Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Mencari Jalan Keluar Dari Hutan Laba-laba Hitam di Desa Tengkorak Merah.


__ADS_3

"Tuan Muda Li, apakah Anda yakin bahwa rakit buatan Anda aman untuk kita gunakan sebagai alat untuk menyeberangi sungai ini? " tanya Tang Hung Chien tampak ragu dengan rakit buatan Li Hong Yi yang terlihat tipis dan kasar.


"Aman, kau tenang sajalah. Ayo, cepatlah naik ke rakit ku. " jawab Li Hong Yi tak sabar.


"Sudahlah, kita ikuti saja Tuan Li.. " kata Zhao Ling Erl gadis cantik jelita yang hari ini memakai baju berwarna putih garis-garis biru yang sangat cocok dengan kulitnya yang putih.Gadis itu telah meloncat turun ke rakit lalu duduk dengan sikap tenang.


"Ummm, ya, baiklah. " kata Liu Shi Shi meloncat turun ke rakit diikuti oleh Tang Hung Chien dan Xi Hua Erl dengan sikap tenang juga.


Lalu Li Hong Yi mendayung rakit dengan pedang di tangan kanannya yang di sertai ilmu sinkang melodi indah membuat rakit meluncur dengan cepat ke seberang dan mereka tiba di sebuah pemukiman penduduk di wilayah lain dari hutan Laba-laba hitam.


"Aneh sekali, kenapa pemukiman penduduk di desa ini terlihat terlalu sunyi sampai suara rayap menikmati kayu di sekitar pagar tak terdengar oleh kita? " tanya Tang Hung Chien mengamati pemukiman penduduk di wilayah tersebut.


"Emmm, pemukiman penduduk di wilayah yang kita datangi adalah tempat pengasingan bagi kaum buangan dari istana Kekaisaran Chen yang dibangun oleh Kaisar Chen terdahulu. " jawab Xi Hua Erl dengan sikap seakan-akan gadis cantik ini mengenal lebih tentang Kekaisaran Chen.


"Lalu disini kenapa tidak ada orang-orang yang di asingkan dari Istana Kekaisaran Chen? " tanya Li Hong Yi memutar sepasang matanya sambil mengamati seluruh pemukiman yang mereka datangi itu.


"Ada, mereka berada di rumah paling besar dari seluruh rumah di pemukiman ini. " jawab Zhao Ling Erl menggunakan dagunya menunjukkan sejumlah orang berpenampilan awut-awutan di sebuah rumah di tenggara Timur wilayah hutan Laba-laba kepada Li Hong Yi dan teman-teman mereka.


"Iya, sudah, mari kita datangi rumah itu agar kita bisa tahu ada apa di rumah itu. " kata Li Hong Yi santai.


Setibanya mereka di rumah yang sekelilingnya di terdapat beberapa pepohonan merambat yang nyaris menutupi rumah tersebut dan disanalah mereka bisa melihat seorang gadis remaja usia empat belas tahun akan di perkosa ramai-ramai oleh orang-orang itu.


"Wahhhh.. Bejat sekali mereka..! "hardik Li Hong Yi yang melontarkan ilmu pukulan telak yang menghantam orang-orang itu dari gadis remaja malang itu.

__ADS_1


Bughhh!


Bughhh!


Bughhh!


" Arghhh...! Bajingan siapa kamu yang berani ganggu kami???? " tanya orang-orang kejam itu yang segera bangkit dari tanah untuk menyerang Li Hong Yi.


"Pendekar Seruling Naga...! " jawab Li Hong Yi di hadapan mereka yang sudah memukul mereka dengan ilmu sinkang melodi menangis yang telah meretakkan kepala, rahang, dan tubuh dari orang-orang itu.


Bughhh!


Kretakkk!


"Nona, kau sudah aman sekarang, cepatlah kau pakai baju ku ini, lalu kau bisa menceritakan tentang dirimu siapa kepada kami. " kata Liu Shi Shi mengeluarkan bungkusannya lalu dengan ramah memberikan setelan pakaiannya kepada gadis itu.


"Terimakasih atas pertolongan dari Tuan Muda. " kata gadis itu cepat memakai pakaian baru yang diberikan oleh Liu Shi Shi kepadanya.


