
Di dalam hutan yg lebat terlihat dua sosok orang sedang berlari dengan santai,tidak cepat namun juga tidak lambat.
sosok itu adalah Chen Liong dan In Nio yg sedang melanjutkan perjalanannya setelah berpisah dengan biksu muda Yang San dan biksu sepuh suhunya Yang San sahabat baru mereka.
sekarang mereka terus berlari menyusuri hutan dan sampai di daerah pegunungan dan juga banyak lembah di sana.mereka sengaja melewati jalan ini untuk mempersingkat waktu.
di saat mereka sedang berlari sambil bercakap-cakap dengan mesra, tiba-tiba saja Chen Liong mendengar suara helaan nafas berulang kali.dari suaranya maka suara itu adalah suara helaan nafas putus asa.
sepertinya ada dua orang yg berperilaku sama,sehingga hal ini membuat Chen liong tertarik.ia pun memutar arah larinya ke arah sebuah lembah yg agak curam dan tersembunyi.ia dapat menentukan lokasi itu berdasarkan suara yg terdengar olehnya.
In Nio hanya mengikuti tanpa banyak bertanya, karena ia sudah tau sifat Chen liong.
setelah memasuki lembah itu,ia melihat ada dua orang kakek tua sedang duduk berhadapan di depan sebuah meja batu yg di atasnya ada biji catur yg sudah terletak secara acak seperti permainan yg sudah di mulai.sedangkan di belakang Mereka adalah sebuah GOA yg cukup untuk di huni sekitar 5 orang,jadi Goa itu lumayan besar juga.dan posisi mereka bertepatan di bawah langit-langit goa yg menjorok ke luar,hingga mereka bisa berteduh dari hujan dan panas.
Chen liong melihat mereka sedang serius berpikir memecahkan permainan catur yg ada di atas meja.kedatangan mereka berdua tidak di hiraukan sama sekali.
Chen liong memperhatikan mereka berdua adalah orang-orang yg memiliki ilmu silat yg sangat tinggi.kakek yg satunya adalah seorang kakek yg bertubuh pendek dan kecil alias katai.ia berjenggot putih dan panjang sampai pusarnya.
sedangkan kakek yg satunya adalah seorang kakek yg bertubuh sedang dan penampilan sederhana saja.dia juga berjenggot namun tidak sepanjang si kakek Katai.
Chen liong jadi penasaran melihat mereka begitu serius namun selalu menghela nafas putus asa. setelah ia mendekat dan berdiri di samping meja itu ia tidak tahan untuk tidak ingin melihat permainan catur itu.
sebagai seorang yg mempelajari sastra,tentu saja Chen Liong sangat mahir dalam permainan ini.ia pun memperhatikan permainan ini, setelah melihat permainan ini ia pun mengerti kalau kedua kakek ini tidak bermain berdua.namun mereka berdua bekerja sama untuk menyelesaikan jalan permainan ini yg telah di buat oleh orang jenius sebelumnya.
ia melihat kalau jalan permainan catur ini tidak sederhana.ia melihat saat ke dua kakek itu menjalankan satu biji catur maka posisi semua biji catur itu seolah juga ikut berubah dan posisi akan kembali tetap sama seolah tidak berpengaruh pada permainan ini apalagi mau menyelesaikan nya.
makanya kedua kakek ini selalu menghela nafas putus asa setiap kali mereka menjalankan biji catur mereka.namun setelah memperhatikan beberapa lama barulah Chen Liong paham apa yg terjadi.
"aahh...aku paham sekarang,permainan catur ini di gabungkan dengan ilmu barisan.makanya selalu berubah seperti itu".gumam Chen Liong.
namun apa yg barusan di katakan Chen liong membuat ke dua kakek itu segera berdiri kaget dan tampak bersemangat lagi.
"apa benar yg kau katakan ini anak muda?"
"kami sudah 10 tahun memecahkan teka-teki permainan ini hingga membuat kami benar-benar putus asa dan kami tidak pernah menyangka kalau ternyata digabungkan dengan ilmu barisan,pantas saja kami selalu gagal mencari jalannya ".
