkis sedangkan yg dua lagi tak sempat menangkis dan mengenai dada mereka dan satu orang sempat beradu pukulan dengan Chen Liong hingga membuatnya terlempar karena kalah tenaga.
Sekarang mereka berdiri saling berhadapan.
"bocah kurang ajar,ayo kita bunuh dulu yg pria nya.gunakan jurus pukulan api setan,kita bakar dia jadi abu"sang toako memberi komando pada adik-adiknya.
"baik toako jawab mereka serentak".
"PUKULAN API SETAN PEMBAKAR JIWA"
mereka serentak melepaskan pukulannya kearah Chen Liong.
"SWWOOSSHHH...."
lima gelombang pukulan berapi datang menggulung ke arah Chen liong,setiap tempat yg dilalui langsung terbakar jadi abu.
melihat pukulan yg datang Chen Liong tersenyum santai.
"menjauhlah sumoi,biar toako yg hadapi mereka".Chen liong menyuruh Sian eng menjauh agar tidak terkena efek ledakan energi nantinya.
"berhati-hatilah liong'ko "lalu dia menjauh.
setelah Sian Eng menjauh barulah Chen liong
menyambut serangan yg datang ke arahnya.
"jurus pedang tanpa wujud,gelombang pisau angin kehancuran "
"SWWOOSSHHH...."
"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH"
pukulan merekapun beradu dan menciptakan gelombang kejut yg luar biasa, pohon-pohon banyak yg terbakar dan sebagian banyak yg seperti habis di cincang kecil-kecil karena efek jurus pisau angin milik Chen liong.
lima setan goa siluman terhentak mundur beberapa langkah dan dada mereka terasa sesak.mereka tidak percaya ada yg berani menyambut pukulan yg mereka lepaskan sekaligus berlima.
sedangkan Chen liong hanya terdorong selangkah saja.ini membuktikan kalau tenaga dalam Chen liong masih diatas tenaga gabungan mereka berlima.
melihat mereka masih belum siap,Chen liong menyusulkan pukulan yg lebih kuat pada mereka.
Chen liong tiba-tiba melompat sangat tinggi lalu menukikkan pukulannya ke arah lima setan goa siluman.
"pukulan Selaksa dewa turun dari langit "
"swosshh..."
Lima setan goa siluman sangat kaget, dengan tergesa-gesa mereka menyambut serangan Chen liong.
."jurus gelombang api setan "teriak mereka bersamaan.
"wwuusshhhh..."
"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH...."
ledakan lebih kuat pun mengguncang seluruh hutan.debu mengepul sangat tinggi.
saat debu hilang terlihatlah sebuah kawah besar yg sangat dalam.sedangkan lima setan goa siluman sudah jadi mayat yg tidak utuh lagi.tubuh mereka hancur berkeping-keping.
Chen liong hanya menghela nafas melihat ini,dia tidak menyangka akan seperti akibat pukulan nya.
Sian Eng mendekati mayat mereka.
"ccuuiihhh.... sekarang barulah kalian jadi setan yg sebenarnya"kata Sian eng sambil meludahi mereka.
Chen liong hanya menggeleng pelan melihat kelakuan sumoi nya ini.
__ADS_1