Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Desa Tengkorak Merah


__ADS_3

Li Hong Yi dan teman-temannya melewati pintu masuk ke dalam desa tengkorak merah dengan sikap tenang seakan-akan mereka menikmati keindahan alam di desa tersebut sehingga para anggota sekte rusa putih ekor lima yang menjadi warga desa tersebut tidak ada seorangpun yang merasa curiga terhadap mereka.


Mereka berjalan dengan tenang menuju ke arah barat desa tersebut yaitu sebuah rumah makan yang menyajikan makanan dan minuman khas desa tersebut sehingga mereka mendatangi rumah makan tersebut.


"Tuan-tuan dan Nona -nona silakan duduk di tempat duduk di dalam dan silakan menunggu sampai pesanan makanan dan minuman anda sekalian di siapkan oleh kami. " kata salah seorang dari pelayan rumah makan tersebut di samping kursi yang diduduki oleh Li Hong Yi.


"Iya, Tuan. " kata Tang Hung Chien ramah kepada pelayan rumah makan tersebut.


Selagi menunggu makanan dan minuman yang mereka pesan datang ke meja mereka. Li Hong Yi dan teman-temannya memperhatikan setiap pergerakan rakyat di desa tersebut yang rata- rata adalah pasukan khusus yang disiapkan oleh Selir Kelima dari Kaisar Chen untuk melakukan pemberontakan apabila Kaisar Chen tidak bisa memihak kepada selir yang mereka dukung itu.


"Aku sudah mengirimkan pesan kepada Selir Yun di istana Kekaisaran Chen untuk berhati-hati di setiap tindakannya yang akan merugikan kita di pihaknya bila ia tak cerdik dalam melihat situasi di Istana Kekaisaran Chen. " kata seorang pria di tepi jalan raya desa tersebut kepada sekelompok orang teman mereka.


"Iya, aku sudah mengirim orang-orang yang bisa kita percaya untuk membantu wanita muda itu untuk merayu Kaisar Chen agar si tua bangka mau tanah itu bisa di jadikan bonekanya untuk meraih gelar sebagai Permaisuri Agung utama Kekaisaran Chen yang baru. " kata teman-teman orang yang membicarakan tentang keluarga di dalam Istana Kekaisaran Chen di tepi jalan raya desa tengkorak merah.


"Apakah orang-orang yang telah kamu kirimkan ke istana Kekaisaran Chen adalah orang-orang yang pandai melihat situasi di permainan intrik di istana Kekaisaran Chen? " tanya seorang pria lain yang sangat berwibawa di bandingkan yang lainnya kepada pria yang pertama.


"Tentu saja, jika mereka tidak pandai, maka aku akan membunuh mereka dengan tanganku ini. " jawab pria pertama nada menyakinkan kepada pria kelima dari kelompok itu.


Li Hong Yi dan teman-temannya dengan santai menikmati makanan dan minuman yang telah di siapkan oleh pihak rumah makan tersebut di atas meja mereka.


"Hmm, aku tak peduli mereka memihak kepada siapa, karena aku hanya perduli pada kebebasan ku dari Kekaisaran Chen. " batin Li Hong Yi.


Maka Li Hong Yi melemparkan semua makanan di atas meja mereka ke arah luar rumah makan tersebut sehingga para pasukan khusus Selir Kelima dari Kaisar Chen segera menghindari serangan gelapnya itu.


Werrr!


"Kurang ajar! Siapa yang sudah menyerang kami di desa tengkorak merah kami?! " hardik pria pertama yang mengeluarkan pedang dari sarung lalu melompat ke arah rumah makan tersebut usai melihat seorang pemuda remaja tanggung yang sangat tampan sekali telah menyerangnya dengan sejumlah sumpit yang terbang ke arah nya.

__ADS_1


Wirrrr!


Jlebbb!


"Aduhhhh! " pekik pria pertama itu yang kakinya telah tertancap sumpit yang dilemparkan oleh Li Hong Yi kepadanya.


Dan, sebilah pedang entah darimana datangnya telah menebasnya dan melemparkan kepalanya kepada teman-temannya di luar rumah makan tersebut.


