Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Kota Awan Melambai


__ADS_3

Li Hong Yi memandang tajam kepada pemuda di depannya itu untuk mendapatkan bukti dari kata -kata yang telah di keluarkan oleh pemuda itu mengenai pejabat Xi.


"Aku akan membuktikannya kepadamu jika kamu tak mempercayai ucapan ku." kata pemuda itu yang mengajak Li Hong Yi kembali ke rumah pejabat Xi secara diam-diam sehingga tak ada seorangpun yang mengetahui kembalinya Li Hong Yi ke rumah itu dan mengintip Pejabat Xi dan keluarganya sedang mengikat Liu Shi Shi di tiang.Sedangkan Tang Hung Chien mengeliat- geliat di lantai di dekat putri kelima dari pejabat Xi sendiri yang meraung-raung kesakitan pada perutnya.


"Bocah laknat siapa kalian bertiga yang berani untuk mengacaukan kota awan melambai? " tanya pejabat Xi yang menghunuskan pedang ke arah Tang Hung Chien.


"Xi Yu Kau seorang penipu ulung yang menjebak kami dengan menyuruh orang-orangmu untuk menyamar sebagai penjual buah lengkeng yang sudah di taburi racun belatung hitam untuk dosa mu sebagai pejabat korupsi tak bisa di ketahui oleh Pangeran Kesembilan Li Hong Yi yang ingin menyelidiki kasus korupsi di kota ini.. " kata Tang Hung Chien dengan sinar matanya tajam kepada Pejabat Xi.


"Bocah setan kau sudah akan mati tetap saja bersikap sombong di hadapanku..!" hardik Pejabat Xi yang memerintahkan para pengawal pribadinya untuk menjambak rambut panjang Tang Hung Chien untuk menghadapi Pejabat Xi yang ingin menaruh cap besi panas ke wajah Tang Hung Chien.


Di saat yang genting bagi Tang Hung Chien tiba - tiba sebuah genteng entah datang darimana telah menebas leher Pejabat Xi berikut para pengawalnya sehingga nyawa Tang Hung Chien berhasil diselamatkan oleh Li Hong Yi yang telah muncul di hadapan Tang Hung Chien bersama pemuda tampan yang telah membuktikan bahwa ucapannya kepada Li Hong Yi adalah kebenaran mutlak.


"Tuan Muda Zhao rupanya anda telah datang ke rumah pejabat Xi untuk menyelamatkan aku.. " kata nona kelima dengan suaranya tercekat lihat pemuda tampan yang telah datang bersama Li Hong Yi melepaskan ikatan pada tubuhnya dan memberikan sebuah pil warna hijau ke mulutnya.


"Telanlah pil penawar racun belatung hitam yang telah berhasil ku dapatkan dari puncak gunung Xi. " kata pemuda tampan itu yang telah bantu nona kelima untuk berdiri.


"Iya, terimakasih atas pertolonganmu kepadaku, Tuan muda Zhao. " kata Nona kelima dengan senyuman di kulum kepada pemuda tampan itu.

__ADS_1


Li Hong Yi meminta pil penawar racun belatung hitam dari Tuan muda Zhao untuk Tang Hung Chien dan Liu Shi Shi dengan merampas botol obat itu dari genggaman tangan Tuan muda Zhao.


"Kau tak mengucapkan maaf telah menuduhku seorang penipu? " Tuan muda Zhao mendelik ke arah Li Hong Yi yang acuh tak acuh terhadapnya dengan mengajak Tang Hung Chien dan Liu Shi Shi yang telah sehat kembali untuk pergi dari rumah pejabat Xi.


"Hei.. Kau juga belum mengucapkan terimakasih kepada ku yang telah membantumu untuk kamu bisa menyelamatkan teman-teman mu dengan tepat waktu.. " kata Tuan muda Zhao mengikuti langkah Li Hong Yi yang meluncur bersama Tang Hung Chien dan Liu Shi Shi ke arah pintu keluar dari kota awan melambai.


