
Sesuai dengan rencana yang telah disiapkan di rumah bekas Tuan Feng Yun pada sore hari ini. Li Hong Yi bersama teman-temannya melakukan perjalanan menuju ke puncak pegunungan Xu untuk mencari pusaka milik Kekaisaran Chen yang hilang.
"Apa kamu yakin kalau benda itu berada disini? " tanya Li Hong Yi mengitari jalan setapak yang berlumut untuk mencari benda itu di sekitarnya di hutan puncak pegunungan Xu kepada Putri Mahkota Chen Yuan Lan.
"Yakin." jawab gadis itu dengan tegas kepada Li Hong Yi.
"Emmm, ciri-ciri benda itu seperti apa supaya kita mudah untuk menemukannya?" tanya Li Hong Yi sambil mengedarkan pandangan mata ke sekelilingnya.
"Tuan muda Li.. " bisik Zhao Ling Erl yang berdiri di samping kanan Li Hong Yi.
Suara gesekan dedaunan di sekitar mereka amat mencurigakan sekali lalu disusul dengan desiran angin kencang yang berasal dari sejumlah ujung tombak yang datang dari atas mereka dengan jumlahnya yang cukup banyak
Wuttttzzzz!!
Li Hong Yi dan teman-temannya dengan sigap menangkis serangan-serangan tersebut dengan senjata mereka masing-masing secara lihai luar biasa sehingga sejumlah tombak yang meluncur ke arah mereka dapat di halau dengan baik.
Betzzz!
Trang!
Trang!
Li Hong Yi menggunakan ranting tipis di tangan kanannya telah mematahkan sejumlah tombak yang meluncur ke arah dirinya dan teman-teman nya..
Lalu sekelompok orang meluncur dari atas, sisi kanan dan kiri mereka sehingga Li Hong Yi cepat memutar ranting dengan gerakan angin puyuh di tengah-tengah sejumlah musuh gelap itu yang mengakibatkan sejumlah musuh itu terpukul oleh rantingnya.
Plakkk!
Plakk!
__ADS_1
Dan, akibatnya semua musuh telah tewas dalam keadaan wajah dan tubuh mereka tergores oleh ujung ranting di tangan Li Hong Yi yang telah di salurkan ilmu sinkang ranting Penakluk sukma.
"Tuan muda Li.. " panggil teman-teman nya yang terkesima dengan kemunculan musuh-musuh tak terduga di puncak pegunungan Xu pada tengah malam.
"Sebaiknya kita segera pergi dahulu dari tempat ini kemudian kita akan mencari tahu siapakah mereka yang telah menyerang kita disini.. " kata Li Hong Yi cepat mengatur teman-teman nya.
Mereka bersembunyi di sejumlah tempat untuk mengintai orang dibalik penyerangan terhadap mereka tadi di hutan puncak pegunungan Xu. Li Hong Yi mengajak teman-temannya masuk ke dalam gua di balik pohon yang paling lebat di seluruh hutan itu.
Kemudian seseorang berkelebat dari arah timur hutan puncak pegunungan Xu dan berdiri di tempat mereka tadi lalu orang itu sepertinya juga mencari benda yang ingin dicari oleh Li Hong Yi dan teman-temannya.
"Tuan Putri, gelang giok naga putih tak mungkin ada di tempat seperti ini karena hamba sudah mencarinya selama beberapa jam terakhir usai pemuda aneh menyelamatkan Putri Mahkota Chen Yuan Lan yang nyaris terbunuh di tangan Tuan Bong JiMin yang menjalankan tugas dari Anda. " kata seorang pria muda dengan sikap menghormati kepada gadis remaja yang telah di kenal dengan baik oleh Li Hong Yi dan Putri Mahkota Chen Yuan Lan.
"Chen Yi Yi rupanya.. " bisik Chen Yuan Lan di telinga Li Hong Yi.
"Chu Tong, apa kamu tahu siapa pemuda yang telah ikut campur tangan dalam urusan pribadi Kekaisaran Chen dengan menyelamatkan Chen Yuan Lan gadis sialan itu? " tanya Putri Chen Yi Yi dengan nada ketus kepada Chu Tong.
"Hmmm, kurang ajar sekali Li Hong Yi berani dia itu mencampuri urusan ku.. " geram Chen Yi Yi.
