Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Pintu Desa Tengkorak Merah.


__ADS_3

Li Hong Yi tersenyum bebas merasakan hatinya yang telah terlepas dari beban berat yang telah lama ingin di hempaskannya semenjak ia datang ke Kekaisaran Chen pada usianya masih kecil sekali yaitu usia delapan tahun.


"Apa? Di usia delapan tahun kau sudah menikah dengan seorang Putri dari Kaisar Chen? Astaga ternyata hidup sebagai seorang pangeran tak mudah rupanya.. " kata Nona Kelima Xi Hua Er di kursi kayu depan meja makan dalam kedai teh di desa yang belum lama ini mereka datangi.


"Emm, ya. " kata Li Hong Yi muram.


"Mmm, kenapa kamu yang dipilih oleh Kaisar Chen sebagai suami dari Chen Yi Yi sombong itu? Bukankah di seluruh Kekaisaran Zhao masih banyak pangeran yang lebih baik daripada kamu untuk menjadi suami dari Chen Yi Yi itu? " tanya Tang Hung Chien menatap Liu Shi Shi dengan kekaguman yang jelas memancarkan cahaya cinta seorang pemuda tampan kepada seorang gadis cantik jelita.


"Entahlah, justru aku juga bingung kenapa ayah ku menyingkirkan aku dari Kekaisaran Zhao untuk hidup di Kekaisaran Chen yang asing bagi ku. " jawab Li Hong Yi menghela napas panjang lalu mengambil cawan di meja yang sudah berisi air teh lalu meneguknya sampai habis.


"Setidaknya kamu bisa bertemu dengan aku di sini yang menjadi saudari kerabat jauh mu, Kak Hong Yi. " kata Zhao Ling Er manis untuk hibur pemuda remaja tanggung tampan yang baik hati itu.


"Emm, ya, disini aku juga bertemu dengan Yang Chao Yue -ku. " kata Li Hong Yi termenung.


"Hemm, siapa Yang Chao Yue itu? Kenapa kamu begitu mempedulikannya? " tanya Nona Kelima Xi Hua Er dengan ingin tahu sekali.


"Kekasihku lah, dan aku sudah bersumpah untuk menikah dengannya setelah aku berhasil meraih kemenangan di dalam hidupku. " jawab Li Hong Yi gembira.


"Ahh, secepat itu kau sudah mempunyai kekasih lain tanpa memikirkan kami di depan mu..? " ucap Zhao Ling Er muram dan diberikan tanda setuju dari Nona kelima Xi Hua Er di samping kiri nya.


"Ehh, memangnya kalian berdua itu siapa yang harus aku pikirkan? " tanya Li Hong Yi tanpa ada rasa belas kasihan kepada kedua gadis cantik ini.


"Ihhh, dasar batu es tak perasaan.. " kata Zhao Ling Er sebal.

__ADS_1


"Ugh, parah jawab mu itu sungguh menyakitkan sekali. " kata Nona kelima Xi Hua Er perih.


Di saat yang sama datanglah sekelompok orang bersenjata tombak di tangan mengobrak-abrik kedai teh sampai membuat panik dan takut para pengunjung kedai teh itu.


"Cepat pergi kalian semua dari kedai teh ini..! Atau kami akan membuat kalian seperti satay di ujung tombak kami ini..!" bentak pimpinan dari sekelompok orang itu kepada para pengunjung kedai teh itu yang gemetaran dan lari dengan cepat meninggalkan kedai teh itu kecuali Li Hong Yi dan teman-temannya yang tetap minum air teh dengan sikap tenang sekali.


Pemilik kedai teh itu menggigil ketakutan ketika ia melihat istri dan anaknya di seret keluar dari kedainya dan di ancam akan dibunuh kalau dia tak menyerahkan uang hasil jualannya kepada kelompok orang itu.


"Berhenti kalian..! " bentak Li Hong Yi yang telah melemparkan cawan di tangannya ke arah leher pimpinan kelompok perampok itu sehingga pria pimpinan kelompok perampok itu melakukan satu gerakan menebas dengan tombaknya ke arah cawan untuk melindungi lehernya.