"Tuan muda Zhao, izinkanlah aku mengikutimu mulai hari ini sebagai pelayanmu. " kata Nona kelima yang tergesa-gesa mengikuti langkah Tuan muda Zhao dari belakang.


"Nona kelima, aku bukan majikanmu, jadi kamu tak perlu mengikuti aku.. " kata Tuan muda Zhao dengan nada enggan untuk diikuti oleh Nona kelima.


"Tidak bisa, aku harus mengikuti mu karena kau adalah penolongku, maka aku harus membalas budi kebaikanmu dengan menjadi pelayanmu seumur hidupku. " kata Nona kelima bersikeras.


"Aduh, aku kehilangan jejak Tuan muda Li.. " kata Tuan muda Zhao membanting sebelah kakinya dengan wajahnya kesal.


"Tuan muda Zhao, apakah anda ingin mencari Tuan muda Li? " tanya Nona kelima yang ingin berbaikan dengan Tuan muda Zhao bersikap luar biasa sopan.


"Iya.. " jawab Tuan muda Zhao ketus.

__ADS_1


"Emm, coba anda tengok ke arah kedai teh di kiri pintu keluar dari kota ini. " kata Nona kelima nada manis sekali kepada Tuan muda Zhao.


Tuan muda Zhao segera menengok ke arah kiri pintu keluar dari kota awan melambai. Dan, ia langsung tersenyum bahagia melihat Li Hong Yi, Tang Hung Chien dan Liu Shi Shi sedang duduk di bangku meja makan dalam kedai teh itu.


"Tuan muda Li.. Aku datang... " kata Tuan muda Zhao segera berlari menuju Li Hong Yi yang memang sedang menunggunya untuk meminta penjelasan mengenai pil penawar racun belatung hitam yang berada di tangan Tuan muda Zhao.


"Tuan muda Zhao, tolong kamu jelaskan kepada ku darimana pil penawar racun belatung hitam ini kamu dapatkan dan jawablah dengan jujur kepada ku agar aku takkan pernah mencurigai kamu lagi. " kata Li Hong Yi nada tegas kepada Tuan muda Zhao seraya memperlihatkan botol keramik kecil di genggamannya kepada Tuan muda Zhao.


"Sudah ku katakan bahwa aku mendapatkan pil penawar racun belatung hitam itu dari Tuan Feng Yun sendiri di puncak gunung Xi. " jawab Tuan muda Zhao yang tangannya ingin mengambil botol pil penawar racun belatung hitam dari Li Hong Yi tapi Li Hong Yi dengan gesit sekali telah menyimpan botol pil penawar racun belatung hitam di sakunya sehingga Tuan muda Zhao itu gagal merebut botol pil penawar racun belatung hitam dari Li Hong Yi.


"Aku tidak akan pernah mempercayaimu jika kau tak mempertemukan aku dengan Tuan Feng Yun di puncak gunung Xi. " kata Li Hong Yi nada luar biasa ketus kepada Tuan muda Zhao yang kini manyun di hadapannya.


"Ah, baiklah. Tapi, izinkanlah aku untuk makan siang dahulu di kedai teh ini karena perutku ini sudah kelaparan.. " kata Tuan muda Zhao yang memegangi perutnya sendiri dengan wajahnya memelas kepada Li Hong Yi.


"Tidak bisa, sebelum bekerja kau dilarang untuk makan siang atau makan malam.. " kata Li Hong Yi nada tegas kepada Tuan muda Zhao lalu Li Hong Yi memberikan perintah kepada Tang Hung Chien untuk menyeret Tuan muda Zhao di belakangnya untuk mengikuti langkahnya ke arah luar kota awan melambai.


"Hei.. Tuan muda Li tolong anda jangan bersikap kasar kepada Tuan muda Zhao.. " kata Nona kelima yang cepat-cepat mengejar mereka ke arah luar kota awan melambai dengan berbelok ke arah timur laut untuk menuju ke arah gunung Xi.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2