Nona cantik ini segera menemui Li Hong Yi di teras rumah dan memberikan penghormatan kepada Li Hong Yi yang duduk tenang di teras di temani oleh Tang Hung Chien, Xi Hua Erl dan Zhao Ling Erl.


"Tuan muda, perkenalkan nama Saya Lan Shiang putri dari Suku Lan yang telah diasingkan ke desa ini oleh Kaisar Chen karena saya tidak pernah mengizinkannya untuk menyentuh saya meskipun saya sudah di persembahkan kepada nya sebagai seorang selir dari ayahku sendiri di Kekaisaran Lan. " jawab Putri Lan Shiang yang memiliki aroma tubuh yang sedap sekali dan wajahnya sangat cantik luar biasa seperti Dewi dari langit yang turun ke bumi.


"Ouh, begitu ceritanya..? " tanya Li Hong Yi nada biasa saja seakan-akan ia tidak peduli dengan riwayat gadis itu.

__ADS_1


"Iya, Tuan muda Li.Sekarang saya tidak tahu lagi dengan nasib saya berikutnya jika saya tidak pernah berjumpa dengan anda yang menolong saya di tempat ini. Tuan muda Li, saya mohon untuk Anda melindungi diri saya dari kemarahan Kaisar Chen, jika dia tahu kalau hukuman yang telah dijatuhkannya untuk saya terhina seumur hidup saya telah digagalkan oleh Anda, tuan muda Li. " ratap Putri Lan Shiang sujud kepada Li Hong Yi.


"Aku akan melindungimu darinya bukan hanya untuk mu melainkan untuk aku bisa membuat dia marah kepada ku sehingga membebaskanku dari Kekaisaran Chen, maka aku bisa pulang ke istana Kekaisaran Zhao rumahku. " kata Li Hong Yi yang mendapatkan sebuah surat bukti tentang kejahatan Kaisar Chen dari Putri Lan Shiang di hadapannya.


"Tuan muda Li Hong Yi, izinkanlah saya menjadi salah seorang dari budak Anda seumur hidup saya karena saya tidak akan pernah bisa pulang ke Kekaisaran Lan. " kata Putri Lan Shiang yang menangis begitu menyentuh hati yang lainnya tapi Li Hong Yi tidak tersentuh olehnya.


"Emmmm, buktikan dahulu kesetiaanmu kepada ku dengan cara kamu membantuku untuk keluar dari hutan Laba-laba sialan ini. " kata Li Hong Yi tanpa senyuman dibibirnya kepada Putri Lan Shiang.


"Iya, Tuan muda Li. Saya akan membantu Anda keluar dari hutan Laba-laba ini. Mari ikuti saya. " jawab Putri Lan Shiang yang segera memandu jalan Li Hong Yi dan teman-temannya keluar dari hutan Laba-laba melalui pintu belakang rumah itu yang dindingnya didorong sekeras mungkin oleh telapak tangan Putri Lan Shiang.


Kreekkk!


Brakkkk!


"Wah, ada jalan keluar dari hutan Laba-laba ini melalui pintu rahasia di balik dinding rumah ini. " kata Zhao Ling Erl terbeliak melihat sebuah kota di balik dinding rumah itu telah terlihat jelas akan keramaiannya.


"Kota apakah yang telah kami kunjungi dari pintu rahasia di balik dinding rumah pengasingan di desa hutan Laba-laba? " tanya Li Hong Yi yang sudah melewati pintu di belakangnya yang telah kembali menjadi dinding tak terlihat pintunya.


"Kota kecil kunang-kunang pagi harii. " jawab Putri Lan Shiang menunjuk ke papan nama kota di sudut kiri mereka.


"Oh, kenapa kota ini disebut sebagai kota kecil kunang-kunang di pagi hari?" tanya Tang Hung Chien yang tak kalah cerewetnya dengan Li Hong Yi.


"Lihatlah hewan yang beterbangan di langit kota ini yang menutupi seluruh langitnya namun tidak mengeluarkan cahayanya di pagi hari. " jawab Putri Lan Shiang sikap sopan kepada Tang Hung Chien.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2