
"Hong Yi, sekarang kamu boleh meninggalkan ruang hampa dan bergabung dengan para murid dari sekte Hoa San Pai lainnya dan tidur di kamar asrama bersama-sama dengan yang lain nya. " kata Ketua sekte Hoa San Pai pada hari berikutnya kepada Li Hong Yi.
"Ya, Guru. Terimakasih banyak. " jawab Li Hong Yi menjatuhkan dirinya untuk memberikan salam hormat dan rasa terimakasih nya kepada Ketua sekte Hoa San Pai.
Lalu Li Hong Yi berlari menuju ke ruangan lain di sekte Hoa San Pai dengan senyuman bahagia sampai mengherankan para saudara dan saudari seperguruannya yang sudah lama tak jumpa dengannya.
"Li Hong Yi, apakah itu kamu yang sekarang ini telah menjadi seorang pemuda remaja usia lima belas tahun? " tanya kakak seperguruannya nada kagum dengan ketampanannya.
"Iya, Suheng.Ini aku Li Hong Yi. " jawab Li Hong Yi sopan.
"Wahh, kau jauh lebih tampan dari Kakak Song dan Kakak Liu.. " ucap Yang Chao Yue kakak seperguruannya yang sangat cantik jelita luar biasa setelah tumbuh remaja.
"Terimakasih atas pujian dari mu, Kak Chao Yue yang cantik jelita. " balas Li Hong Yi apaadanya.
"Uh, kau bisa saja bicara semanis ini kepadaku.. " kata Yang Chao Yue memerah malu.
"Hahaha, ya.. Aku minta maaf telah membuatmu malu. " kata Li Hong Yi cepat-cepat meminta maaf kepada Yang Chao Yue.
"Emm, aku akan menerima permintaan maaf mu asalkan kamu mau membantuku untuk ambil bunga salju abadi di dasar lembah gunung Hoa San. Apakah kau bersedia untuk mengambil bunga itu untuk ku? " ucap Yang Chao Yue.
"Iya, aku bersedia tapi ada syaratnya. " jawab Li Hong Yi tersenyum.
"Apa syarat mu? " tanya Yang Chao Yue ingin tahu.
"Nanti saja usai aku membawakan bunga salju abadi untuk mu.. " jawab Li Hong Yi meniup poni Yang Chao Yue dengan sikap santai saja namun membuat hati Yang Chao Yue berdebar tak karuan.
Lalu Li Hong Yi melesat cepat menuju ke dasar lembah pegunungan Hoa San dengan tanpa ada rasa gentar dan takut sedikitpun.Li Hong Yi telah meluncur ke dasar lembah gunung tersebut dan meraih bunga salju abadi dengan saputangan miliknya sendiri.
Kemudian ia melesat kembali ke tempat Yang Chao Yue berada yaitu di aula utama sekte Hoa San Pai. Ia melihat Song dan Liu mengadu ilmu silat di hadapan ratusan murid dari sekte Hoa San Pai dan Ketua sekte Hoa San Pai.
"Ini bunganya, " kata Li Hong Yi memberikan bunga salju abadi kepada Yang Chao Yue yang melompat gembira melihat bunga salju abadi itu dan menerimanya dengan gembira.
"Hong Yi, kau memenangkan pertarungan ini dengan baik sekali.. " kata Yang Chao Yue yang merangkul Li Hong Yi dengan erat.
"Ehh, apa maksud dari Kakak Chao Yue katakan kepada ku? " tanya Li Hong Yi yang menangkis serangan-serangan Song dan Liu yang telah sepakat untuk menantangnya.
__ADS_1
Plakk!
Plak!
Kakak seperguruannya itu terkejut dengan ilmu sinkang yang digunakannya untuk menangkis serangan-serangan dari kedua orang kakak seperguruannya itu.
"Hong Yi, kami berdua menantang mu untuk mengadu kepandaian silat mu setelah kamu telah keluar dari ruang hampa mu.. " kata kedua orang kakak seperguruannya itu nada angkuh dan memandang rendah dirinya.
"Baik, ku menerima tantangan dari kalian berdua tanpa ragu sedikitpun.. " kata Li Hong Yi yang melepaskan diri dari Yang Chao Yue secara halus lalu melompat ke tengah-tengah aula utama sekte Hoa San Pai.
"Hong Yi, kau sungguh sombong sekali menjadi sute kami (adik seperguruan laki-laki) dengan kamu memeluk adik Yang Chao Yue kami yang ingin dijodohkan kepada salah seorang dari kami oleh guru kita... " kata kakak seperguruannya yang bermarga Song dengan nada Ketus sekali kepada Li Hong Yi.
"Lho, aku tak memeluk Kakak Chao Yue tetapi ia sendiri yang memeluk ku dan aku sama sekali tidak perduli kalian yang ingin dijodohkan dengannya atau tidak karena aku sudah memiliki seorang istri yang sedang menungguku pulang ke rumah kami setelah pendidikan ku di sekte Hoa San Pai selesai. " kata Li Hong Yi dengan nada angkuh luar biasa kepada kedua orang kakak seperguruannya yang mendengus sebal kepadanya.
"Ugh, jangan banyak alasan kamu..! " hardik salah seorang dari kakak seperguruannya yang menyerang dengan mengepalkan tangan ke arah Li Hong Yi dengan kecepatan kilat sampai para anggota sekte Hoa San Pai lainnya menahan napas mereka saking tegangnya.
Wushhh!
Kakak seperguruannya yang lainnya juga telah menyerang dengan telapak tangan terbuka ke arah Li Hong Yi dengan bernafsu untuk menang dari Li Hong Yi.
Wuttzzz!
Wuttzzz!
