
Sesudah membahas masalah yang berkaitan erat dengan wilayah Kekaisaran Zhao di ruangan pribadinya. Kaisar Zhao menemui putranya yang bernama Li Hong Yi di kamar putranya sendiri. Ia melihat wajah tegas anak laki-laki yang berusia sekitar delapan tahun ini dengan senyuman di bibirnya.
"Ayahanda, ada apa Ayah datang ke kamarku? " tanya Li Hong Yi menutup buku yang sedang di bacanya untuk menghadapi Ayahnya.
"Hong Yi, aku tahu usiamu masih delapan tahun dan dibilang masih terlalu kecil untuk membantu ku dalam mengatasi permasalahan yang amat erat hubungannya Kekaisaran kita, namun aku hanya bisa memanfaatkan mu untuk masa depan Kekaisaran Zhao. " kata Kaisar Zhao yang menggenggam tangan Li Hong Yi yang menatap terheran-heran kepada ayahnya.
"Iyaaa, ayah, ada apa? " tanya Li Hong Yi suara kekanak-kanakan nya masih kental.
"Hong Yi, aku mau kamu menikah dengan putri Mahkota Kekaisaran Chen untuk melindungi Kekaisaran Zhao meskipun kamu belum paham tentang kehidupan pernikahan politik setelah itu aku akan mengirim mu ke Hoa San Pai untuk berlatih ilmu silat yang paling hebat di dunia ini dan temukanlah pusaka leluhur kita yang hilang di luar sana dan terakhir tugasmu adalah kau menggantikan posisi ku sebagai Kaisar Zhao yang baru. " jawab Kaisar Zhao yang membuat senyuman di bibir Li Hong Yi menghilang.
"Ouh, bilang saja ayah mau membuangku ke negeri orang lain. " kata Li Hong Yi dalam hatinya namun ia tidak berani untuk menentang ayahnya yang menjadi Kaisar Zhao yang sekarang ini.
"Hong Yi, mulai hari ini kau harus mempelajari ilmu pengetahuan tentang wilayah di seluruh negeri ini dan orang-orang nya juga mempelajari ilmu kebajikan seorang pria sejati yang akan kau gunakan di masa depan mu. " kata Kaisar Zhao yang memberikan lima buah buku tebal kepada Li Hong Yi.
"Iya, Ayahanda. " jawab Li Hong Yi patuh.
"Sekarang kau harus mempersiapkan diri untuk perjalanan menuju ke Kekaisaran Chen untuk menjemput pulang calon istrimu ke istana kita setelah kamu melakukan ritual pernikahan di adat Kekaisaran Chen. " kata Kaisar Zhao yang memerintahkan para dayang istana untuk bantu merapikan Li Hong Yi sebagaimana mestinya sebagai pengantin pria Kekaisaran Zhao.
Li Hong Yi melakukan semua itu dengan hatinya begitu keras dan dingin seperti batu gunung Hoa San sendiri. Ia mengikuti arahan pihak pemimpin perjalanannya ke Kekaisaran Chen.
"Hong Yi, jagalah dirimu baik-baik di sana dan jadilah menantu yang baik untuk menyenangkan Kaisar Chen. " kata Ibunya di bawah kudanya.
__ADS_1
"Iya, Ibu. " jawab Li Hong Yi patuh.
"Ahhh, bagaimana dengan ku yang sejak bayi telah bertunangan dengan Paduka Pangeran ke sembilan?" seorang gadis kecil usia sebaya Li Hong Yi bertanya kepada seorang wanita yang duduk di kursi barisan para wanita terhormat yang hadir di acara mengantarkan Pangeran ke sembilan Li Hong Yi ke Kekaisaran Chen di istana Kekaisaran Zhao.
"Tenanglah, dirimu akan tetap menjadi salah seorang dari wanita-wanita pilihan Kaisar Zhao untuk masa depan Pangeran ke sembilan Li Hong Yi." kata seorang wanita cantik yang duduk di kursi barisan para wanita bangsawan Ibukota Kekaisaran Zhao kepada anak perempuan kecil itu.
