Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Istana Kekaisaran Zhao.


__ADS_3

Li Hong Yi turun dari kudanya di halaman utama istana lalu berjalan dengan langkah cepat dan tegap menuju ke arah selatan istana Kekaisaran Zhao dan menyapa seorang wanita cantik yang berdiri di depan istana yang bertuliskan ' Graha rembulan'.


"Ibu.. Aku telah kembali dari petualangan ku di luar rumah.. " kata Li Hong Yi memeluk ibunya.


"Anak nakal. Kau membuat cemas hati ibumu dengan ide ayahmu yang meminta mu untuk melatih mental di usia dini untuk masa depan kau bisa menjadi laki-laki tangguh. " kata ibunya bernama Wan Chun yang membalas pelukannya.


"Ibu tak perlu mencemaskan ku seperti aku ini anak perempuan lemah saja padahal aku ini laki-laki kuat, putra dari Kaisar Zhao pemimpin negeri ini. " kata Li Hong Yi menepuk-nepuk bahu dan dadanya sendiri.


Kaisar Zhao menghampiri Li Hong Yi yang cepat memberikan penghormatan kepada ayahanda nya dengan sujud di bawah sepasang sepatu indah ayahnya.


"Ayahanda Kaisar.. Aku putramu sudah kembali ke istana Kekaisaran Zhao dengan membawa kepala-kepala orang-orang yang bertentangan dengan pemerintahan mu termasuk aku ingin melaporkan mengenai hal yang terjadi di dunia persilatan yang kelak menjadi tugasku sebagai calon pemimpin negeri ini. " kata Li Hong Yi nada tegas.


"Bagus, Anakku.Sekarang kau kembalilah ke Istanamu untuk beristirahat setelah perjalanan yang panjang dan sukar yang telah kamu lalui bersama dengan keempat orang pengawal mu untuk menyelesaikan pendidikan istimewa mu dari Ayahanda Kaisar berikan kepadamu. " kata Kaisar Zhao yang membelai puncak rambut di kepala Li Hong Yi.


"Iya, Ayahanda Kaisar.. " jawab Li Hong Yi nada patuh.


Li Hong Yi dengan langkah ceria kembali ke arah istananya namun di tengah jalan untuk masuk ke istananya. Ia tak pernah sengaja melihat salah seorang dari kakaknya sedang menunggunya di depan pintu masuk ke istananya.

__ADS_1


"Kakak Zhao Qiu kenapa kamu menungguku di depan pintu istana ku? " tanya Li Hong Yi sambil berjalan masuk ke dalam istananya kepada kakaknya.


"Hong Yi, aku ingin meminta bantuan darimu.. " Jawab Pangeran keempat Zhao Qiu segera pada Li Hong Yi yang menerima pelayanan dari para dayang istananya yang sibuk melayaninya.


"Kau tahu kan tentang mustika naga di menara penyimpanan harta karun leluhur kita? " Ucap Pangeran keempat Zhao Qiu kepada Li Hong Yi yang telah telanjang untuk masuk ke dalam bak mandinya di kamar mandi.


"Iya, aku tahu. kenapa?" Li Hong Yi baru berusia delapan tahun usianya sekarang ini namun sikap dan perilakunya seperti orang dewasa karena didikan orang tuanya yang ingin dia tumbuh jadi anak yang tangguh.


"Apakah kamu tak mau melihatnya untuk satu kali saja dalam hidupmu sebagai pangeran ke sembilan Kekaisaran Zhao dan mungkin saja ayahanda Kaisar akan menobatkanmu sebagai putra mahkota Kekaisaran Zhao? " tanya Pangeran keempat Zhao Qiu yang duduk di tepi bak mandi Li Hong Yi yang menenggelamkan diri di dalam air mandi.


Li Hong Yi tidak menjawab kakaknya sehingga kakaknya dengan geram meninggalkannya di kamar mandi. Ia mendengus setelah melihat kakaknya pergi dari kamar mandi dengan kesal di abaikan olehnya.


Sesudah Li Hong Yi menyelesaikan urusannya dengan mandi dan makan malam. Anak itu pun pergi tidur dengan posisi kepalanya di bawah lantai dan kakinya di atas untuk konsentrasi ilmu gravitasi bumi yang dipelajarinya dari seorang guru di kuil gunung Lauw Ya San beberapa hari lalu sebelum ia dan para pengawalnya jumpa Hu Yi Tian, Cheng Xiao dan Yang Feng Ji di desa kecil luar gunung Chin.


