
Setelah puas merasakan hangatnya pelukan seorang ibu, akhirnya mereka berdua langsung membersihkan dirinya karena harinya memang sudah sore.
tidak terasa waktu pun berlalu begitu saja melewati masa yang akan menjadi sebuah kenangan.
----------------------------------
Keesokan paginya karena hari ini memang hari Minggu, pagi - pagi sekali Clara bangun untuk berolahraga, tapi bukan olahraga lari pagi seperti kebanyakan lainnya.
Saat ini Clara sedang menyapu halaman, dan langsung menyiapkan keperluannya untuk berkebun.
" Nak, kenapa pagi - pagi sekali kamu bangun, memangnya kamu mau ngapain libur hari ini... ?" tanya Bu Rani.
" Seperti yang Clara rencanakan kemarin Bu, pagi ini Clara langsung berkebun, Clara langsung menanam bibit sayuran nya saja, agar tidak panas. " jawab Clara yang memang sedari dahulu Flo yang menempati tubuh Clara ini adalah seorang pekerja keras, baginya waktu adalah uang. Maka dari itu saat ia merasakan kembali bagaimana rasanya hidup susah, ia tidak akan tinggal diam, ia akan berusaha untuk mengubah keadaan agar menjadi lebih baik.
Melihat semua itu, lagi - lagi Bu Rani di kejutkan dengan perubahan sikap anaknya, yang awalnya sangat pemalas sekali, jangankan bangun pagi untuk bekerja, bangun pagi untuk sarapan saja Clara begitu malas, apalagi hari libur, Clara lebih banyak menghabiskan waktunya untuk tidur dan berada di dalam kamar saja.
__ADS_1
Beda dengan sekarang, itu semua membuat hati Bu Rani kembali bahagia dengan perubahan sifat anak nya, bahkan mata Bu Rani saat ini lagi - lagi berkaca-kaca saking bahagianya.
" Mana bibit sayurannya Bu... ?" tanya Clara
" Ah Iya ini nak bibit - bibi sayuran yang kamu butuhkan. " jawab Bu Rani yang langsung memberikan semua bibit sayuran yang ia miliki pada anaknya itu.
" Nah ini nih yang Clara butuhkan, ya sudah Clara langsung ke pekarangan rumah saja ya Bu, Clara mau langsung menanamnya, mumpung masih sangat pagi, jadi mataharinya tidak terik banget. " kata Clara yang langsung keluar membawa semua bibit sayuran, sedangkan Bu Rani hanya tersenyum mendengar apa yang baru saja anaknya katakan.
Melihat Clara yang sudah keluar rumah,Bu Rani langsung ke dapur untuk membuatkan sarapan untuk mereka berdua.
Bermacam-macam bibit sayuran yang di tanam Clara, dengan bercucuran peluh mengiringi kerja keras Clara dalam mengolah kebunnya.
Hari Minggu waktu libur sekolah di isi Clara dengan berkebun dan bekerja keras, seharian ia lewati hanya untuk bekerja keras.
" Hah... Kalau dalam keadaan sekarang yang sangat susah sekali, butuh kerja keras untuk merubah segalanya, semoga saja aku bisa seperti biasanya tuhan... " gumam Clara saat sudah selesai melakukan pekerjaannya.
__ADS_1
Tidak terasa seharian waktu libur di manfaatkan Clara Bekerja keras, dan sekarang sudah kembali hari Senin, saat ini Clara sudah bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah.
" Sarapan dulu Clara " kata Bu Rani yang membawakan sarapan untuk anaknya yang akan bersekolah.
" Iya Bu " kata Clara yang langsung memakan sarapannya, meskipun hanya nasi dan telur dadar, tapi karena di temani sang ibu sambil tersenyum melihatnya makan, membuat hati Clara sangat bahagia, bahkan makanannya pun terasa nikmat seperti masakan koki restoran saja.
" Bu Clara berangkat sekolah dulu ya " kata Clara yang sudah selesai sarapan.
" Ia sayang, belajar yang rajin ya nak. " kata Bu Rani.
" Iya Bu, Clara pamit dulu assalamualaikum... " pamit Clara sambil mencium tangan sang ibu.
" Walaikum salam nak " sahut Bu Rani yang langsung mencium kening Clara setelah Clara mencium tangannya.
Setelah berpamitan pada ibunya, Clara langsung melangkahkan kakinya menuju ke sekolah, saat di perjalanan menuju ke sekolah tiba - tiba...
__ADS_1