"Iya, Ibu. Aku cuma tak mau menjadi wanita yang diabaikan oleh Pangeran ke sembilan Li Hong Yi yang sudah bertunangan dengan ku sejak kami masih bayi menurut kalian suaranya para orang tua yang mengatur pernikahan kami di masa depan. " kata Puteri Mung Fan tunangan masa kecil Li Hong Yi.
"Iya, kau diam sajalah dan tunggu waktumu akan tiba masanya untuk mendampingi Pangeran ke sembilan Li Hong Yi. " kata ibunya yang masih ada hubungan kekerabatan dengan ibunda Li Hong Yi.
"Iya, Ibu.. " jawab anak itu yang menatap tajam Li Hong Yi yang berkuda meninggalkan istana Kekaisaran Zhao mengikuti arahan para prajurit yang mengantarkannya ke Kekaisaran Chen.
Selama perjalanan ke Kekaisaran Chen. Li Hong Yi tampak muram durja, dia sama sekali tidak paham kenapa ayahnya memilihnya untuk pernikahan politik kedua Kekaisaran yang amat dekat hubungannya dengan Kekaisaran Bei.
Li Hong Yi melompat dari punggung kudanya ke arah selatan lalu menemukan seorang gadis kecil usia enam tahun yang terancam nyawanya oleh terkaman seekor Harimau raksasa di tepi jurang.
"Hei.. Harimau berhenti kamu.. " kata Li Hong Yi yang meluncur dengan dua jarinya menotok di dua sisi kepala harimau yang siap untuk terkam anak perempuan yang menangis dengan tangan kecilnya memegangi akar pohon untuk menahan tubuhnya agar tak tergelincir ke jurang.
Cus!
Bluk!
__ADS_1
"Bertahanlah, aku akan menolongmu.. " kata Li Hong Yi menarik tangan gadis kecil ini setelah membuat pingsan harimau itu.
"Pangeran ke sembilan Li Hong Yi...! Apa yang sedang anda lakukan ini? Kenapa anda lompat dari kuda anda begitu saja? " tanya kepala kasim Wang yang mendatanginya dengan wajah panik.
"Aku mau menyelamatkan anak ini.." jawab Li Hong Yi yang berhasil menyelamatkan anak perempuan itu yang jatuh pingsan di hadapan Li Hong Yi.
"Pangeran ke sembilan Li Hong Yi biarkanlah hamba yang menggendong anak ini untuk di bawa kereta kuda Anda. " kata kepala kasim Wang yang cepat mengambil alih tugas untuk gendong anak perempuan itu dari Li Hong Yi.
"Emm, baiklah. " jawab Li Hong Yi meluncur ke arah kereta kudanya dengan cepat luar biasa.
"Darimana dia memiliki ilmu ginkang sehebat ini di usianya masih anak-anak? " pikir Kepala kasim Wang melihat gerakan kilat Li Hong Yi di depannya dengan hatinya terheran-heran dengan kepandaian ilmu silat anak kecil itu.
Li Hong Yi mengurut tengkuk anak perempuan itu untuk menyadarkan anak perempuan itu di dalam kereta kudanya untuk menyelamatkan anak ini dari kematian karena anak perempuan itu pingsan sudah terlalu lama.
"Ngggg.. Dimanakah aku sekarang ini? Ahhhh" rintih anak perempuan itu.
"Di dalam kereta kuda ku.. Kau sudah aman dari terkaman harimau di hutan luar ibukota. " kata Li Hong Yi memberikan minum air putih kepada anak perempuan itu yang membuka sepasang mata menatap Li Hong Yi terheran-heran.
"Kau siapakah? " tanya anak perempuan itu usai dapat duduk di lantai kereta kuda Li Hong Yi.
"Aku Li Hong Yi. Kamu? " balas Li Hong Yi.
__ADS_1
"Aku Chen Yi Han.. " jawab anak perempuan itu yang mulai menangis untuk mencari-cari orang tua anak itu di sekitar kereta kuda Li Hong Yi.
Bersambung!!