Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Ruang Hampa..


__ADS_3

"Huh, aku memang ingin kamu menjauh dariku supaya aku bisa mencari tahu rahasia ruang hampa ini. " kata Li Hong Yi menjulurkan lidah ke arah perginya Yang Chao Yue dari daerah lain di pegunungan Hoa San.


Li Hong Yi kembali masuk ke ruang hampa lalu ia menggunakan ilmu ginkang elang sakti milik guru Heng melayang ke arah gua di salah satu daerah pegunungan Hoa San dan mendorong batu gunung yang menutupi gua tersebut.


Prakk!


Batu gunung meledak di depan Li Hong Yi yang langsung masuk ke dalam gua lalu menutupi gua dengan akar alang-alang serta menjatuhkan batu gunung lain di sana. Anak itu menemukan adanya peti jenazah seseorang yang tak ada namanya. Di sana juga menemukan ukiran- ukiran seperti ilmu silat dari pengamatan tajam Li Hong Yi.


"Siapakah di sana yang telah berani masuk ke gua rahasia ku? " tanya sosok laki-laki yang telah keluar dari peti jenazah dengan sepasang mata tajam kepada Li Hong Yi.


"Maaf, aku tak sengaja memasuki gua rahasia mu, Paman tampan. "Jawab Li Hong Yi sopan.


" Anak, siapa namamu? Kenapa aku seperti tak asing terhadap wajahmu itu? " tanya laki-laki itu yang telanjang bulat di depan Li Hong Yi.


"Namaku Li Hong Yi. Entahlah. " jawab Li Hong Yi nada berani.


"Marga mu Li? Apakah kamu jangan-jangan anak ku dengan Xiao Ji? " tanya laki-laki itu malah mengira Li Hong Yi sebagai putranya.


"Tak mungkin aku putramu, Paman. Aku ini putra dari Kaisar Zhao dengan Permaisuri Agung Wan Chun. " bantah Li Hong Yi.


"Kau putraku karena kamu sama sekali tidak ada Kemiripan dengan Zhao Ming Hao dengan Wan Chun.. " kata laki-laki itu bersikeras menyatakan bahwa Li Hong Yi adalah putranya.

__ADS_1


"Kalau aku putra mu dengan Xiao Ji? Siapa nama mu dan kenapa kamu bisa berada di sini dengan penampilan mu sungguh-sungguh tak normal? " tanya Li Hong Yi melotot.


"Aku Li Shao Man Kaisar Naga Sungai Li di kota Li an. Sedangkan Xiao Ji itu putri dari Kaisar Xiao Geng yang menikah dengan ku dan lahirlah dirimu, Li Hong Yi. Kalau mengenai aku berada di sini karena aku menunggu ibumu datang kepada ku hingga aku mempelajari ilmu silat seruling naga ciptaan ku sendiri yang berdasarkan ilmu silat gabungan kami berdua namun aku tidak bisa menemukan kebenaran di dalam jurus yang terakhir di ilmu silat ciptaan baru ku sendiri yakni ilmu silat pemuda sejati dan ilmu mujizat Dewa kematian. " jawab Li Shao Man yang tiba-tiba bicara sendiri di sudut gua.


Li Hong Yi tidak menghiraukan laki-laki itu lagi. Ia sibuk mempelajari ilmu silat seruling naga, ilmu silat pemuda sejati dan ilmu mukjizat Dewa Kematian berdasarkan pada ukiran-ukiran di dinding gua itu.


"Laki-laki tak boleh lemah pada keadaan adalah bait dari lagu terakhir di ilmu silat seruling naga. " kata Li Hong Yi tak sengaja memecahkan kode rahasia dari ilmu silat tersebut.


"Masuk ke peti mati.. Cepat.. " kata Li Shao Man yang menyambar lengan Li Hong Yi dengan luar biasa cepat lalu memasukkan pemuda remaja tanggung ini ke dalam peti jenazah lalu di kubur hidup-hidup di dalam tanah yang ditutupi lumpur yang membeku.


Lalu gua rahasia ini di hancurkan oleh Li Shao Man yang telah menuliskan pesan terakhirnya untuk Li Hong Yi mencari dan menemukan anak perempuan yang bernama Xiao Chan di desa gunung merak emas dan memberikan suratnya kepada anak perempuan itu. Suratnya ini di tulis di tiga daun emas di kotak kecil di dekat peti jenazah yang mengurung Li Hong Yi.


Li Shao Man keluar dari gua rahasia yang di namakan gua kematian sementara. Laki-laki itu telah berdiri di depan Ketua sekte Hoa San Pai yang mencari Li Hong Yi yang hilang dari gua hampa selama dua hari satu malam.


"Iya." jawab Li Shao Man ringan.


"Dimana? " tanya Ketua sekte Hoa San Pai yang mencari Li Hong Yi di sekitar lokasi tempat awal Li Hong Yi berada di gua hamba.


"Di kuburan ku.. " jawab Li Shao Man ringan.


"Apa? Dia menggantikanmu di kubur di gua mu itu? " tanya Ketua sekte Hoa San Pai kaget sekali namun tetap tenang sikapnya.

__ADS_1


"Iya, karena aku menyukainya.. " jawab Li Shao Man ringan sekali.


"Kau tak boleh mengajarinya ilmu sesat mu! Ah, aku harus mengeluarkannya dari kuburanmu.." kata Ketua sekte Hoa San Pai yang melompat ke arah gua rahasia Li Shao Man.


Namun Li Shao Man menyerangnya dengan ilmu silat seruling naga yang membuatnya harus bisa menangkis serangan-serangan teman lamanya dan juga musuh lamanya.


Wuttzzz!


Ketua sekte Hoa San Pai menggunakan ilmu tapak bunga teratai menangkis serangan ilmu silat seruling naga milik Li Shao Man yang telah membuatnya menjauh dari gua rahasia laki-laki tak normal itu.


Plakk!


Keduanya terpental dan jatuh di kedua sisi dari depan gua hampa dan saling menatap tajam satu sama lainnya lalu bersiap untuk bertarung kembali.


"Guru... Paman.. Aku datang... " terdengar suara Li Hong Yi yang melayang keluar dari gua rahasia itu dan muncul di tengah-tengah kedua orang yang ingin bertarung itu.


"Hei, bocah kau bisa keluar dari kuburanku di gua rahasia ku dalam waktu kurang dari tiga hari dua malam? " Li Shao Man terkagum-kagum luar biasa kepada Li Hong Yi.


"Hong Yi.. Aduh, Guru mencemaskan mu.." kata Ketua sekte Hoa San Pai memeluk Li Hong Yi.


"Paman, aku tak mungkin bisa kau kubur begitu saja.. " kata Li Hong Yi yang mendapatkan tanda setuju dari gurunya yang mengangguk-angguk.

__ADS_1


"Guru.Aku baik-baik saja.. Aku sungguh merasa bosan di gunung ini terus menerus tanpa ada praktek nya.. " kata Li Hong Yi dengan sikapnya yang manja kepada Ketua sekte Hoa San Pai yang memang telah jatuh sayang kepadanya semenjak Ia mengalahkan gurunya di dalam permainan catur klasik yang paling sulit dan tak mudah di pecahkan oleh tokoh-tokoh kaum dunia persilatan di bidang permainan catur tapi Li Hong Yi sanggup mengalahkan guru dan para sahabat gurunya sehingga ia mendapatkan ilmu silat- ilmu silat dari sejumlah tokoh-tokoh kaum dunia persilatan yang datang untuk bertamu dan mengunjungi gurunya di puncak gunung Hoa San.


Bersambung!


__ADS_2