Pendekar Seruling Naga

Pendekar Seruling Naga
Kota Kecil Bambu Kuning.


__ADS_3

Li Hong Yi tak bisa berdiri diam begitu saja usai melihat sekelompok orang kasar menyerang dua orang pemuda kemayu dan lemah di depan mata sehingga ia segera menyerang sekelompok orang itu dengan ilmu pedang sekte Hoa San Pai yang digunakannya melalui seruling di tangan kanannya.


Plakk!


Plakk!


Tang Hung Chien,Zhao Ling Er, Liu Shi Shi dan Xi Hua Er segera menarik kedua orang pemuda di depan Li Hong Yi untuk melindungi keduanya dari sekelompok orang yang ingin membunuh kedua orang pemuda itu.


"Kalian bertiga lindungi kedua orang pemuda ini di sini, dan Aku akan membantu Tuan Muda Li untuk menghabisi mereka." kata Tang Hung Chien nada serius kepada ketiga orang gadis di dekatnya.


"Ya,Kak Tang..! " sahut ketiga orang gadis cantik itu dengan serentak kepada Tang Hung Chien.


Tang Hung Chien melayang dengan kecepatan tinggi ke arah sekelompok orang yang sedang di hadapi oleh Li Hong Yi dengan seruling di tangan kanan pemuda sangat tampan itu.Dan, Tang Hung Chien melontarkan pukulan telak dengan tepat ke arah kepala-kepala sekelompok orang itu yang langsung pecah oleh serangannya yang menggunakan ilmu sinkang tapak rajawali sakti.


Plakk!


Plakk!


Li Hong Yi menggerakkan seruling di tangannya yang mengeluarkan alunan musik yang merdu namun mematikan sehingga sekelompok orang itu langsung tewas dalam keadaan dada mereka pecah semuanya.


Blaaar!


"Ayo kita harus segera pergi dari sini..!" seru Li Hong Yi kepada para sahabatnya.

__ADS_1


Mereka berkumpul di sebuah kuil kosong yang berada di sudut kota kecil bambu kuning.Disana, Li Hong Yi menanyakan tentang kedua orang pemuda itu dengan tatapan matanya yang penuh selidik.


"Kalian berdua sebaiknya jangan berdusta pada ku yang ingin kalian menceritakan tentang diri kalian dan orang-orang yang mengejar kalian di pintu gerbang ke desa ini." kata Li Hong Yi nada selidik kepada kedua orang pemuda itu.


"Baik, Tuan Muda. Namaku Zhang Fei Fei putri dari jenderal Zhang di Kekaisaran Zhao yang di kirim oleh Permaisuri Agung Wan Chun untuk menyelidiki kasus hilangnya pejabat perwakilan rakyat Kekaisaran Zhao yang dikirim ke kota ini untuk mendapatkan informasi mengenai produk bahan baku ilegal asal Kerajaan Pei, namun Aku dan kawanku telah tertangkap basah oleh para anak buah dari Pejabat Jia penguasa daerah ini yang ternyata bekerjasama dengan pedagang gelap untuk merusak ekosistem perdagangan di kedua wilayah ini dengan wilayah Wu." jawab Nona Zhang Fei Fei yang menceritakan secara keseluruhan mengenai permasalahannya di kota kecil bambu kuning kepada Li Hong Yi.


"Kalau kamu siapakah?" tanya Li Hong Yi dengan senyuman ramah kepada pemuda kemayu yang telah di duga olehnya adalah teman baiknya di Kekaisaran Zhao yang sedang menyamar jadi laki-laki untuk keamanan temannya sendiri.


"Aku Chiu Sing pelayan Nona Zhang Fei Fei, Tuan Muda." jawab Chiu Sing dengan sikap sopan dan hormat kepada Li Hong Yi.


"Oh, baiklah, Aku akan membantu kalian untuk menemukan pejabat Kekaisaran Zhao." kata Li Hong Yi dengan senyuman ramah kepada Zhang Fei Fei dan Chiu Sing.


"Terimakasih atas kebaikan hati, Tuan muda." kata Nona Zhang Fei Fei menjura hormat kepada Li Hong Yi.


