
Sesudah Li Hong Yi menjelaskan bahwa dirinya baik-baik saja kepada gurunya yang memeluk anak itu dengan napas lega terlihatlah bayangan beberapa orang berkelebat dari arah kanan Li Shao Man datang ke arah ruang hampa.
Brrrr!
"Mereka telah datang lagi ke pegunungan Hoa San.. " kata Li Shao Man meraih bungkusan di genggaman tangan Ketua sekte Hoa San Pai di sebelahnya lalu membongkar isinya untuk pria ini bisa mnemukan pakaian yang sesuai dengan postur tubuhnya yang ideal sekali.
Dan, tak lama kemudian tujuh orang pria usia variasi telah berdiri di depan Ketua sekte Hoa San Pai, Li Shao Man dan Li Hong Yi dengan raut muka mereka penasaran kepada Li Hong Yi yang terutama sekali bagi mereka.
"Ketua Zhang, aku ingin bicara dengan muridmu itu, apakah kamu bersedia untuk mengizinkan aku bicara dengan anak itu? " tanya pria pertama yang membawa papan catur di genggamannya.
"Aku juga ingin menanyakan soal yang sangat membuat ku pusing kepada muridmu. " kata pria kedua yang membawa sempoa atau alat untuk berhitung.
"Aku mau tahu bagaimana dia bisa memecahkan misteri kotak pandora yang ku bawa ini. " kata pria ketiga yang menyodorkan kotak berwarna warni kepada Li Hong Yi.
"Aku ingin mencoba untuk memperlihatkan peta dunia ini kepadanya. " kata pria keempat nada serius dan begitu tertarik kepada Li Hong Yi.
"Kalau aku ingin dia menjahit sesuatu untuk ku. " kata pria kelima yang menatap Li Hong Yi.
"Aku ingin dia berendam di air dingin di sungai beku selama empat bulan.. " kata pria ke-enam tersenyum kepada Li Hong Yi.
"Aku ingin dia memanah rajawali di pegunungan tertinggi di wilayah ini.. " kata pria ketujuh yang membawa busur panah yang di sodorkan pada Li Hong Yi.
"Wah, kalian bertujuh rupanya ingin menurunkan semua kepandaian kalian kepada muridku usai dia mengalahkan kalian di setiap tantangan yang kalian ajukan untuknya? " tanya Ketua sekte Hoa San Pai begitu bangga menjadi gurunya Li Hong Yi.
"Benar sekali. " jawab ketujuh orang pria itu.
__ADS_1
"Kalau aku ingin mengajarkannya juga tetapi bukan ilmu silat yang ingin ku ajarkan kepada Li Hong Yi melainkan ilmu pengetahuan tentang wanita dan cara memetik bunga-bunga cinta usai ku melihat betapa rupawan wajahnya dan tubuhnya begitu gagah perkasa sekali di usianya yang masih remaja tanggung dan ku yakin di usianya dewasa nanti dia akan menjadi seorang pria paling tampan dan hebat seluruh dunia ini. " kata Li Shao Man yang lain daripada lainnya.
"Emmm, kau mengajarkan sesuatu yang tidak seharusnya di pelajari olehnya. " kata Ketua sekte Hoa San Pai yang tahu watak aneh dan ajaib sahabatnya itu segera meminta Li Hong Yi untuk tak mendengarkan perkataan Li Shao Man yang kurang pantas untuk mengajarkan seorang anak dengan pelajaran yang tidak sesuai dengan usianya.
"Ei,semua ilmu pengetahuan itu sangat patut di pelajari untuk masa depannya. Aku yakin dia bisa menilai ilmu pengetahuan tergantung pada sikap dan perilaku maupun mentalnya sendiri. " kata Li Shao Man yang menilai sahabatnya ini terlalu kaku dan bersih.
"Di dunia ini baik ataupun buruk, bersih ataupun tidak bersih adalah tergantung orangnya sendiri dan Li Hong Yi seorang yang sangat cerdas dan bijak dalam segala tindakannya yang telah aku lihat dari sikapnya sekarang ini." kata tujuh orang pria itu secara serentak kepada Ketua sekte Hoa San Pai yang akhirnya mengizinkan mereka itu untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan ilmu silat yang mereka miliki kepada Li Hong Yi.