"ah...yg benar saja locianpwe,masa harus sampai selama itu?dan mengapa locianpwe tidak pergi saja kalau memang tidak sanggup memecahkannya".
si kakek Katai melotot pada Chen liong dan berkata.
"kami tidak akan pergi sebelum menyelesaikan taruhan ini,apa kau mau kami menjatuhkan harga diri kami heh..."
"oh..maaf locianpwe, boanpwe tidak bermaksud seperti itu .."
__ADS_1
"sudahlah anak muda, sebaiknya kamu bantu kami menyelesaikan teka-teki ini,jika kamu mampu menolong kami maka kami akan memberikan sesuatu yg sangat berharga padamu nanti....".
"tentu saja boanpwe akan membantu locianpwe,tapi apakah sebelumnya jiwi locianpwe belum pernah minta bantuan sama orang lain?".
"tentu saja sudah pernah bocah,kami sudah menculik semua ahli catur dari berbagai tempat untuk membantu kami menyelesaikan teka-teki catur ini namun mereka tidak ada yg mampu satupun hingga membuat kami jadi malas untuk meminta bantuan orang lain lagi".
"oh..begitu,oh...ya,apa memang di bolehkan meminta bantuan orang lain untuk memecahkan teka-teki catur ini?".
"ya...untung saja di bolehkan,namun tetap saja tidak ada hasilnya".
"hhmmm...kalau begitu baiklah,mari kita pecahkan bersama masalah teka-teki ini".
Chen liong tentu saja mengerti ilmu barisan karena dia pernah mempelajarinya dari salah satu kitab peninggalan suhunya di dalam goa waktu itu.ia pernah membaca berbagai macam barisan kuno.
mereka bertiga kembali melihat ke arah meja catur dan kedua kakek itu sangat semangat lagi karena jika anak muda ini berhasil memecahkannya maka mereka berdua akan mendapatkan kebebasan lagi.jadi mereka berdua sangat serius melihat Chen liong mencari jalan pemecahannya.
setelah beberapa saat memperhatikan situasi dan posisi bidak catur itu dengan serius,lalu Chen liong mengambil satu bidak dan menjalankan nya.maka mereka pun memperhatikan apa yg akan terjadi, ternyata tidak ada ilusi perubahan lagi.ini membuat kedua kakek itu jadi gembira dan semangat.
"benar...ini tidak berubah...anak muda,kami berdua bergantung padamu sekarang..."
"boanpwe akan berusaha locianpwe...."
lalu Chen liong pun menjalankan lagi beberapa bidak hingga bidak yg ke delapan akhirnya teka-teki catur itu berhasil di pecahkan.
mereka berdua tertawa gembira sampai meneteskan air mata mereka.
melihat hal ini Chen liong dan In Nio jadi ikut tersentuh.
"maaf locianpwe, sebenarnya apa yg terjadi?bagaimana locianpwe bisa terjebak dalam permainan ini Samapi begitu lama"
"baiklah anak muda,karena kau sudah membantu kami maka kami akan menceritakan nya padamu anak muda".
ternyata mereka berdua adalah dua manusia aneh dunia persilatan yg di sebut-sebut orang dunia persilatan.mereka memiliki kepandaian tidak di bawah empat manusia dewa dunia persilatan,hanya saja sifat mereka sangat aneh dan suka bertindak sesuka hati namun lebih condong berbuat baik.mereka berdua sepuluh tahun yg lalu masih merasa kalau kepandaian mereka sudah sangat hebat.
hingga suatu hari mereka bertemu seorang berpakaian pendeta namun berbeda dengan pakaian pendeta pada umumnya.ternyata pendeta tua itu adalah seorang pendeta yg berasal dari daerah Thian tok.
pendeta tua itu menantang mereka untuk beradu kepandaian.bahkan mereka berdua boleh maju mengeroyoknya dan pendeta itu katakan kalau dia mampu mengalahkan mereka hanya dalam sepuluh jurus saja.
mendengar kata pendeta itu yg sangat sombong menurut mereka,maka mereka berdua setuju untuk beradu Kepandaian dengan pendeta tua itu.namun sebelumnya pendeta itu meminta mereka terlebih dahulu untuk berjanji dan bersumpah akan memenuhi permintaannya jika ia di kalahkan.mereka berdua pun setuju dengan apa yg di minta pendeta tua itu.
