
"Bagus, bagus.. Berdirilah dan ikuti aku ke ruang di belakang kursi singsana ku. " kata Ketua sekte Hoa San Pai meraih jemari Li Hong Yi lalu di ajak lah anak itu menuju ke ruang rahasia sekte Hoa San Pai.
Ternyata ini adalah puncak paling tertinggi di pegunungan Hoa San. Li Hong Yi disuruh untuk telanjang bulat dan duduk di bawah air terjun di belakang tebingtinggi paling curam di seluruh pegunungan Hoa San.
"Berlatihlah ketenangan dan kedamaian jiwa di puncak tertinggi di pegunungan Hoa San dan kau harus menerima energi listrik dan air dari alam pegunungan Hoa San selama setahun di mulai hari ini. " kata Ketua sekte Hoa San Pai itu yang membimbing Li Hong Yi.
Li Hong Yi mematuhinya dan tanpa mengeluh sedikitpun dengan pelatihan-pelatihan yang amat luar biasa sukarnya dan berat untuk di lakukan oleh Li Hong Yi.
Setahun berikutnya, Li Hong Yi di suruh meninju tebing-tebing di tempatnya berdiri tanpa pakai ilmu sinkang yang sudah dimiliki oleh Li Hong Yi sebelumnya dari Paman Heng, Mu, Xu, dan Hong para pelayan istana Kekaisaran Zhao sendiri.
Baghh!
Bughh!
Li Hong Yi memukuli tebing-tebing pegunungan Hoa San dengan penuh semangat meskipun ia harus mengalami luka pada punggung kedua telapak tangannya namun ia memiliki sebuah tekad yang kuat sehingga ia berhasil meraih kemenangan atas runtuhnya tebing-tebing di depan sepasang matanya.
"Pangeran Kesembilan, anda mulai latihan fisik dengan membawa dua gentong air dari kaki pegunungan Hoa San sampai ke puncak gunung ini di mulai hari ini setelah pelatihan terhadap kekuatan kedua telapak tanganmu. " kata Ketua Sekte Hoa San Pai pada tahun berikutnya pada Li Hong Yi.
Li Hong Yi melakukan pelatihan mengambil air dari mata air di kaki pegunungan Hoa San dan membawa dua gentong air dari kaki pegunungan Hoa San ke puncak gunung Hoa San selama tiga bulan lamanya.
"Pelatihan berikutnya berdiri dengan posisi anda terbalik di atas tiang-tiang paling tinggi di atas sana.. " kata Ketua sekte Hoa San Pai menemui Li Hong Yi di tempat pelatihan berikutnya.
Li Hong Yi jungkir balik di atas tiang-tiang paling tinggi di ujung tebing-tebing lain di pegunungan Hoa San dengan di depan sepasang matanya di taruh dupa yang sangat tinggi dan menyala.
__ADS_1
"Dupa itu harus habis barulah pelatihan mu kali ini sempurna. " kata Ketua sekte Hoa San Pai nada serius kepada Li Hong Yi.
Li Hong Yi dapat menyelesaikan pelatihan fisik tersebut hingga membuat kagum Ketua sekte Hoa San Pai yang menemuinya di hari berikutnya di ruangan rahasia pelatihan khusus untuk Li Hong Yi.
"Sekarang aku akan melatih ilmu ginkang untuk melewati benang-benang halus di bawah jurang pegunungan Hoa San. " kata Ketua sekte Hoa San Pai yang mengajarkan melewati rintangan berbahaya itu kepada Li Hong Yi.
Li Hong Yi mengikuti cara yang ditunjukkan oleh Ketua sekte Hoa San Pai kepadanya. Anak ini meliuk-liuk di sekitar benang-benang tipis nan tajam menyeberangi jurang pegunungan Hoa San dengan waktu singkat sampai Ketua sekte Hoa San Pai tercengang dengan kemampuannya menghapal tiap pelajaran yang di ajarkannya kepada anak itu.
