
Tuan Muda Zhao terpaksa harus memberitahu Li Hong Yi tempat tinggal dari Tuan Feng Yun si pemilik pil penawar racun belatung hitam untuk Li Hong Yi bisa menyelidiki dalang dibalik kasus yang nyaris membunuh temannya yaitu Tang Hung Chien.
"Di gubuk sana itu adalah tempat tinggalnya.. " kata Tuan Muda Zhao menggunakan dagunya untuk menunjukkan tempat tinggal Tuan Feng Yun kepada Li Hong Yi
Li Hong Yi melihat sebuah gubuk yang berada di tengah-tengah hamparan rumput yang bunganya berwarna kuning dan tempat tinggal Tuan Feng Yun sangatlah menarik perhatiannya. Maka ia melesat cepat menuju gubuk itu untuk menemui Tuan Feng Yun.
Namun di gubuk itu tak ada seorangpun yang tinggal di sana karena gubuk itu telah terbuka pada pintu dan jendelanya sehingga Li Hong Yi bisa melihat isi dalam gubuk itu tanpa dirinya masuk ke dalam gubuk itu.
"Kenapa tempat tinggal Tuan Feng Yun kosong seperti tidak ada yang tinggal di dalamnya?" tanya Li Hong Yi menengok ke arah Tuan Muda Zhao yang berdiri di dekat Tang Hung Chien dan Liu Shi Shi juga Nona Kelima.
"Entahlah, kemarin aku masih melihatnya ada di rumah ini. " jawab Tuan muda Zhao terlihat jujur kepada Li Hong Yi.
Li Hong Yi menajamkan indera pendengarannya lalu melesat cepat masuk ke rumah gubuk itu dan meninju tanah di lantai gubuk itu hingga hancur berkeping-keping oleh tinjunya.
Bughhh!
Duarr!
Li Hong Yi cepat menarik keluar kepala seorang pria dari dalam tanah lantai gubuk itu dan nafas yang lainnya tercekat melihat kepala pria ini tanpa leher sama sekali.
"Dia telah tewas di mutilasi oleh seseorang yang telah mendatanginya di gubuknya.." kata Tuan muda Zhao kaget sekali melihat Li Hong Yi telah meninju tembok di dekat tempat tidur Tuan Feng Yun hingga jebol.
Bughhh!
Bruakk!
__ADS_1
"Tangannya di tembok dekat tempat tidurnya.. " kata Tang Hung Chien terbelalak menemukan kaki Tuan Feng Yun di dalam kaleng makanan anjing milik Tuan Feng Yun di pintu gubuk itu.
"Seram sekali pembunuhnya itu.. Iihhh ngeriiiii...! " teriak Liu Shi Shi di dekat Li Hong Yi.
"Bau amis darah di sepanjang jalan di pintu di bagian belakang gubuk ini.. " kata Nona Kelima yang menutupi mulut dengan saputangan milik gadis itu sendiri.
Li Hong Yi telah melesat cepat ke arah belakang gunung Xu di ikuti oleh yang lainnya yang berlari mengejarnya menuju ke belakang gunung Xu. Di sana mereka melihat seorang pria bertarung melawan seorang pemuda remaja tampan yang menggunakan pedang di tangan pemuda itu.
Wuttzzz!
"Bong JiMin... Ku bunuh kaauu...! " teriak pemuda itu yang melompat dengan pedang ke arah pria yang bernama Bong JiMin dengan luar biasa cepat sekali.
Bong JiMin mengangkat tangannya lalu menjepit pedang pemuda itu lalu dipelintir dengan satu kali putar saja pedang pemuda itu telah patah di tangan pria ini.
Crangg!
Bong JiMin sudah mengayun kepalan tangannya ke arah kepala pemuda itu namun sebuah tinju dari Li Hong Yi telah menghalanginya lalu Bong JiMin pun terjengkang ke belakang dan di tebas oleh Li Hong Yi gunakan telapak tangan kanan yang di miringkan ke lehernya.
Crakkk!!!
