PENDEKAR KEADILAN

PENDEKAR KEADILAN
37.oh...ternyata itu kau...??


__ADS_3

Di antara lebatnya hutan terlihat dua orang pemuda pemudi sedang berlari cukup cepat,namun gerakan mereka terlihat santai.


mereka berdua adalah Chen Liong dan In Nio yg sedang melanjutkan perjalanan mereka setelah sempat tertunda karena bertemu dengan dua manusia aneh dunia persilatan.


sekarang mereka melanjutkan perjalanan mereka.


mereka berdua ingin secepatnya menemukan desa terdekat karena hari sudah sore.


hingga tiba-tiba saja suara sayup-sayup orang ramai terdengar di telinga Chen liong.


"ayo In moi,di depan ada desa.kita bisa istirahat dulu di sana malam ini untuk beristirahat".


"baik, toako".


lalu mereka berdua pun mempercepat larinya mereka.beberapa menit kemudian mereka melihat sebuah desa yg cukup ramai dan cukup besar.


mereka berlari pelan mendekati gerbang masuk desa.mereka melihat nama desa ini di atas Gerbang adalah desa Wu Ye.


melihat dandanan mereka berdua, penjaga gerbang desa tidak banyak bertanya dan membiarkan mereka masuk tanpa halangan.


Chen liong dan In Nio melihat desa ini cukup ramai.mereka pun mencari penginapan untuk mereka istirahat malam ini dan mereka menemukan penginapan yg sekalian juga merangkap kedai makan.ia melihat penginapan ini bernama penginapan keluarga WU.


memang sebenarnya desa ini adalah milik keluarga WU.awalnya desa ini hanyalah tanah perumahan milik keluarga WU,namun lama-kelamaan semakin banyak orang yg menetap di sekitarnya hingga menjadi sebuah desa dan Kepala keluarga WU di angkat mereka menjadi kepala desa di sana.


setelah masuk pintu kedai makan itu,lalu mereka pun mencari tempat kosong di antara ramai-ramainya pengunjung.setelah mendapatkan tempat duduk, mereka pun memesan makanan mereka pada pelayan yg langsung datang saat mereka baru duduk di sana.


menunggu beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang.merekapun mulai makan dengan tenang sambil mendengar obrolan orang sekitar mereka.


ternyata dari apa yg mereka dengar kalau desa ini sedang di resahkan karena beberapa malam ini ada Jai hwa cat atau penjahat pemetik bunga yg selalu menculik gadis-gadis cantik desa mereka.sudah ada lima orang gadis yg jadi korbannya dan sudah banyak juga Pendekar yg mati di tangannya karena ingin menolong desa ini.


kepala desa Wu sekarang ini juga sangat resah dan takut kalau anak gadis mereka yg terkenal kecantikan nya akan di culik si penjahat itu.


makanya beberapa hari ini kepala desa membayar beberapa pendekar untuk menjaga rumahnya.


mendengar berita ini membuat Chen liong merasa wajib membantu desa ini.makanya setelah mereka selesai makan lalu merekapun sekalian pesan kamar menginap di sana.


mereka pun langsung pergi istarahat di kamar masing-masing yg di pesan bersebelahan.


mereka langsung membersihkan diri,ganti pakaian dan setelahnya langsung istirahat.

__ADS_1


mereka sudah sepakat akan keluar tengah malam nanti untuk menghentikan aksi bejad penjahat cabul itu.


####


tepat tengah malam, sesosok bayangan berkelebat dari atap rumah yg satu ke atap yg lainnya.hingga akhirnya ia berhenti di atas atap rumah paling besar dan paling mewah di desa itu.


sosok itu memperlihatkan wajah pria yg tampan walau umurnya sudah separuh baya.


namun ia masih tampak kokoh dan bertenaga,serta kelihatannya ia juga memilki ilmu silat yg tangguh.


ia tersenyum sinis melihat ke arah sebuah kamar di rumah besar itu.ini adalah rumah kepala desa wu.ia tau kalau kamar itu adalah kamar anak perawan putri kepala desa Wu.


ia berencana akan menculik putri Wu Lian yg terkenal kecantikan nya.


beberapa waktu kemudian terlihatlah sosok itu berlari dengan pesat keluar desa menuju hutan.


