Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Li Hong Yi Menunjukkan Taringnya..


__ADS_3

Li Hong Yi menyeringai melihat sekelebatan tiga belas bayangan putih yang dilakukan oleh tiga belas anggota keluarga Kaisar Chen yang telah bergabung dengan para sekte Naga Chen untuk membalas dendam kepada Li Hong Yi yang telah diketahui oleh mereka telah membantai seluruh anggota keluarga Kekaisaran Chen di hari ulang tahun Ibu Suri Kekaisaran Chen.


"Kak Hong Yi, apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi mereka di bawah pohon-pohon yang ada di hutan ini?" tanya Xi Hua Erl yang merasa ketakutan terhadap sekawanan serigala yang kembali menyerbu mereka di bawah pohon- pohon di hutan keluar dari Ibukota Kekaisaran Chen.


"Aku akan mengatasi mereka dengan caraku sendiri dan untuk kalian pergilah ke kota kecil di ujung kanan hutan ini lalu tunggulah aku di sana. " jawab Li Hong Yi dengan nada memerintah pada teman-temannya.


"Siap,Tuan Muda Li kami akan mematuhimu!" sahut Tang Hung Chien, Liu Shi Shi, Xi Hua Erl dan Zhao Ling Er yang segera meluncur melalui pepohonan di sekitar hutan tersebut sesuai yang diperintahkan oleh Li Hong Yi kepada mereka.


Setelah teman-temannya sudah meninggalkan hutan dengan melompat-lompat di antara pohon -pohon di bagian barat hutan dan mereka dapat tiba di ujung kanan hutan untuk sampai di kota kecil bambu kuning dengan selamat.


Li Hong Yi melepaskan jubah luarnya dan tangan kanannya mengeluarkan seruling Naga yang lalu digerakkan dengan ilmu pedang sekte Hoa San Pai ke segala penjuru arah hutan yang langsung merobohkan sejumlah serigala di bawah pohon.


Bruakk!


Lalu seruling Naga menyerang beberapa orang di sisi kiri Li Hong Yi yang sedang berkelebatan disekitar pemuda tampan ini yang membuat lima puluh orang yang diam-diam menyerang mereka telah terluka oleh serangan-serangan seruling Naga nya.


Trakk!


Trakk!


Bruakk!


Sejumlah besar pasukan berpakaian lebar telah meluncur dari atas pepohonan di hutan yang kini menyerang Li Hong Yi dengan tombak- tombak di tangan pasukan itu yang mengancam nyawa pemuda itu.


Trang!


Trang!

__ADS_1


Trang!


Li Hong Yi memutar seruling Naga di tangannya telah menghancurkan sejumlah tombak yang mengancam keselamatannya itu dengan lihai sekali sehingga ia berhasil meruntuhkan musuh -musuhnya yang terhempas dari atas pohon ke tanah.


Li Hong Yi menerjang dengan seruling Naga di tangannya yang langsung menghantam dada para pasukan musuhnya yang langsung tewas di tusuk oleh seruling Naga di tangannya itu.


Jlebb!


"Huh, marilah kalian mengadu nyawa denganku yang tentunya akan membunuh kalian semua dengan seruling Naga-ku ini...! " seru Li Hong Yi di atas pohon. Pemuda itu memandang kepada sepasang nenek dan kakek tua yang memegang senjata berupa guci arak dan gelang besar yang mengancam keselamatannya.


"Bocah she Li, kami sepasang Pendekar Ular Hijau akan menghabisimu yang telah membunuh keluarga Kaisar Chen yang sudah bersikap baik terhadap dirimu selama ini..!" hardik nenek tua itu yang melontarkan gelang kepada Li Hong Yi dengan kecepatan tinggi sehingga Li Hong Yi di seberangnya harus menggunakan seruling Naga di tangannya ke arah depannya.


Trang!


Trang!


Trang!


Cuss!


Bruak!


