
Li Hong Yi dan teman-temannya telah dihadang oleh sejumlah orang yang berpenampilan rapi dan gagah berani di pintu gerbang keluar dari desa tengkorak merah yang membawa tombak di tangan sejumlah orang itu.
"Kalian sudah mengacaukan desa tengkorak Merah kami bahkan membunuh rakyat kami dan kalian ingin kabur dari desa kami begitu saja..! Ugh, jangan berharap kalian bisa keluar dari desa tengkorak Merah kami dalam keadaan hidup -hidup..!!! " hardik sejumlah orang itu yang telah menyerang Li Hong Yi dan teman-teman nya dengan menghunus tombak secara cepat dan ganas yang ditujukan pada tenggorokan Li Hong Yi dan teman-temannya.
Wuttzz!
Dengan tangkas Li Hong Yi dan teman-temannya bergerak mundur dan menangkis serangan maut itu dengan ilmu silat mereka masing-masing yang membuat serangan tombak itu dapat di hindari oleh mereka dengan tepat.
Betzz!!
Li Hong Yi dan teman-temannya dengan gerakan yang tangkas membalas serangan maut tombak itu dengan ilmu pukulan yang membuat tombak berbalik arah dan menancap ke tenggorokan dan perut sekelompok orang itu.
Plakkk!
Jlebb!!
"Uhhhh, cuma segitu saja kemampuan mereka sudah bersikap sombong.. " kata Tang Hung Chien memandang rendah mayat-mayat musuh -musuh yang mencoba untuk menghadang jalan mereka.
"Benar sekali katamu, Hung Chien. Ah, mari kita pergi dari desa ini secepatnya. " kata Zhao Ling Erl yang sudah melangkah maju ke arah pintu gerbang keluar dari desa tengkorak Merah.
"Ya, mari.. " sahut Li Hong Yi yang berjalan di depan teman-temannya.
Mereka terbelalak karena usai mereka melewati pintu gerbang keluar dari desa tengkorak Merah yang mereka lihat adalah hutan yang sangat lebat dan sukar untuk di lalui oleh mereka.
"Hutan apakah ini yang kita datangi, teman- temannya? " tanya Nona Kelima Xi Hua Erl dan Liu Shi Shi bersamaan kepada yang lainnya.
"Hutan Laba-laba.. " jawab Li Hong Yi yang telah menduga dengan tepat sekali.
Hutan itu mempunyai sejumlah pepohonan yang dapat menyesatkan jalan bagi orang-orang yang tidak mengenal hutan itu. Hal ini di rasakan oleh Li Hong Yi dan teman-temannya.
"Bagaimana cara kita untuk keluar dari hutan ini? " tanya Tang Hung Chien memandang risau pada hutan di depan mereka.
"Kita telusuri saja sampai sejauhmana hutan ini batas ujungnya. " jawab Li Hong Yi dengan nada berani.
__ADS_1
"Ya, mari kita berjalan terus saja ke dalam hutan ini sambil kita mencari jalan yang benar untuk kita keluar dari huta Laba-laba ini. " kata Zhao Ling Erl tersenyum untuk memberikan semangat kepada Li Hong Yi.
"Hewan Laba-laba nya tak ada sama sekali di seluruh hutan ini tetapi pepohonan yang lebat yang membuat aku menamainya dengan nama hutan Laba-laba. " kata Li Hong Yi santai.
Lalu suara dedaunan saling bergesekan satu sama lainnya yang disertai deru angin kencang dari arah dalam hutan ini lalu disusul suara ujung tombak yang mengarah ke arah mereka semua..
Wushhh!
Li Hong Yi dan teman-temannya dengan sigap menyambar ranting-ranting pohon yang mereka dapatkan untuk menangkis serangan-serangan tombak yang digunakan oleh sejumlah orang dari arah barat hutan Laba-laba.
Wuttzz!!
Trang!
Trang!
Trang!
