Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Jumpa Sahabat..


__ADS_3

"Wah, banyak sekali para penjual buah lengkeng di sini. " kata Li Hong Yi yang menggemari buah lengkeng segera menghampiri salah seorang dari penjual buah lengkeng dan membeli buah itu untuk di makan bersama dengan kedua orang sahabatnya.


"Wah, terimakasih banyak Sobat.. " kata Tang Hung Chien segera mengambil buah lengkeng di dalam bungkusan yang berada di telapak tangan Li Hong Yi dan dirinya menggigit kulit buah itu untuk makan buah lengkeng.


Namun sebuah batu kerikil entah darimana telah menjatuh buah lengkeng dari tangannya dan ia merasakan bibirnya sakit sampai Li Hong Yi dan Liu Shi Shi terkejut melihat bibir Tang Hung Chien bengkak dan berwarna hitam pekat sekali.


"Hei, buah lengkeng nya beracun? ! " ucap Li Hong Yi yang cepat membuang bungkusan buah lengkeng ke tanah dan menemukan buah itu kini mengeluarkan belatung dan tercium aroma bau busuk bukan main.


"Racun apakah ini? Aduh, bagaimana ini? Lihat Tang Hung Chien keracunan sampai bibirnya bengkak mengerikan sekali.. " kata Liu Shi Shi menutup mulutnya sendiri karena ngeri melihat Tang Hung Chien mempunyai bibir bengkak dan berwarna hitam pekat.


"Jangan khawatir aku akan mencarikan obat penawarnya sekarang juga kepada penjual buah lengkeng itu.., Kau jaga dia dan tunggu aku di sini. " kata Li Hong Yi kepada Liu Shi Shi dengan nada tenang.


Li Hong Yi mencari penjual buah lengkeng yang menjual buah tersebut di dekat pintu masuk ke dalam kota awan melambai namun ia tidak bisa menemukan penjual buah lengkeng itu di sana. Ia pun mengedarkan pandangan matanya ke seluruh kota awan melambai lalu melesat cepat ke arah atas genteng-genteng rumah-rumah di seluruh kota itu. Lalu, Li Hong Yi melihat ada bayangan hitam menyelinap masuk ke sebuah rumah yang bertuliskan.


"Rumah pejabat Xi. " baca Li Hong Yi dalam hati.


Kemudian, Li Hong Yi melihat ada seorang gadis remaja sedang bermain ayunan di taman bunga di dalam rumah itu lalu bayangan hitam itu kini menyerang ke arah gadis remaja yang langsung roboh di tangan bayangan hitam itu.


"Celaka! Nona Xi telah di culik oleh si setan hitam..! " teriak para pelayan gadis remaja itu.

__ADS_1


Dan, bayangan hitam itu melemparkan bjij buah lengkeng ke arah para pelayan gadis remaja itu yang cepat di kibaskan oleh lengan pakaian Li Hong Yi yang mengejutkan bayangan hitam itu sehingga pria ini meloncat kabur dari rumah itu dengan membawa gadis remaja itu.


"Ahhh! Cepat kita laporkan kepada Tuan besar Xi tentang nona kelima yang telah di culik oleh si setan hitam.. " kata para pelayan gadis remaja itu yang segera berlari masuk ke rumah pejabat Xi.


Li Hong Yi mengejar setan hitam dengan cepat sekali sampai si setan hitam harus menyerang Li Hong Yi dengan biji buah lengkeng yang telah di lemparkan ke arah belakangnya.


Syut,syut, syut!


Li Hong Yi dengan tangkas mengibaskan lengan pakaiannya yang membuat biji buah lengkeng itu membalik ke arah si setan hitam yang cepat gunakan gadis remaja tawanannya untuk dirinya terlindungi dari serangan balik Li Hong Yi.


Bettzz!


Li Hong Yi dengan tangkas menggunakan satu sentilan ke arah belakang kepala si setan hitam hingga si setan hitam kepalanya bocor olehnya dan Ia pun cepat menyambar gadis remaja itu yang masih pingsan sebelum gadis remaja itu jatuh ke arah bawah yaitu jalan raya.


"Bukan, tapi dia.. " jawab Li Hong Yi tegas sambil menunjuk ke arah mayat si setan hitam di jalan raya kepada pejabat Xi.


"Ehh, kau membunuhnya untuk menyelamatkan putri kelima ku kah? " tanya Pejabat Xi yang kini mempercayai ucapan Li Hong Yi.


"Iya, namun tujuan utama ku adalah mencari penjual buah lengkeng yang telah menipuku dan meracuni temanku itu yang berada di jalan raya di sana itu.. " jawab Li Hong Yi juga menunjukkan Tang Hung Chien yang di papah oleh Liu Shi Shi kepada pejabat Xi.

__ADS_1


"Ahhh, kalau begitu kau cepatlah bawa temanmu ke rumah ku untuk mendapatkan pertolongan pertama lebih dahulu sebelum kamu dapat menemukan orang yang telah melakukan hal keji kepada temanmu dan mencelakai putriku juga. " kata Pejabat Xi yang memberikan solusi kepada Li Hong Yi.


"Baiklah." sahut Li Hong Yi telah melemparkan gadis remaja itu kepada pejabat Xi lalu dirinya turun ke jalan raya untuk membawa Tang Hung Chien dan diikuti oleh Liu Shi Shi kepada Pejabat Xi yang cepat mengajak mereka masuk ke dalam rumahnye.


Pejabat Xi memberikan tiga buah kamar tamu di rumahnya untuk digunakan oleh Li Hong Yi, Tang Hung Chien dan Liu Shi Shi. Ia juga memanggil tabib terbaiknya untuk memeriksa kondisi Tang Hung Chien dengan penuh perhatian sekali.


"Racun belatung hitam yang telah di alami oleh temanmu ini dan obatnya adalah bunga seruni hitam di puncak gunung Xi di luar kota ini dan hanya di miliki oleh seorang pria yang bernama Feng Yun yang merupakan penguasa di gunung itu. " kata tabib keluarga pejabat Xi kepada Li Hong Yi.


"Baik, aku akan mencari obat itu sekarang juga. Asalkan Tuan besar Xi memberikan jaminan untuk menjaga temanku di rumahmu ini sampai aku kembali ke sini dengan membawakan bunga seruni hitam untuk temanku. " kata Li Hong Yi nada serius.


"Pasti." jawab Pejabat Xi tegas kepada Li Hong Yi yang mempercayai ucapan dan sikap gagah berani dari Pejabat Xi.


Lalu Li Hong Yi melesat cepat ke arah keluar dari kota awan melambai dengan kecepatan yang luar biasa sehingga ia segera menemukan arah ke gunung Xi.


"Hmm, kau ini sungguh orang baru turun dari gunung ya? " suara seorang pemuda tampan di sisi jalan menuju ke gunung Xi terdengar sangat merendahkannya.


"Mm, kau mencibir ku? " tanya Li Hong Yi nada tersinggung dengan ucapan pemuda tampan di depannya.


"Iya, karena kamu itu seperti orang dungu yang mau saja di tipu oleh Pejabat Xi dengan kamu menyerahkan temanmu begitu saja kepada pria paling busuk hati di kota awan melambai. " jawab pemuda tampan itu dengan seringainya yang sangat sinis kepada Li Hong Yi.

__ADS_1


"Hei, memangnya kamu siapakah sehingga kau berani untuk mengatakan bahwa pejabat Xi itu seorang pria busuk hati dan menipu aku yang belum pernah di kenalnya? " tanya Li Hong Yi nada ketus kepada pemuda tampan itu.


Bersambung!!


__ADS_2