Nenek tua itu tewas dengan tenggorokannya itu telah berlubang besar di tanah dekat jasad- jasad serigala peliharaannya sendiri. Hal ini telah menyebabkan amarah memuncak pada diri si kakek tua yang langsung menyerang kembali Li Hong Yi dengan guci arak yang dilemparkan ke arah Li Hong Yi.


Wushhh!


Li Hong Yi kembali menggerakkan seruling Naga di tangannya ke arah depan sehingga guci arak milik si kakek tua langsung hancur karena ujung seruling Naga di tangannya itu telah menancap di dinding guci arak.

__ADS_1


Prang!


"Bocah sialan ku habisi kauuu..! " hardik kakek tua itu yang meluncur dengan telapak tangannya itu menyerang ke arah pundak kiri dan kanan Li Hong Yi dengan ilmu sinkang ular hijau yang telah diketahui oleh Li Hong Yi bahwa ilmu yang digunakan oleh si kakek tua itu adalah ilmu racun yang mematikan.


Karena itulah Li Hong Yi melontarkan pukulan ke arah dada si kakek tua itu lebih cepat daripada serangan-serangan si kakek tua itu yang telah menyelamatkan nyawanya sendiri sekaligus ia dapat membunuh musuhnya itu dengan tinjunya itu menghantam dada si kakek tua itu hingga remuk.


Bughh!


Bruak!


Li Hong Yi menyimpan kembali seruling Naga di dalam pakaiannya sebelum ia meluncur ke arah kota kecil bambu kuning supaya dirinya dapat berkumpul bersama teman-temannya kembali.


Wushhhh!


Tang Hung Chien dan teman-temannya menanti Li Hong Yi di tepi jalan kota kecil bambu kuning yang ramai dengan para pelancong dan warga kota tersebut yang berlalu lalang di sekitar jalan raya kota ini.


"Tolong...! Tolong kamiii...! " terdengar suara dua orang pemuda yang berlari menuju ke arah tepi jalan karena dikejar oleh segerombolan orang yang membawa tombak di tangan dan berwajah sangar.


"Huahahaha Kalian berdua takkan pernah dapat melarikan diri dari kami para anak buah dari Tuan Besar Jia putra dari walikota Jia Lun yang ingin kalian memenuhi persyaratan yang telah diajukan olehnya kepada kalian." kata pimpinan dari segerombolan orang yang mengejar kedua orang pemuda yang berlari ke arah keluar dari kota kecil bambu kuning yang sudah meloncat dan menghalangi kedua orang pemuda itu.


"Aku tak mau memenuhi persyaratan yang telah diajukan oleh Tuan Besar kalian yang telah kami ketahui adalah orang yang kikir dan suka sekali memeras rakyat." kata pemuda yang pertama di depan segerombolan orang yang mengejarnya dan temannya itu.


"Berani kamu menghina Tuan besar kami..! Lihat hukuman mati yang akan kami lakukan untukmu tahu dengan siapa kalian berurusan?!" hardik pimpinan dari anak buah Tuan besar Jia kepada kedua orang pemuda yang kini bersikap berani untuk menghadapi orang-orang kejam di depan mereka.


"Kami lebih baik memilih untuk mati di tangan kalian daripada kami harus memenuhi apapun yang diinginkan oleh Tuan besar Jia- kalian..! " balas pemuda pertama yang suaranya terdengar merdu di telinga Li Hong Yi yang telah sampai di kota kecil bambu kuning dan berkumpul kembali dengan teman-temannya di tepi jalan raya kota kecil bambu kuning.


"Bocah-bocah cilik tak tahu diri! " hardik seorang pria paruh baya yang meluncur ke arah kedua orang pemuda itu dengan mengerahkan ilmu pukulan yang mengandung racun yang sangat mematikan kepada kedua orang pemuda itu.

__ADS_1


Wutttzzz!


Bersambung!!


__ADS_2