"Pembesar kerajaan Bei sungguh-sungguh amat biadap sampai aku penasaran dengan Kaisar Bei yang menyerahkan segala keputusan kepada kasim nya sendiri. " kata Kaisar Zhao yang telah mengadakan pertemuan dengan Pendeta Dao dan keempat pengawal pribadi Li Hong Yi di ruangan pribadinya.


"Yang Mulia, sebaiknya kita jangan ikut campur tangan dalam urusan kerajaan-kerajaan di luar Kekaisaran Zhao namun kita harus ikut campur tangan di urusan peperangan di perbatasan yang membuat rakyat di daerah tersebut dalam kesengsaraan dan para pejabat di sana telah berlaku sewenang-wenang kepada rakyat kecil dan lemah. " kata Marga Heng melaporkan semua penyelidikannya di luar istana Kekaisaran Zhao kepada Kaisar Zhao.

__ADS_1


"Hmm, siapakah dalang dibalik semua itu?" tanya Kaisar Zhao mengelus -elus dagunya yang halus.


"Siapa lagi kalau bukan Raja Wu yang ingin kita menyerahkan sebagian wilayah kita kepadanya. Ahh, dia bahkan berani mengajukan persyaratan untuk menjodohkan salah seorang putrinya kepada Pangeran kesembilan Li Hong Yi untuk menekan kita. " jawab si marga Chu kepada Kaisar Zhao.


"Kurang ajar...! Dia pikir Li Hong Yi itu siapa?Dia seenaknya saja menginginkan putraku untuk syarat perdamaian antara kita dengannya! " kata Kaisar Zhao nada geram.


"Yang Mulia,di dunia persilatan telah terdengar isu tentang pusaka istana Kekaisaran Zhao yang telah hilang dari ruang penyimpanan harta karun leluhur Kekaisaran Zhao sehingga mereka telah meragukanmu sebagai seorang Kaisar Zhao di negeri ini. " kata si marga Luo yang juga telah melaporkan apa yang telah terjadi di luar sana kepada Kaisar Zhao.


"Kenapa rahasia istana Kekaisaran Zhao dapat tersebar luas di luar sana? " tanya Permaisuri Agung Wan Chun yang menatap gusar kepada Kaisar Zhao yang berdiri di singasana.


"Karena ada orang dalam istana Kekaisaran Zhao yang berkhianat terhadap kita. Hmm, kita harus mencarinya untuk menyelamatkan harkat dan martabat Kekaisaran Zhao di mata dunia.. " jawab Kaisar Zhao yang mengepalkan tangan nya.


"Hmm, kita harus berhati-hati terhadap orangnya perdana menteri Chin yang merupakan orang dari kubu politiknya Ibu Suri senior Wang agar mereka tidak mengadu domba kita." Kata si marga Heng dengan nada serius kepada Kaisar Zhao.


"Kau benar sekali.. Hhh, sekarang ini aku sedang memikirkan cara untuk rencana pembangunan infrastruktur di kecamatan tanjung bulan perak untuk pembuktian hasil kerjaku sebagai kaisar Zhao di era sekarang ini juga mempersiapkan rencana pernikahan antara putra pertama ku dengan putri dari Kekaisaran Mo untuk klan di kubu ku bertambah kuat. " kata Kaisar Zhao yang sudah memikirkan untuk memperkuat dan mengokohkan Kekaisaran Zhao yang menjadi tanggungjawabnya.


"Yang Mulia, hamba punya ide untuk membantu Anda yakni mengirim Pangeran kesembilan Li Hong Yi ke gunung Hoa San untuk berlatih ilmu silat di sana dan tugaskan beliau untuk mencari pusaka Kekaisaran Zhao yang hilang dan juga mengatasi masalah di dunia persilatan setelah Beliau tumbuh remaja. " kata Pendeta Dao yang mengajukan permohonan untuk Li Hong Yi bisa berlatih ilmu silat di gunung Hoa San untuk masa depan Kekaisaran Zhao.

__ADS_1


"Hmm, aku pikirkan tentang idemu itu.. " kata Kaisar Zhao mengangguk-anggukkan kepalanya mendengarkan penuturan ide cemerlang dari Pendeta Dao itu.


Bersambung!!


__ADS_2