Pengalaman Tak Terduga

Pengalaman Tak Terduga
Part 12


__ADS_3

Setelah dari kantin sekolah, Clara berjalan kearah taman belakang hanya sekedar untuk minum.


" Apa Clara tidak punya teman ya, dari pagi tadi aku hanya sendiri, ck ck ck... kasihan sekali anak yang malang. " kata Clara yang mengasihani dirinya sendiri yang tidak mempunyai seorang teman pun.


Saat ini Clara hanya memandang taman dan beberapa ingatan Clara asli bermunculan, yang menunjukkan tentang kehidupan Clara sangat... jauh dari kata layak, dan Clara bisa sekolah itu pun karena ikut program pemerintah yang menggratiskan sekolah anak yang kurang mampu.


Meskipun selama ini Clara pintar, tapi karena sering di bully membuat ketakutannya lebih besar, jadi ia tidak bisa berkonsentrasi untuk belajar karena menahan rasa sakit hati dan pisiknya.


Makanya ia jarang bisa menyelesaikan setiap pelajaran yang di kerjakan nya, sehingga semua orang menganggapnya sangat bodoh, dan penampilan dengan rambut kepang dua, dan terus pakai kacamata, di tambah bajunya yang sudah tidak putih lagi, menambah kesan jelek pada diri Clara.


" Huh... Segitu kasihan sekali Clara, terus kenapa aku harus masuk kedalam tubuhnya ini huh..." kata Flo yang beberapa kali membuang nafas beratnya mengingat kehidupan gadis yang bernama Clara ini.


Saat sedang asik melamun tiba - tiba


" Hey cupu, disini kamu rupanya hah... " kata seseorang siapa lagi kalau bukan Risa bersama teman - temannya.

__ADS_1


" Hah... mereka lagi. " kata Clara dalam hati sambil melihat ke arah mereka bertiga yang berjalan kearahnya.


" hey cupu... ngapain tadi Lo ke kantin hah... mau cari perhatian. " kata Risa


" tahu nih... pakai merubah penampilan segala, pasti mau deketin ka Gibran nih... ngaku deh Lo " kata Wina


" Dan ini apa, pakai beli minuman segala, punya uang Lo, dasar gadis miskin pakai sok sok kan sekolah di sini segala... " kata Lia


Mereka bertiga berdiri di hadapan Clara sambil terus menghina Clara, sedangkan Clara hanya diam saja mendengarkan mereka bertiga mengoceh, sambil sesekali memutar bola matanya malas.


" Wah jangan - jangan, selain bodoh dan jelek, mungkin sekarang si cupu ini tuli juga gaes... " kata Wina.


Clara yang mendengar itu masih berusaha diam saja, terserah mereka mau bilang apa.


Saking geramnya Risa melihat Clara hanya diam saja, Risa pun mengangkat tangannya hendak menampar Clara, tapi seketika tangan Risa langsung di tangkap Clara.

__ADS_1


" Sudah ku bilang, jangan pernah menyentuhku, aku tidak perduli kalau kalian mau menghinaku, tapi aku tidak akan tinggal diam lagi kalau kalian akan menyakitiku. " kata Clara dengan tatapan setajam silet, membuat Risa dan kedua temannya langsung membeku di buatnya.


" Minggir... mengganggu saja. " kata Clara lagi yang langsung menghempaskan tangan Risa dan membuat Risa langsung terjatuh ke tanah.


Setelah itu Clara langsung pergi begitu saja menuju kelasnya, meninggalkan tiga orang yang masih terbengong melihat perubahan sikap Clara.


" Kenapa Clara bisa berubah seperti itu... " kata Risa yang masih dalam keterkejutannya.


" Apa ia kerasukan setan penunggu gudang tadi pagi... " kata Wina yang juga masih dalam keterkejutannya.


" Bisa jadi, makanya Clara sekarang berani sama kita... " kata Lia yang juga sangat terkejut melihat Clara yang berani seperti itu.


Mereka bertiga saling pandang, dan baru saja sadar kalau Clara sudah tidak ada lagi di sana.


" Kurang ajar, berani dia pergi begitu saja awas cupu itu nanti... " kata Risa yang langsung di anggukan kedua temannya.

__ADS_1


Sedangkan Clara sudah kembali ke kelasnya, dan duduk sendiri di kursinya, saat Clara duduk santai tiba - tiba ada seseorang mendekatinya.


__ADS_2