Wuttzz!


Bettzzzz!


"Argggghh! " pekiknya dan roboh di lantai kedai teh dalam keadaan tak bernyawa lagi.


Pasukannya yang melihat hal ini segera gunakan tombak mereka ke arah Li Hong Yi yang hanya menggunakan satu gerakan ringan pada kakinya saja telah membuat tombak tertindih kakinya itu.


"Kurang ajar..! " bentak kelompok perampok itu yang menyerang dengan tinju ke arah Li Hong Yi yang mengangkat kakinya dan menyebabkan tombak melayang ke leher kelompok perampok itu sehingga kepala kelompok perampok itu jatuh ke lantai dengan darah bercucuran dari lubang leher kelompok perampok itu.


Crakk!


Li Hong Yi memerintahkan Tang Hung Chien di dekat pemilik kedai teh untuk bayar minuman mereka lalu mereka meninggalkan kedai teh itu dengan langkah tegap menuju ke dalam desa di depan mereka.

__ADS_1


"Desa tengkorak merah.. " kata Liu Shi Shi di sisi kanan Tang Hung Chien di depan Li Hong Yi dan kedua orang gadis cantik jelita yang mengikuti Li Hong Yi dengan sukarela.


"Iya, kita akan melihat orang-orang yang berada di dalam desa tengkorak merah dari dekat untuk kita basmi supaya dunia ini bersih dari kelompok sesat yang akan merusak jiwa bersih dari rakyat di sekitar. " kata Li Hong Yi nada tegas.


"Ehh, desa tengkorak merah adalah markasnya kepala biro perjalanan Yue pemimpin perampok rakyat di sekitar desa bawah pegunungan Xu. " kata Tang Hung Chien baru sadar dengan apa maksud dari keinginan hati Li Hong Yi untuk datangi desa tersebut.


"Iya, aku ingin memusnahkan mereka semua di desa itu. " jawab Li Hong Yi nada tenang.


"Wah bukankah kita akan mencari masalah baru dengan Kekaisaran Chen? " tanya Zhao Ling Er kaget.


"Ya, aku memang ingin Kaisar Chen marah besar kepada ku lalu memulangkan aku ke Kekaisaran Zhao, maka aku akan bebas dari Kekaisaran Chen untuk selamanya. " jawab Li Hong Yi yang rupanya sudah mempunyai rencana untuk dia bisa pulang ke Kekaisaran Zhao.


"Mmm, justru kamu akan semakin terikat dengan Kekaisaran Chen dengan cara barbar mu itu, Kak Li Hong Yi. " kata Nona kelima Xi Hua Er geleng - geleng kepalanya mendengar rencana Li Hong Yi itu.


"Kenapa kamu bilang justru aku akan semakin terikat dengan Kekaisaran Chen dengan aku ini ingin memusnahkan desa tengkorak merah yang merupakan salah satu dari desanya orang dalam Istana Kekaisaran Chen? " tanya Li Hong Yi nada penasaran sekali.


"Karena desa tengkorak merah adalah desanya musuh dalam selimut di Istana Kekaisaran Chen yang dipimpin oleh keluarga selir kelima belas Kaisar Chen sendiri. " jawab Nona kelima Xi Hua Er yang rupanya mengenal seluk beluk istana Kekaisaran Chen dengan baik sekali.


"Oh, aku tidak akan percaya semua itu sebelum aku bisa melihat buktinya di hadapanku. Intinya aku akan tetap memusnahkan siapapun atau juga kelompok apapun yang mengurung aku di sini. " kata Li Hong Yi nada tegas dan keras.


"Ahh, baiklah, kami hanya bisa membantu kamu sebagai teman-teman seperjuangan kamu, Kak Li Hong Yi. " kata Nona kelima Xi Hua Er dengan sungguh-sungguh kepada Li Hong Yi.


Bersambung!!

__ADS_1


__ADS_2