Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Mencari Jejak Penculik Hu Yi Tian.


__ADS_3

Li Hong Yi meluncur ke arah dalam istananya di wilayah suku Chen usai menduga bahwa Hu Yi Tian yang akan diselamatkan oleh para sahabat terbaiknya itu telah hilang dari penjara bawah tanah di istana suku Chen.


"Mmm, rantai yang mengikat kedua tangan dan kaki Hu Yi Tian telah diputuskan oleh golok yang bentuknya seperti bulan sabit." kata Li Hong Yi yang mengamati rantai di dalam penjara bawah tanah.


"Ya, orang itu sungguh lihai sekali dapat culik Hu Yi Tian tanpa sepengetahuan kita yang berada di istana suku Chen."kata Zhao Ling Er yang ikut mengamati setiap dinding dan benda di penjara bawah tanah.


"Ada noda darah di atas jerami di lantai penjara bawah tanah ini." kata Tang Hung Chien yang kini berjongkok di lantai penjara bawah tanah untuk menunjukkan adanya noda darah kepada Li Hong Yi.


Li Hong Yi menggunakan saputangannya untuk mengelap darah di jerami lantai penjara bawah tanah lalu ia mencium aroma darah untuk ia bisa mengetahui jejak untuk mencari Hu Yi Tian.


"Dia membawa Hu Yi Tian ke arah barat daya dari istana suku Chen." kata Li Hong Yi melesat cepat meniggalkan penjara bawah tanah untuk menuju ke arah barat daya istana suku Chen.


Brrrr!


Teman-temannya segera mengikutinya dengan cepat sehingga mereka dapat menemukan jejak lain di jalan yang menuju ke pintu gerbang keluar dari istana suku Chen.


"Emm,dia mempunyai ilmu sinkang kaki badak yang membuat jalan disekitar pintu gerbang keluar dari istana suku Chen telah membuktikan bahwa ia adalah Si Raja Barbar Fei Yu Bang." kata Li Hong Yi yang mengenal ilmu sinkang kaki badak milik orang yang menculik Hu Yi Tian.


"Hmm, pantas saja dia berani untuk menculik Hu Yi Tian dari kita." kata Tang Hung Chien dengan mengangguk-angguk.


"Mari kita cari jejak orang itu lagi sampai kita bisa menemukan Hu Yi Tian si sastrawan yang malang dari aku kecil sampai aku besar, dia itu selalu bernasib buruk." kata Li Hong Yi yang telah mengajak teman-temannya meninggalkan istana suku Chen.


Mereka tiba di hutan dalam kota suku Chen yang memiliki wilayah yang membingungkan mereka karena pepohonan di hutan tersebut berkabut dan berhawa dingin seperti hawa salju di musim dingin padahal saat itu adalah musim panas.


"Kita harus berhati-hati dalam menyelusuri hutan dalam kota suku Chen agar kita tidak tersesat dan mendapatkan masalah dengan hutan dalam kota suku Chen yang sangat asing bagi kita." kata Li Hong Yi memberikan saran kepada para sahabatnya.


"Iya, Paduka Raja Muda Li Hong Yi." kata para sahabatnya yang segera mengikutinya menuju ke arah selatan hutan dalam kota suku Chen.

__ADS_1


Disana terdapat sekumpulan serigala buas dan liar yang mengancam keselamatan mereka di depan mereka sehingga mereka harus gunakan ilmu silat mereka masing-masing dalam hadapi sekumpulan serigala buas dan liar.


Wushhh!


Sekumpulan serigala buas dan liar menerjang ke arah mereka dengan lompatan yang sangat cepat dan keempat kaki sekumpulan serigala buas dan liar itu membentuk cakar yang dapat mencabik-cabik mereka.


Wutttzz!


Li Hong Yi menggunakan ilmu sinkang telapak tangan sekte Hoa San Pai yang mengarah ke sekumpulan serigala buas dan liar yang telah membuat sekumpulan serigala buas dan liar di depannya telah roboh di sekitar mereka.


