Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Turun Gunung..


__ADS_3

Li Hong Yi tersenyum-senyum melihat keindahan alam di sekitarnya seakan-akan dirinya bercerita tentang awal baru dari kebebasan yang sangat di dambakan olehnya sejak dahulu kala.Suara burung berkicauan, semilir angin yang saling menggesek dedaunan pepohonan di atasnya itu menambah suasana riang gembira di hatinya.


"Wahh, jernih sekali air sungai di kaki gunung Hoa San yang mengalir ke kota di ujung jalan di depanku.. " kata Li Hong Yi yang meniup seruling untuk mencurahkan perasaan bahagianya itu melalui alunan musik yang merdu darinya.


"Aduh.. " suara seseorang yang mengeluh sakit terdengar oleh telinganya yang tajam dan ketika ia menengok ke arah sisi kanannya membuatnya melihat seorang gadis remaja yang terjatuh di bawah dekat tepi sungai di depan sepasang matanya.


"Hei, nona apakah kamu baik-baik saja? " tanya Li Hong Yi cepat menghampiri gadis itu yang menoleh kepada Li Hong Yi.


"Ya, aku baik-baik saja hanya kakiku terkilir saat aku ingin memancing ikan di tepi sungai itu.. " jawab gadis itu dengan senyuman ramah untuk Li Hong Yi.


"Ouh, syukurlah. Kalau begitu aku akan teruskan perjalanan ku ke arah sana.. " kata Li Hong Yi yang mengurungkan niatnya untuk menolong gadis itu usai melihat gadis itu baik-baik saja.


"Berengsek sekali dia mengacuhkan aku begitu saja.. " kata gadis itu dengan lirikan matanya ke arah Li Hong Yi seraya tangannya melemparkan sesuatu ke arah Li Hong Yi yang telah cepat luar biasa menyentil jarum bening yang dilemparkan oleh gadis itu kepadanya.


Cringgg!


Jlebb!


"Argghh!! " pekik gadis itu yang telah tewas di tangan Li Hong Yi yang membalikkan jarum bening ke arah gadis itu lagi.

__ADS_1


Li Hong Yi tersenyum mengejek ke arah jasad gadis yang ingin menipu dan membunuhnya itu dengan meneruskan langkah nya ke arah timur dari pegunungan Hoa San sampai ia melihat ada seorang pemuda tampan yang menunggangi seekor keledai warna hitam melewati jembatan di depannya.


"Sobat, ternyata kamu tak sebodoh wajahmu hingga membuat aku merasa kagum dan kamu layaknya untuk menjadi sahabat seorang Tang Hung Chien sastrawan tampan dari kota Tang An pusat. " Kata pemuda tampan itu turun dari keledainya untuk menghampiri Li Hong Yi.


"Juga, aku Liu Shi Shi si gadis manis dari gunung Liu.. " kata seorang gadis remaja yang turun dari pepohonan tertinggi di samping jembatan ke arah Li Hong Yi di atas jembatan.


"Hmm, kalian berdua rupanya sudah melihat ku sejak awal aku turun dari gunung Hoa San?Bolehkah aku tahu apa yang menyebabkan kalian ingin berteman dengan ku? " tanya Li Hong Yi melipat kedua lengannya di dadanya.


"Iya, kami minta maaf kepada mu karena kami ingin melihat seperti apa murid dari Ketua Zhang yang di tugaskan oleh Beliau untuk berpetualang di dunia persilatan daratan besar yang terkenal dengan orang-orang yang aneh wataknya. " kata Tang Hung Chien yang terlihat jujur kepada Li Hong Yi.


"Umm, kami ini murid dari Ketua Huang dari pulau Persik di timur laut yang mendapatkan tugas untuk menemanimu dan juga menjagamu di sepanjang perjalanan mu di dunia persilatan daratan besar. " jawab Liu Shi Shi yang senyum begitu manis kepada Li Hong Yi.


"Ketua Huang dari pulau Persik? Hmm, ya aku mengenal beliau sebagai salah seorang dari teman baik guruku. " kata Li Hong Yi tersenyum ramah kepada kedua orang murid dari Ketua Huang dari pulau Persik di hadapannya.


"Ini? "


"Iya, dia adalah Daun Bombai untuk mu sebagai teman seperjalanan kita. " jawab Tang Hung Chien yang memperkenalkan keledainya kepada Li Hong Yi yang terheran-heran dengan nama hewan ini.


"Kenapa kamu menamainya Daun Bombai? " tanya Li Hong Yi mengelus -elus halus punggung keledai di sampingnya.

__ADS_1


"Karena dia tak menyukai daun bombai di setiap makanan yang ingin dimakannya. " jawab Liu Shi Shi dengan senyuman polos kepada Li Hong Yi dan membuat Tang Hung Chien manyun.


"Kau membongkar rahasiaku kepada Tuan Muda kita, " kata Tang Hung Chien menegur gadis itu.


"Hahaha, tak apa, Sobat. Aku justru menyukai orang yang jujur apa adanya seperti dia sebagai sahabat baruku daripada orang yang suka licik di belakang ku. " kata Li Hong Yi tersenyum dan tertawa melihat kedua orang sahabat barunya itu.


"Iya, Tuan Muda Li. Mari kau naiklah ke daun bombai dan kita berangkat untuk meneruskan perjuangan kita di dunia persilatan daratan besar sebagai pendekar yang membela kebenaran dan keadilan di negeri ini." kata Tang Hung Chien dan Liu Shi Shi bersamaan dengan senyuman di bibir keduanya kepada Li Hong Yi.


"Iya, terimakasih untuk kalian berdua yang amat menyenangkan sekali. " kata Li Hong Yi yang melompat naik ke atas punggung daun bombai lalu mengikuti langkah kedua orang sahabatnya yang berjalan di atas jembatan untuk menuju ke arah timur laut pegunungan Hoa San.


Lima hari kemudian mereka tiba di depan pintu gerbang sebuah kota yang di jaga ketat oleh sejumlah penjaga di depan pintu gerbang kota tersebut dan seseorang menyelinap masuk ke dalam kota dengan menyelipkan plakat kepada tangan salah seorang dari penjaga pintu di depan pintu gerbang kota itu.


"Emm, kita harus mempunyai plakat seperti yang di miliki orang itu untuk kita bisa masuk ke dalam kota daun melambai. " kata Li Hong Yi di atas punggung keledainya kepada kedua orang sahabatnya.


"Jangan khawatirkan plakat itu, Sobat. Karena kami sudah memilikinya untukmu." kata Tang Hung Chien yang menunjukkan plakat kepada Li Hong Yi dengan secepat kilat.


"Ouh, hebat kamu ini, Hung Chien. " kata Li Hong Yi dengan senyuman memuji kecerdasan Tang Hung Chien.


Tang Hung Chien berjalan maju ke arah penjaga lalu menunjukkan plakat kepada penjaga yang menganggukkan kepala lalu mengizinkannya masuk ke dalam kota awan melambai dengan di ikuti oleh Li Hong Yi yang menuntun keledainya masuk bersama Liu Shi Shi di sampingnya.

__ADS_1


Setibanya mereka bertiga di dalam kota awan melambai. Mereka pun mengagumi suasana di dalam kota awan melambai yang cukup ramai dengan para penduduknya bermatapencaharian sebagai pedagang buah lengkeng. Dan, mereka pun penasaran dengan rasa dari buah lengkeng yang di jual di sepanjang jalan di kota awan melambai.


Bersambung!!


__ADS_2