Pengalaman Tak Terduga

Pengalaman Tak Terduga
Part 29


__ADS_3

Di sekolahnya juga sekarang Clara sudah tidak di bully lagi oleh geng Risa, kerena Risa dan kedua temannya takut melihat Clara yang sudah berani pada mereka.


Bahkan saat ini Clara menjadi primadona di sekolah, karena kepintaran, kecerdasan dan sudah menjadi pengusaha perkebunan sukses yang ada di desa mereka itu.


Angel begitu bangga berteman dengan Clara, begitu juga dengan Rey dan leo mereka berdua tak kalah senangnya bisa berteman dengan Clara.


Berbeda dengan Gibran, saat ini ia tidak lagi mendekati Clara, karena merasa minder atas kesuksesan Clara saat ini. Gibran merasa tidak pantas dengan Clara, karena ia masih belum apa-apa di bandingkan dengan Clara.


Dan sekarang Gibran juga fokus dengan belajarnya, ia juga ingin sukses terlebih dahulu, agar suatu saat ia juga pantas untuk bersama Clara. Makanya sekarang Gibran tidak mendekati Clara lagi, ia mulai menjaga jarak dengan Clara, dan Clara tidak perduli dengan hal itu, karena dari awal Flo masuk kedalam novel ini, ia bertekad untuk mengubah kehidupan Clara yang sangat menyedihkan menjadi sangat luar biasa, dan sekarang semuanya sudah berhasil.


________________________________

__ADS_1


Saat ini Clara berdiri di depan kebunnya, dan melihat beberapa orang pekerjaannya yang sedang sibuk mengerjakan tugas mereka.


" Terimakasih banyak nak, kamu sudah merubah kehidupan kita menjadi lebih baik sekarang, ibu bahagia sekali, ibu bangga padamu... " kata Bu Rani yang juga berdiri di samping Clara dan juga melihat perkebunan anaknya yang sukses itu.


" Sama - sama Bu, ibu tidak seharusnya berterima kasih pada Clara, sudah kewajiban Clara sebagai anak ibu, untuk membantu ibu untuk mencukupi kebutuhan kita. " kata Clara


" Ini lebih dari cukup nak, bahkan kehidupan kita sekarang sudah jauh lebih baik, kamu sudah merubah segalanya, terimakasih sayang... " kata Bu Rani yang langsung memeluk Clara dengan mata yang berkaca-kaca karena saking bahagianya sekarang dengan kehidupan mereka yang memang sudah sangat jauh lebih baik.


Bahkan makan pun sering kali Bu Rani dan Clara hanya makan dengan garam, karena tidak memiliki uang untuk membeli lauk.


Dan sekarang tidak lagi, rumah mereka sudah menjadi rumah yang paling bagus dan mewah yang ada di desa itu, bahkan makanan pun saat ini Bu Rani dan Clara sudah tidak kekurangan lagi, bahkan berlebihan sampai mereka sedekahkan kepada para pekerja yang bekerja di kebun mereka itu.

__ADS_1


Bu Rani, tidak henti-hentinya mengucapkan syukur dan terimakasih pada sang pencipta, karena memiliki putri semata wayang yang sangat luar biasa itu yang sudah membawa keberuntungan untuk hidupnya.


Sampai dengan begitu lamanya Bu Rani masih memeluk Clara, menuangkan rasa bahagianya atas kesuksesan putrinya itu, yang menjadi kebanggaannya sebagai seorang ibu yang sudah melahirkan dan membesarkan anak semata wayangnya itu.


Clara juga masih setia dalam pelukan sang ibu, ia juga sangat bahagia dan bangga bisa merubah kehidupan mereka yang sudah jauh lebih baik sekarang.


" Flo jauh lebih bahagia Bu, kasih sayang ibu lah yang menjadi tujuan utama Flo karena disini aku bisa merasakan kasih sayang seorang ibu, Flo bahagia sekali bisa berada dalam tubuh Clara ini dan jadi anak ibu, merasakan kasih sayang ibu, Flo sangat menyayangi ibu... " kata Clara dalam hati saking bahagianya, dan tidak terasa air matanya menetes membasahi pipinya saking bahagia berada dalam pelukan sang ibu.


Mereka berdua masih berpelukan, menuangkan rasa bahagia mereka masing-masing, dan saking hangat pelukan sang ibu, membuat Clara memejamkan matanya sampai tertidur di pelukan ibunya itu.


Setelah cukup lama Clara tertidur sambil memeluk ibunya, ia pun bangun dan membuka matanya secara perlahan, dan bertapa terkejutnya ia sesat setelah membuka matanya.

__ADS_1


__ADS_2