Li Hong Yi menekuk lutut kanannya lalu melesat cepat dengan jarinya tengahnya telah menotok kaku tubuh kedua orang kakak seperguruannya itu hingga kedua orang kakak seperguruannya terjatuh di lantai.
Cus!
Cus!
"Hong Yi, kau sungguh luar biasa memenangkan pertandingan ini..! " sorak Yang Chao Yue yang cepat meraih jemari Li Hong Yi untuk menemui ayahnya yaitu Ketua sekte Hoa San Pai yang duduk di kursi singasana.
"Guru.. " sapa Li Hong Yi dengan menjura hormat kepada Ketua sekte Hoa San Pai.
"Ayah, lihatlah Li Hong Yi telah memenangkan pertandingan untuk ku dapat menentukan pilihan hatiku sendiri yaitu aku ingin dia yang menikah dengan ku. " kata Yang Chao Yue tanpa sungkan mengatakan hal ini kepada Ketua sekte Hoa San Pai.
__ADS_1
"Chao Yue, Li Hong Yi adalah menantu Kaisar Chen yang berarti dia bukanlah pria yang tepat untuk mu. " kata Ketua sekte Hoa San Pai yang sebenarnya ingin Li Hong Yi menikah dengan putrinya namun ia ingat status Li Hong Yi yang sudah lama di ketahuinya itu.
"Tapi, ayah. Li Hong Yi seorang Pangeran yang bergelar Pangeran kesembilan Li Hong Yi dari Kekaisaran Zhao yang berarti dia bisa memiliki harem dengan bebas tanpa haru mengikuti aturan Kekaisaran Chen. " kata Yang Chao Yue yang melirik ke arah Li Hong Yi yang tetap saja diam tak pernah bicara tentang mereka kepada Ketua sekte Hoa San Pai.
"Ya, Chao Yue. Ayah tahu dia seorang pangeran yang dapat memiliki banyak istri jika dia mau. Coba kau tanyakan kepadanya apakah dia mau menikah dengan mu dan menjadikanmu sebagai selirnya? " tutur Ketua sekte Hoa San Pai kepada Yang Chao Yue putrinya.
"Pangeran Kesembilan Li Hong Yi, maukah kamu menikah dengan ku dan menjadikan ku sebagai selir mu? " tanya Yang Chao Yue langsung pada Li Hong Yi.
"Iya, terserah kamu saja. " jawab Li Hong Yi yang memberikan bunga salju abadi kepada Yang Chao Yue dengan tatapan matanya meminta Yang Chao Yue memenuhi persyaratannya tadi.
"Ayah, dia setuju untuk menikah dengan ku dan menjadikanku sebagai seorang selirnya. " kata Yang Chao Yue meraih jemari Li Hong Yi dengan cepat dan menunjukkan perasaannya kepada ayahnya untuk merestui hubungannya dengan Li Hong Yi.
"Baiklah, aku merestui hubungan kalian berdua dengan syarat Li Hong Yi harus turun gunung Hoa San dan mencari pengalaman hidup di dunia persilatan sampai dia mendapatkan gelar yang membuatnya terkenal di dunia persilatan daratan besar barulah dia bisa menikah dengan mu dan menjadikan mu sebagai selirnya. " kata Ketua sekte Hoa San Pai menatap serius kepada Li Hong Yi.
"Pusaka dunia persilatan daratan besar apakah yang harus cari dan temukan di seluruh wilayah daratan besar, Guru?" tanya Li Hong Yi melalui tatapan matanya.
"Pil sepasang mata naga emas dan sepasang pedang awan dan angin membelah langit. " jawab Ketua sekte Hoa San Pai juga dengan senyumannya yang mengagumi kedewasaan dan kecerdasan Li Hong Yi.
"Baik, Guru, murid akan memenuhi persyaratan dari Anda, dan sekarang juga murid akan turun gunung Hoa San lalu melakukan perjalanan untuk pertama kalinya. " kata Li Hong Yi menjura hormat kepada Ketua sekte Hoa San Pai lalu berkelebat cepat meninggalkan aula utama sekte Hoa San Pai untuk berkemas di kamarnya di asrama sekte Hoa San Pai.
"Hong Yi, aku juga akan ikut bersamamu untuk merantau di dunia persilatan daratan besar." kata Yang Chao Yue menyusulnya ke kamarnya.
"Chao Yue, kau tunggu aku saja di sini dan aku pasti akan datang kembali ke sekte Hoa San Pai untuk menikah dengan mu dan menjadikan mu sebagai selirku. " kata Li Hong Yi menurunkan buntalan perjalanan Yang Chao Yue dari pundak gadis remaja itu.
"Tapi, aku ingin slalu bersamamu.. " ucap Yang Chao Yue menundukkan wajahnya.
Li Hong Yi mengangkat wajah Yang Chao Yue untuk berhadapan dengannya lalu mendekatkan diri kepada Yang Chao Yue dan mencium bibir Yang Chao Yue untuk pertama kalinya di dalam hidupnya.
"Ingatlah hari ini adalah hari pertama kali aku mencium bibir mu yang berarti aku telah jadikan kamu kekasihku. " kata Li Hong Yi lembut pada Yang Chao Yue.
Yang Chao Yue menganggukkan kepalanya dan memeluk erat Li Hong Yi sebelum melepaskan pemuda ini pergi dari sekte Hoa San Pai dengan satu kali gerakan ilmu ginkang yang telah dimiliki oleh pemuda ini dengan sangat sempurna.
Brrrrr!
"Hong Yi, aku akan mengingat kamu dan ciuman yang telah kamu berikan kepada ku.. " kata Yang Chao Yue menyentuh bibirnya sendiri dengan tersenyum seorang diri di kamar asrama Li Hong Yi.
__ADS_1
Bersambung!!