ternyata memang benar,hanya sepuluh jurus saja mereka berdua di buat tidak berdaya.ilmu andalan mereka tidak banyak berarti bagi pendeta itu.lalu pendeta itu menyuruh mereka menjaga teka-teki catur ini sampai ada orang yg mampu memecahkannya baru mereka berdua di bebaskan.kalau mereka berdua ingin bebas cepat maka mereka boleh mencoba memecahkannya juga.jika berhasil maka mereka boleh bebas dari tugas ini.
"begitulah anak muda,karena kau sudah berhasil memecahkan teka-teki ini maka kau ambillah barang yg di tinggalkan pendeta itu sebelumnya".
__ADS_1
kata kakek Katai itu sambil menyerahkan sebuah kotak kayu sederhana namun cukup antik sebenarnya.
"kenapa di serahkan pada boanpwe ? locianpwe kan lebih berhak".
"tidak anak muda, pendeta tua itu berpesan agar memberikan kotak ini pada orang yg berhasil memecahkan teka-teki ini".
"kalau begitu baiklah,boanpwe akan menerimanya".
lalu Chen Liong membuka kotak itu dan melihat sebuah kulit yg berisi catatan di atasnya dan sebuah mutiara berwarna merah bening sebesar jempol tangan.
Chen liong melihat catatan itu menggunakan tulisan thin tok kuno.namun ia masih bisa membacanya dan ia pun mulai membacanya.
"JIKA KAMU BERHASIL MENYELESAIKAN TEKA-TEKI CATUR ITU,BERARTI KAMU ADALAH ORANG YG BERBAKAT JENIUS.
ITU JUGA MEMBUKTIKAN KALAU KAMU BERJODOH MENJADI MURIDKU.
KAMU BERARTI ADALAH ORANG TERPILIH MENJADI PENYELAMAT KEHIDUPAN MANUSIA DARI PARA MANUSIA BERHATI IBLIS.KAMU AKAN MENJADI PENEGAK KEADILAN DAN MEMIMPIN KEDAMAIAN.
TIDAK LAMA LAGI AKAN ADA BADAI YG DATANG DARI GOLONGAN HITAM.
TUMBUHLAH KUAT DEMI KEADILAN DAN KEDAMAIAN.
PERGILAH KE PUNCAK HIMALAYA MENEMUIKU,LIHAT PETA TEMPAT PERTAPAAN KU DI BELAKANG CATATAN INI.
BUBENG LOJIN.
Chen liong menghela nafas,pendeta ini benar-benar orang sakti.beliau sudah meramalkan apa yg akan terjadi di masa depan.
"baiklah locianpwe,kalau begitu kami berdua mohon pamit terlebih dahulu..."kata Chen liong sambil menjura hormat.
"sesuai janji kami anak muda,apa yg kau inginkan sebagai balas budimu..."
"boanpwe tidak mengharapkan apa-apa pada locianpwe, boanpwe merasa senang sudah bisa membantu locianpwe..."
mendengar itu mereka berdua sangat kagum akan kerendahan hati si anak muda.kemudian mereka berdua seolah sepakat lalu mengeluarkan sebuah lencana dari balik jubah mereka masing-masing dan menyerahkannya ke tangan Chen Liong.
"begini saja...jika kau suatu saat nanti memerlukan bantuan kami, walaupun harus mengorbankan jiwa tua kami ini maka kami akan tetap membantumu anak muda..."
"perlihatkan lencana ini dan berikan perintah maka kami akan laksanakan..."
"tapi ini tidak usah locianpwe... boanpwe....."
belum selesai Chen liong bicara namun mereka berdua sudah menghilang dari sana dan hanya terlihat sebuah titik yg sudah jauh dari sana hingga hilang di balik gunung.
__ADS_1
Chen liong terpaksa hanya mengangkat bahu saja dengan pasrah.lalu ia pun menggandeng tangan In Nio dan mengajaknya melanjutkan perjalanan.