"Ahhhh..! Kurang ajar...! " teriak sekelompok orang itu yang merasakan panas luarbiasa yang menyebabkan telapak tangan mereka melepuh dan mengharuskan mereka melepaskan tombak mereka ke tanah.
Lalu Li Hong Yi menggunakan kesempatan emas ini menggunakan ilmu silat ranting maut yang hebat sekali sehingga tombak milik musuh nya itu melayang ke arah musuh-musuh nya sendiri dan menebas leher musuh-musuhnya.
Crakkk!
"Tuan Muda Li, kau sungguh mengagumkan luar biasa dalam ilmu silat yang tiada duanya di dunia persilatan daratan besar tingkat tinggi. " puji Nona Kelima Xi Hua Erl tersenyum manis untuk Li Hong Yi.
"Ya, kau sungguh membuat kami bangga dengan mu. " kata Zhao Ling Erl mengedipkan sebelah matanya kepada Li Hong Yi.
"Hadeh, mereka centil sekali terhadap Pangeran Kesembilan Li Hong Yi kita. " kata Tang Hung Chien melihat kecentilan kedua orang gadis itu terhadap Li Hong Yi kepada Liu Shi Shi kekasih hatinya.
"Ya, karena mereka sedang berlomba-lomba di dalam misi untuk meraih hati Tuan Muda Li Hong Yi kita yang sangat tampan ini. " kata Liu Shi Shi tertawa renyah melihat tingkah laku dari kedua orang gadis yang menjadi teman-teman seperjuangan mereka bersama.
Li Hong Yi tak menghiraukan percakapan teman- temannya yang membicarakan dirinya dengan kedua orang gadis cantik jelita yang centil sekali terhadapnya untuk fokus pada hutan Laba-laba.
__ADS_1
"Hmmm, aku tak mungkin bisa dikalahkan oleh hutan Laba-laba sialan ini.. " batin Li Hong Yi.
Li Hong Yi mengedarkan pandangan sepasang matanya ke seluruh hutan Laba-laba lalu ranting di tangannya di gerakkan ke arah timur laut dari posisinya saat ini dan sejumlah pepohonan di bagian timur laut itu runtuh seketika itu juga.
Betttzzzz!!
Bruakkkk!!!
Li Hong Yi tersenyum menemukan sebuah jalan kecil yang memperlihatkan sebuah arah keluar dari hutan Laba-laba telah terlihat dengan jelas oleh sepasang matanya yang tajam.
"Disana jalan keluar dari hutan Laba-laba ini.. " kata Li Hong Yi melesat cepat ke arah yang telah dilihatnya itu dengan di ikuti oleh teman-teman seperjuangan nya di belakangnya.
Brrrrrr!
Sebuah sungai terbentang lebar dan panjang di depan sepasang mata mereka tanpa adanya alat bantu untuk menyebrangi sungai itu ataupun perahu untuk mengarungi sungai tersebut.
"Bagaimana cara kita untuk melewati sungai ini, Tuan muda Li Hong Yi? " tanya Tang Hung Chien menoleh kepada Li Hong Yi.
"Kita harus menggunakan rakit untuk kita semua bisa menyeberangi sungai ini yang sangat lebar dan panjang hingga kita tidak tahu dimana ujung sungai ini berakhir. " jawab Li Hong Yi yang cepat memotong sejumlah pepohonan terdekatnya itu dengan rantingnya.
Trakk!
Trakkk!
Trakk!
Lalu Li Hong Yi mengikat pepohonan itu menjadi rakit dengan akar-akar pohon yang kuat sekali dan melompat turun ke rakit yang sudah lebih dulu di lemparkan ke sungai olehnya.
Brrrr!
"Ayo semuanya naik dan duduklah dengan sikap tenang di rakit buatanku ini. " kata Li Hong Yi di rakit kepada teman-teman seperjuangannya yang masih berdiri di tepi sungai tersebut.
Bersambung!!
__ADS_1