sosok itu berlari sambil menggendong seorang gadis di pangkuan nya.bibirnya tidak pernah berhenti tersenyum karena ia benar-benar tidak menyangka putri Wu Lian secantik ini.


setelah masuk ke hutan ia terus berlari ke dalam hutan hingga berhenti di depan sebuah gubuk sederhana.lalu ia pun masuk membawa putri Wu Lian ke dalam dan membaringkannya di atas dipan tempat tidur di sana.


ia membelai wajah putri Wu Lian dengan lembut dan sangat bersemangat sekali,namun tiba-tiba ia terpaksa menunda niatnya saat mendengar suara teguran dari luar.


"tunggu dulu pria cabul,kamu harus bertanya padaku dulu...apakah boleh berbuat seenakmu saja mulai hari ini".


ia pun keluar dari gubuk itu,lalu berseru...:


"siapa yg berani mengganggu kesenangan ku,apa kau sudah bosan hah..."


akhirnya ia melihat seorang pemuda yg lebih tampan darinya tengah berdiri dengan santai menghadapinya.


pemuda itu adalah Chen Liong yg mengikuti semua aksi penjahat cabul ini,hingga mengikutinya sampai ke gubuk ini.


Chen liong dan In Nio sudah ada dan melihat semua kejadian di rumah kepala desa.mereka mengikuti kemana ia membawa putri kepala desa itu di bawanya.


melihat wajah orang itu,Chen liong merasa pernah melihatnya hingga tiba-tiba ia ingat kalau orang ini adalah Jai hwa cat yg waktu itu bertarung dengannya sebelum ia bertemu salah seorang iblis darah dan membuatnya terjatuh ke dalam jurang.


"oh... ternyata kau lagi ya...kali aku akan menghukummu".


"apa kita pernah bertemu sebelumnya".jawab pria itu sambil mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"hhmmm....kalau begitu kau boleh mengingatnya di neraka nanti".


"jurus pukulan tinju dewa,tinju dewa tunggal"


"sswwoosssshh...."


bayangan tinju raksasa mengarah pada pria cabul itu.


"pukulan ang see ciang(pasir merah)"


"sshhuutttt...."


sinar warna merah keluar dari kepalan pria itu yg juga sudah berwarna merah.pukulan ini juga mengandung racun yg ganas.


"BBBOOOOOOMMMMHHHHHH..."


ledakan keras pun terjadi,tanah dan debu mengepul menutupi pandangan.pohon-pohon sekitar juga banyak yg tumbang,bahkan gubuk itu pun ikut hancur karena daya ledaknya.


setelah semua pasir dan debu sudah hilang,maka terlihatlah kawah besar di tengah mereka berdua.


pria cabul itu terduduk sambil pegang dadanya,Ada darah yg meleleh di sudut bibirnya.ia tidak menyangka kalau pemuda ini memilki tenaga dalam yg sangat besar.


sementara di tempat Chen liong masih berdiri dengan kokoh.terlihat ada pelindung transparan melindunginya.melihat pelindung ZIRAH DEWA KURA-KURA yg melindungi Chen liong,pria itu melotot dan kaget.ia ingat pernah menghadapi anak muda seperti ini dulunya.


"ternyata itu kau bocah,tidak ku sangka kita akan bertemu lagi..."


"oh...jadi kau sudah ingat ya,baguslah kalau begitu...saatnya mengakhiri ini semua".


"jurus pedang tanpa wujud,pisau angin"


"sswwoosssshh...."


ratusan pisau angin melesat ke arah pria cabul itu,ia pun mengerahkan sisa tenaga terakhirnya dan menciptakan pelindung tubuhnya.


"Bboommmm.... BBBOOOOOOMMMMHHHHHH..."


ledakan keras sekali lagi terjadi,ledakan pelindung yg hancur di susul ledakan tubuh yg hancur.


Jai hwa cat itu sekarang sudah jadi daging cincang.

__ADS_1


sedangkan di tepi area terlihat dua orang gadis cantik sedang berdiri melihat pertarungan itu hingga selesai.


mereka adalah In Nio dan putri Wu Lian yg sudah di selamatkan oleh In Nio sesaat Chen liong memulai pertarungannya.


__ADS_2