"Bocah-bocah laknat yang pantas untuk mati di tangan kami..! " hardik seluruh warga desa tengkorak merah yang melayang ke arah Li Hong Yi dan teman-temannya dengan serentak melalui ujung pedang mereka telah mengarah langsung ke arah Li Hong Yi dan teman-temannya.


Wushhh!


Li Hong Yi dan teman-temannya menangkis tiap serangan-serangan tersebut dengan sejumlah benda-benda yang ada di meja mereka sehingga para pasukan sekte tengkorak merah dengan cara serentak menangkis tiap benda-benda itu dengan tebasan pedang mereka masing-masing.


Crakkkk!


Tetapi Li Hong Yi dan teman-temannya dengan cekatan telah melompati sejumlah meja dan benda-benda lainnya di seluruh rumah makan tersebut dengan melambaikan lengan pakaian mereka masing-masing namun akibatnya terjadi pada setiap pasukan khusus Selir kelima dari Kaisar Chen telah tertancap benda-benda yang di lemparkan oleh Li Hong Yi dan teman- teman nya dengan tangkas.


Cepp!


Ceppp!


"Argghh! " pekik seluruh pasukan tersebut.


Empat orang pria yang merupakan anggota dari keluarga Selir kelima dari Kaisar Chen dengan marah menyerang Li Hong Yi dan teman-teman nya dengan sejumlah pedang yang meliuk-liuk dengan cepatnya.


Wuttttzzz!

__ADS_1


Li Hong Yi dan teman-temannya menggunakan ilmu sinkang mereka masing-masing melalui kedua telapak tangan mereka yang mengarah langsung kepada empat orang tersebut yang langsung menjerit kesakitan karena pedang mereka masing-masing telah menusuk perut dan leher mereka masing-masing.


Bettzz!


Jleb!


Jlebb!


Jlebb!


Jlebb!


Nona Kelima Xi Hua Erl telah merampas sesuatu yang disembunyikan di balik pakaian dalam pria kelima dengan cepat dan diberikannya kepada Li Hong Yi yang cepat menengok kepada gadis itu dengan tatapan bertanya.


"Buku tentang rencana pemberontakan mereka terhadap Kaisar Chen sangat berguna untuk mu bisa memberikannya kepada Kaisar Chen maka kamu bisa mengajukan permohonan bebas dari Kaisar Chen untuk selamanya. " jawab Nona Kelima Xi Hua Erl dengan sabar menjelaskannya kepada Li Hong Yi.


"Ouh.. Aku pasti akan menggunakannya untuk kebebasan ku. " kata Li Hong Yi yang tangannya telah mengambil sejumlah uang di laci kasir di rumah makan tersebut.


"Untuk apa kamu mengambil uang mereka? " tanya Zhao Ling Erl terheran-heran melihat Li Hong Yi sibuk merampok uang seluruh orang di rumah makan tersebut semua orangnya telah menjadi mayat.


"Modal untuk pulang ke rumah ku lah. " jawab Li Hong Yi gembira membayangkan kebebasannya ada di depan matanya.


"Kak Li Hong Yi, kau kan bisa meminta uang dan harta yang banyak kepada Kaisar Chen untuk modal pulang ke rumah mu.. " kata Tang Hung Chien menggelengkan kepalanya melihat Li Hong Yi menatapnya tegas.


"Aku lebih suka mendapatkan modal untuk aku bisa pulang ke rumah ku melalui hasil kerjaku sendiri bukan dari Kaisar Chen yang tentunya dia akan menilai aku sebagai lelaki muda yang tidak becus mencari mendapatkan kebebasanku." kata Li Hong Yi nada muak dengan kehidupan di Kekaisaran Chen.


"Hmm, baiklah Kak Li Hong Yi. " kata teman- temannya yang senantiasa mendukungnya dan mengikutinya meninggalkan desa tengkorak merah.

__ADS_1


"Tang Hung Chien, siapakah mereka yang sudah berdiri di alun-alun desa tengkorak merah yang berada di ujung jalan kita menuju ke pintu keluar dari desa tengkorak merah ini? " tanya Liu Shi Shi kekasih Tang Hung Chien dengan wajah serius sekali.


Bersambung!!


__ADS_2