"Baik, aku akan menurunkan ilmu silat Hoa San Pai kepada mu. " kata Ketua sekte Hoa San Pai yang mengajarkan ilmu silat Hoa San Pai kepada Li Hong Yi yang melihat gerakan kedua kaki dan tangan Ketua sekte Hoa San Pai bergetar hebat lalu sebuah desiran angin kencang keluar dari kedua telapak tangan Ketua sekte Hoa San Pai yang menghancurkan batu gunung lainnya.
Blaar!
Li Hong Yi mengikuti cara untuk mempelajari ilmu silat Hoa San Pai dari Ketua sekte Hoa San Pai. Ia pun sanggup menghancurkan batu gunung yang lebih besar dan berat daripada batu gunung yang dihancurkan oleh Ketua sekte Hoa San Pai untuk mencontohkannya tadi.
Wutttttzzz!
Trangg!
Plakk!
Dukk!
Sert!
__ADS_1
Trrakk!
Li Hong Yi pun dapat menguasai ilmu silat dan ilmu pedang Hoa San Pai dalam waktu lima hari saja sehingga ia di masukan ke ruang hampa oleh Ketua sekte Hoa San Pai untuk melatih ilmu lainnya.
Di sana, Li Hong Yi tertarik pada lubang di salah satu daerah pegunungan Hoa San ketika ia ingin berlatih ilmu sinkang kehampaan dan kesunyian batin di ruang hampa.
"Gua apakah di salah satu daerah pegunungan Hoa San?" pikirnya.
"Li Hong Yi.. Kau sudah waktunya untuk makan malam untuk mu.. " suara Yang Chao Yue telah terdengar dari luar ruang hampa.
"Iya, Suci. Aku datang.. " jawab Li Hong Yi yang cepat menemui kakak seperguruannya yang kini telah berusia tiga belas tahun dan tumbuh jadi seorang gadis remaja tanggung yang sangat cantik jelita dengan balutan pakaian warna biru muda.
"Kau sungguh lamban sekali menjadi seorang laki-laki.. " omel Yang Chao Yue menyodorkan sekeranjang makanan dan minuman kepada Li Hong Yi begitu pemuda remaja tanggung ini tiba di depannya.
"Hmm, ya, maaf Suci.." kata Li Hong Yi dengan nada sopan seraya menerima keranjang yang disodorkan oleh Yang Chao Yue kepadanya dan mengeluarkan sejumlah piring berisi makanan dan seguci air putih dari dalam keranjang dan menikmati makanannya sambil melihat indahnya langit pada malam hari itu.
"Cahaya rembulan di malam hari ini membuatku ingin melantunkan sebuah alunan lagu melalui seruling bambu ku ini. " kata Li Hong Yi sambil menyuap makanan ke mulutnya.
"Apa bagusnya permainan seruling bambu mu? " cibir Yang Chao Yue melihat pemuda remaja tanggung ini mengeluarkan seruling bambu dari saku celana panjang lalu meniup seruling bambu itu yang mengeluarkan alunan musik yang luar biasa merdu bukan main di kedua telinga Yang Chao Yue sehingga gadis remaja tanggung ini terpesona dengan keahlian Li Hong Yi yang satu ini.
"Bagaimana menurutmu sesudah aku meniup seruling bambu ku dan mengalunkan musik yang telah membuat mu terkesima olehku, Suci? " balas Li Hong Yi.
"Lumayan, namun kau tak mungkin bisa menang dari Song Suheng dalam permainan musik dari seruling bambu rusak mu itu. " jawab Yang Chao Yue yang cepat-cepat membereskan piring- piring, mangkuk dan guci kosong di depan Li Hong Yi dan memasukkan barang -barang itu ke keranjang dan meningkatkan Li Hong Yi seorang diri di depan ruang hampa.
__ADS_1
Bersambung!!