Li Hong Yi mempelajari ilmu pengetahuan dan ilmu silat dari tujuh orang pria itu secara teori maupun praktek langsung dan otaknya yang jenius membuatnya sanggup menyerap semua ilmu dari tujuh orang pria itu.
Giliran Li Shao Man yang mengajarkan ilmu lain daripada lainnya telah tiba yakni Li Hong Yi baca buku kaum wanita dan cara bercinta dengan cara yang di lihat di buku pemberian dari Li Shao Man secara pribadi kepada Li Hong Yi sampai Ketua sekte Hoa San Pai merebut buku itu dan membakarnya.
"Kau ingin merusaknya, ya? " tanya Ketua sekte Hoa San Pai mendelik kepada Li Shao Man yang cengengesan.
"Aku cuma mengajarkan bibit cabai untuknya.. Itu saja, kok. " jawab Li Shao Man yang lari dari Ketua sekte Hoa San Pai yang memukulinya dengan tongkat pusaka Ketua sekte Hoa San Pai sendiri.
Wuttzzz!
Trakkkk!
Trakkk!
Syuttt!
Werrr!
__ADS_1
Gerakan pedang kayu meliuk-liuk dengan setiap kali Li Hong Yi memulai atau memainkan ilmu silat yang berbeda-beda dan menimbulkan suara desing yang memekakkan gendang telinga.
Wushh!
Li Hong Yi menggunakan pedang kayu di tangan kanannya menyerah bayangannya sendiri di air sungai pada suatu hari di ruang hampa lalu ia tak sengaja melihat pecahan cermin di dalam air sungai itu yang menyilaukan.
"Ehhh, pecahan cermin apakah itu? " tanya Li Hong Yi penasaran dengan pecahan cermin di dalam air sungai di depannya itu.
"Hong Yi, benda itu bukanlah pecahan cermin tapi batu-batu kristal dan giok langit dan bumi Pegunungan Hoa San yang dapat membuatmu memiliki tubuh bercahaya dan kemampuan ilmu sinkang mu berkembang pesat dan apabila kau bisa menciptakan senjata yang cocok untukmu dari batu-batu ajaib itu maka senjata mu akan menjadi sebuah senjata yang paling hebat di dunia ini. " kata Li Shao Man yang muncul di atas batu karang di samping kanan Li Hong Yi.
"Paman Li. Benarkah yang kamu katakan itu pada ku mengenai batu-batu ini? " tanya Li Hong Yi menatap lekat -lekat Li Shao Man.
"Iya, benar. Jika kamu tak percaya padaku, ya kau buktikan saja sendiri. " jawab Li Shao Man santai sekali sambil memancing ikan di tepi sungai itu dengan alat pancing kosong tanpa umpan sama sekali.
"Mmm.. Baiklah aku akan mencobanya.. " kata Li Hong Yi mengumpulkan batu-batu itu dengan bajunya sendiri kemudian membawanya ke gua ruang hampa.
Di sanalah, Li Hong Yi merebus batu-batu itu dengan air panas sebelum di tuang ke tungku api untuk membakar melalui ilmu sinkang naga api dari kedua telapak tangannya ke arah tungku api di depannya.
Kemudian, Li Hong Yi memukul batu-batu yang memanjang untuk membuat seruling dengan bentuk naga sesuai dengan keinginan hati dan imajinasinya sendiri.
Anak itu membuat senjatanya sendiri selama sembilan puluh hari hingga ia tak terasa lagi telah bertambah usianya menjadi usia lima belas tahun dengan wajahnya yang semakin tampan dan tubuhnya begitu gagah perkasa sekali.
"Hong Yi, sudah tiba saatnya bagimu untuk kau bisa menerima ilmu sinkang andalan ku untuk bekalmu di perantauan mu di dunia persilatan usai semua ilmu silat telah kamu kuasai dengan sempurna dan memenangkan kompetisi musim panas tahun ini. " kata Ketua sekte Hoa San Pai menemuinya di ruang hampa lalu mengajarinya ilmu silat telapak delapan belas naga, ilmu silat sembilan matahari dan rembulan , ilmu silat awan dan angin lembut, tai chi, dan ilmu silat tendangan halilintar membelah samudera luas.
Semua ilmu silat itu dipelajarinya dengan amat cermat dan cepat sehingga ia berhasil dalam menguasai semua ilmu silat andalan dari Ketua sekte Hoa San Pai.
__ADS_1
Bersambung!!