Desss!


Tang Hung Chien dan teman-temannya melesat cepat untuk menghindari serangan sekumpulan serigala buas dan liar yang melompat ke arah mereka.


Wutttzz!


Dukk!


Li Hong Yi melayang di sekitar pepohonan yang berbaris rapat di sekitar hutan dalam kota suku Chen untuk mengejar sekumpulan serigala buas dan liar lainnya yang mengejar teman-temannya ke arah dalam hutan tersebut.


Wezzzz!


Tang Hung Chien menyambar tangan Liu Shi Shi ketika ia melihat kekasihnya nyaris diterkam salah satu dari sekumpulan serigala buas dan liar dengan mengajak kekasihnya melompat ke atas pohon yang paling tinggi.


"Kyaa.. Tolong akuuuu...! " teriak Xi Hua Erl yang terjerembab ke tanah ketika ia akan berlari di belakang teman-temannya.


Sekumpulan serigala buas dan liar telah datang ke arah gadis itu dengan seringai yang membuat hati Xi Hua Erl ketakutan melihat gigi-gigi tajam milik sekumpulan serigala buas dan liar yang telah bersiap untuk mencabik-cabik dirinya.

__ADS_1


Wusss!


Li Hong Yi dengan luarbiasa telah menggunakan ilmu sinkang tapak beruang emas melalui kedua telapak tangan yang mengarah langsung kepada sekumpulan serigala buas dan liar yang telah nyaris untuk mencabik-cabik temannya.


Dess!


Bruakk!


"Hua Erl, cepatlah kau raih tanganku..! " teriak Li Hong Yi dari atas pohon paling tinggi kepada Xi Hua Erl.


Xi Hua Erl segera meraih tangan kanan Li Hong Yi yang telah menariknya untuk berdiri di atas pohon paling tinggi dengan tepat waktu sebelum sekumpulan serigala berbulu hitam berdatangan ke arah dirinya.


"Kenapa hutan dalam kota suku Chen menjadi lebih banyak sekumpulan serigala buas dan liar yang mengincar kita semua? " tanya Zhao Ling Er yang duduk di atas pohon paling tinggi di sisi kiri pohon yang ditempati oleh Li Hong Yi dan Xi Hua Erl.


"Entahlah." jawab Li Hong Yi.


"Sepertinya memang ada orang yang ingin sekali membunuh kita semua di sini." kata Tang Hung Chien nada serius.


"Ya, kita semua telah menjadi tokoh-tokoh baru di dunia persilatan daratan besar setelah kita membasmi keluarga Kaisar Chen pada pagi hari tadi sehingga mereka yang merupakan kerabat Kaisar Chen memiliki niat untuk balas dendam kepada kita." kata Liu Shi Shi dengan tepat sekali akan dugaan gadis cerdas itu.


"Ennn, aku tidak takut terhadap mereka. " kata Li Hong Yi dengan senyuman angkuhnya untuk ia bisa menantang para musuh yang telah lama mengincar dirinya.


"Mmm, kerabat Kaisar Chen itu memiliki sekte di dunia persilatan daratan besar yang namanya cukup terkenal di dunia persilatan daratan besar yang tentunya memiliki kemampuan ilmu silat yang cukup berbahaya bagi keselamatan kita semua." Kata Zhao Ling Er dengan nada lebih serius kepada Li Hong Yi.


"Aku akan menantang mereka secara jantan jika mereka mempunyai cukup keberanian untuk menghadapi aku secara langsung." kata Li Hong Yi nada tenang sekali.


"Mmmm, mereka sekumpulan orang-orang licik dan picik takkan pernah mau untuk menghadapi kamu secara jantan. " kata Tang Hung Chien yang merendahkan kerabat Kaisar Chen yang di ketahui oleh mereka sedang mengincar mereka semua di hutan dalam kota suku Chen.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2