"Tuan Putri, hamba punya ide yang bagus untuk anda terhindar dari ritual suci dengan Bajingan tak tahu malu adalah melaporkan kejahatannya kepada Kaisar Chen di Istana Kekaisaran Chen. " kata Chu Tong berkilat licik di kedua matanya.
"Alasan apa yang bisa aku adukan kepada ayah ku? " tanya Chen Yi Yi dengan keduanya alisnya berkerut.
"Bilang saja dia selingkuh dengan Putri Mahkota Chen Yuan Lan di puncak pegunungan Xu. " jawab Chu Tong tersenyum kecil dibibirnya yang manis.
"Tak mungkin ayahanda bisa mempercayai dia berselingkuh dengan kakakku karena kakakku itu adalah Putri Mahkota Chen Yuan Lan Kekaisaran Chen calon Ratu Kekaisaran Chen yang sangat di percaya oleh ayahanda ku.. " kata Chen Yi Yi.
"Emmm, benar juga.. " kata Chu Tong mengelus -elus dagunya yang berjanggut tipis.
"Chu Tong, aku harus bisa menemukan gelang giok naga putih secepatnya supaya ayahanda tak lagi mempercayai Chen Yuan Lan yang tak bisa menjalankan tugasnya sebagai calon Ratu Kekaisaran Chen untuk mencari pusaka itu di puncak pegunungan Xu. " kata Chen Yi Yi yang memiliki rasa iri hati kepada kakak tirinya itu.
__ADS_1
"Hmm, jangan khawatir Paduka, hamba Chu Tong akan membantu Anda dengan sempurna. " kata Chu Tong mulai mencari pusaka yang ingin mereka temukan di sekitar hutan itu.
Li Hong Yi tak sengaja melihat sebuah cahaya kecil di lubang dalam pohon di belakang Chen Yi Yi dari tempat persembunyiannya bersama para sahabatnya, lalu ia memberikan isyarat mata ke Chen Yuan Lan di dekatnya.
"Itu.. " Kata Chen Yuan Lan tanpa suara.
"Biar aku saja yang melihat lubang di pohon itu. Kau dan yang lainnya tunggu saja disini dengan hati-hati. " kata Li Hong Yi juga tanpa suara.
Chen Yuan Lan menganggukkan kepalanya yang mungil untuk menjawab Li Hong Yi yang sudah melayang ke arah seberang dengan kecepatan yang tak terlihat dan pemuda ini telah memasuki lubang pohon di belakang Chen Yi Yi secara hati -hati sekali.
Di dalam gua itu. Li Hong Yi terpana melihat ada ukiran seorang gadis yang sangat cantik luar biasa persis seperti Yang Chao Yue kekasihnya itu.
Tangannya akan meraih ukiran tersebut namun ia dikejutkan oleh seorang gadis remaja yang menerobos masuk ke lubang itu dari arah lain dan menubruknya sampai tubuhnya jatuh di atas tubuh gadis remaja ini yang juga mendaratkan bibirnya di bibir Li Hong Yi.
"Hei.. Siapa kamu yang telah mengambil ciuman pertama ku? " tanya Li Hong Yi mendorong kasar gadis remaja itu yang langsung berdiri cepat.
" Fan Bing Bing putri Adipati Fan penasehat dari Kaisar Chen. "jawab gadis remaja ini menatap kagum dengan ketampanannya yang hakiki.
" Emmm, kau sudah melecehkan aku, Nona Fan. Aku harus bagaimana sekarang? " rengek Li Hong Yi yang mengejutkan Nona itu.
"Kau jangan menangis seperti itu baru juga aku mencium mu sekali.. " kata Nona Fan Bing Bing membujuknya untuk tak menangis.
"Aku takkan pernah menangis lagi jika kamu mau membantuku dalam satu hal saja.. " kata Li Hong Yi nada merajuk.
"Ish, ya apa itu? " tanya Nona Fan Bing Bing yang kewalahan menghadapi rengekan pemuda yang luar biasa tampan seperti pemuda di hadapan nya itu.
"Usir mereka di luar sana untuk ku.. " jawab Li Hong Yi nada manja sambil tangannya diam- diam telah mengambil sesuatu di belakang Fan Bing Bing tanpa disadari oleh gadis remaja ini.
Bersambung!!
__ADS_1