Li Hong Yi dan teman-temannya berdiskusi agar mereka dapat menemukan pejabat Kekaisaran Zhao untuk membantu tugas Nona Zhang Fei Fei dari Permaisuri Agung Wan Chun yang tak lain adalah Ibu kandung Li Hong Yi.


"Kita akan mulai dari rumah kediaman Pejabat Jia yang sudah dikenal dengan baik oleh Nona Zhang Fei Fei karena Nona sudah pernah datang ke rumah pejabat itu."kata Li Hong Yi dengan nada ramah kepada Nona Zhang Fei Fei sesudah mereka makan siang bersama berupa daging ayam hutan panggang dan seguci arak yang di siapkan oleh Tang Hung Chien.


"Baik,Tuan Muda." kata Nona Zhang Fei Fei nada lembut kepada Li Hong Yi yang menarik hatinya itu.


Di luar kuil kosong Zhao Ling Er dan Xi Hua Erl membantu Liu Shi Shi membuat rencana untuk menjalankan tugas mereka dari Li Hong Yi pada tengah malam hari nanti.


"Kita memerlukan peta rumah Pejabat Jia untuk kita bisa menemukan jejak Pejabat yang hilang itu." kata Liu Shi Shi menopang dagunya sambil mengamati temannya membuat peta.

__ADS_1


"Peta apa yang sedang kamu buat di tanah,Hua Erl? " tanya Zhao Ling Er mengernyitkan kening halusnya melihat gambar bangunan yang dibuat oleh Xi Hua Erl.


"Peta rumah pejabat Jia." jawab Xi Hua Erl begitu yakin dengan gambar peta yang dibuatnya itu.


"Lalu tanda silang di garis miring itu apa? " tanya Li Hong Yi yang membungkukkan badannya dari belakang Xi Hua Erl untuk ikut melihat temannya menggambarkan rumah pejabat Jia yang sesuai dengan penggambaran dari Nona Zhang Fei Fei dan Chiu Sing.


"Ruang rahasia yang berada di tebing buatan di rumah pejabat Jia, Tuan muda Li." jawab Xi Hua Erl segera dengan sikap sopan kepada Li Hong Yi.


"Nona Zhang,apa benar di rumah pejabat Jia ada Tebing buatan? " tanya Li Hong Yi menoleh ke arah Zhang Fei Fei yang berdiri di samping Tang Hung Chien.


"Ya,benar.Kami sudah mengelilingi tebing buatan namun kami tak pernah memerhatikan tebing itu selama kami berada di sana." jawab Zhang Fei Fei nada sopan.


"Emmm, Aku harus menyelidiki tebing buatan di rumah pejabat Jia pada tengah malam ini."kata Li Hong Yi mengambil ranting dari tangan Xi Hua Erl untuk menulis tempat yang akan didatangi olehnya bersama dengan teman-temannya pada tengah malam hari ini.


"Hmmm, tunggu di bawah tebing buatan seperti ada rumput warna putih pada bunganya yang bentuknya seperti bola salju."kata Tang Hung Chien di sebelah kanan Li Hong Yi menunjukkan adanya sebuah petunjuk kepada Li Hong Yi.


"Hei, kamu benar sekali kawan.Mari kita pelajari dengan saksama gambar rumput itu." kata Li Hong Yi tersenyum senang dengan ketelitian dan kecermatan temannya itu.


Li Hong Yi memerhatikan rumput bunga putih di dekat tebing buatan yang gambarnya telah di perjelas oleh Tang Hung Chien dengan ranting di tangan temannya itu.Ia langsung teringat akan desa di pegunungan Cin tempat awal ia jumpa dengan Hu Yi Tian untuk pertama kalinya.


"Hmm, apakah mereka adalah para serdadu itu? " pikir Li Hong Yi.


"Kita harus mendapatkan rumput bunga putih sebagai petunjuk kita selanjutnya." kata Li Hong Yi mengusap kepala temannya dengan penuh semangat.

__ADS_1


Bersambung!!


__ADS_2