"Wahh, kau sungguh luar biasa hebat sekali bisa menebas Bong JiMin dengan telapak tangan mu saja.. " kata Tuan muda Zhao kaget dan kagum melihat Li Hong Yi telah menebas Bong JiMin begitu saja.
"Dia layak untuk mati mengenaskan karena dia sudah membunuh ayahku bahkan memutilasi ayahku dengan kejam.. " kata Pemuda tampan itu dengan suaranya yang halus di telinga Li Hong Yi.
"Kau putra dari Tuan Feng Yun? " tanya Li Hong Yi dengan nada tajam.
__ADS_1
"Bukan, aku putra mahkota dari Kekaisaran Chen yang asli.. " jawab pemuda itu yang langsung pingsan di tanah.
"Heii.. "
"Angkat dia dan bawa ke gubuk Tuan Feng Yun karena aku ingin menanyakannya setelah dia sadar dari pingsannya. " perintah dari Li Hong Yi kepada Tang Hung Chien yang cepat jalankan perintahnya.
Di dalam gubuk Tuan Feng Yun. Li Hong Yi telah duduk di tepi tempat tidur Tuan Feng Yun untuk memeriksa denyut nadi pemuda tampan yang mengaku sebagai putra mahkota dari Kekaisaran Chen yang berarti adalah kakak ipar nya sendiri.
"Emm, dia mengalami luka pada bagian yang tak bisa ku lihat dan sentuh untuk aku dapat obati dia " kata Li Hong Yi yang menghela napas dalam-dalam usai Ia memeriksa kesehatan pemuda tampan itu.
"Kenapa anda tak bisa melihat dan menyentuh bagian lukanya? Memangnya lukanya berada di mana? " tanya Liu Shi Shi ingin tahu.
"Karena dia seorang wanita bukan seorang pria." Jawab Li Hong Yi yang rupanya telah mengenali pemuda tampan itu adalah seorang wanita dari awal Li Hong Yi melihatnya menghadapi Bong JiMin.
"Ouh, kalau begitu biar hamba saja yang melihat dan menyentuh bagian lukanya, " kata Liu Shi Shi menawarkan jasa untuk membantu Li Hong Yi.
"Bagus sekali..Nona Liu. Silakan kamu melihat dan menyentuh bagian lukanya lalu kamu bisa sampaikan kepada ku bahwa dia mengalami luka apa agar aku bisa memberikan pengobatan yang tepat untuk menyelamatkannya. " kata Li Hong Yi dengan nada lega kepada Liu Shi Shi sembari meninggalkan kamar itu.
Liu Shi Shi membuka pakaian gadis penyamar itu dan melihat lukanya berada di bagian atas kedua dadanya dan belahan bokongnya yang di lihat Liu Shi Shi adalah memar akibat terdorong pukulan telak dari Bong JiMin dan juga terjatuh ke tanah keras di belakang gunung Xu.
"Yang mulia, dia mengalami luka memar saja.. " kata Liu Shi Shi dari balik jendela kamar itu pada Li Hong Yi.
"Ouh, ya sudah kamu oleskan salep yang aku berikan kepada mu melalui lubang jendela ini.. " kata Li Hong Yi menyelipkan botol keramik hijau ke dalam lubang jendela kamar itu yang di ambil oleh Liu Shi Shi dengan cepat.
Liu Shi Shi mengoleskan salep itu ke bagian dari luka di tubuh Nona itu kemudian ia mengerahkan ilmu sinkang miliknya untuk menyadarkan Nona itu dari pingsannya.
__ADS_1
"Nona, jika kamu sudah sadar dari pingsanmu, sebaiknya kamu cepat berganti pakaian yang sesuai dengan jati diri mu agar Tuan Muda kami mempercayaimu dan mungkin saja Beliau akan memberikan pertolongan untukmu. " kata Liu Shi Shi dengan senyuman ramahnya kepada Nona itu yang menganggukkan kepalanya memahami ucapan Liu Shi Shi.
Bersambung!!