
Sesampainya di party Bella lebih dulu membuat minuman untuk Nando dan Ferry, sedangkan mereka berempat menunggu sambil duduk dan membiarkan Bu bos mereka membuat minuman terlebih dahulu.
" Ya sudah saya duluan ya. " kata Bella setelah selesai membuat minumannya.
" Iya Nyonya, silahkan... " sahut mereka berempat dan langsung di balas senyuman oleh Bella, lalu melangkahkan kakinya meninggalkan party itu.
Sesampainya di depan ruangan, terlebih dahulu Bella mengetuk pintu dengan sebelah tangannya.
" Masuk... " sahutan dari dalam.
Bella langsung masuk lalu membawakan minuman itu untuk Nando dan Ferry.
Nando langsung tersenyum melihat istrinya itu masuk.
" Silahkan di minum dulu tuan - tuan... " kata Bella sambil meletakkan minuman itu.
" Terimakasih istriku... " kata Nando dengan sangat bahagianya, dan langsung di sahut senyuman oleh Bella dengan sangat manisnya.
" Terimakasih Nyonya... " kata Ferry yang sangat tidak enak sudah di buatkan minum oleh Bu bos nya.
Setelah memberikan minum Bella langsung duduk di sofa yang ada di ruangan itu, sedangkan Nando dan Ferry melanjutkan pekerjaan mereka.
__ADS_1
Tidak terasa waktu makan siang pun tiba.
" Kita berangkat sekarang tuan " kata Ferry.
" Iya ayo. " sahut Nando.
" Ayo Bella kita pergi sekarang... " ajak Nando
" yuk " sahut Bella yang langsung bangkit dari tempat duduknya dan langsung berjalan mengiringi suaminya yang berjalan lebih dulu.
Setelah melihat Nando dan Bella keluar, kemudian Ferry langsung menyusul mereka dari belakang. Mereka bertiga langsung berangkat menuju restoran yang sudah di janjikan oleh pihak klien mereka yang tidak lain adalah perusahaan Bella sendiri ketika masih sebagai Florensia.
Setelah sampai di restoran itu, mereka bertiga langsung masuk kedalam, dan di sana sudah ada Hany yang menunggu mereka.
Sedangkan Hany, hanya diam saja dan sedikit merasa heran saat mendapat tatapan aneh dari perempuan yang bersama kliennya itu.
" Maaf kami terlambat Bu Hany... " kata Ferry yang membuka suara lebih dahulu setelah sampai, sedangkan Nando dan Bella hanya diam saja.
" Tidak masalah tuan, saya juga baru sampai, mari silahkan duduk tuan - tuan. " sahut Hany mempersilahkan mereka duduk.
" Maaf Bu Hany, kenapa cuma anda sendiri, mana Bu Florensia biasanya beliau selalu ada... " tanya Nando, karena biasanya Nando langsung berurusan dengan Flo saja untuk masalah pekerjaan.
__ADS_1
Hany yang di tanya seperti itu hanya diam saja, lalu Ferry yang menjelaskan.
" Maaf tuan, saya lupa memberitahukan, kalau Bu Florensia CEO perusahaan FC GRUP ini sudah meninggal seminggu yang lalu, maaf saya baru mengatakannya sekarang. " kata Ferry.
" APA... meninggal kenapa...?" tanya Nando pada Ferry karena begitu sangat terkejut mendengarnya.
" Karena kecelakaan tuan. " jawab Ferry.
" Ya Tuhan, maaf Bu Hany saya sungguh tidak tahu, karena saat itu istri saya baru saja sadar dari koma nya selama enam bulan. Dan saya turut berdukacita untuk itu. " kata Nando.
" HAHH... Terimakasih pak Nando. " kata Hany yang akhirnya bersuara setelah membuang nafas leganya, karena masih merasakan kesedihan atas kehilangan bos sekaligus sahabatnya itu.
" lalu sekarang siapa yang menggantikan posisi CEO di perusahaan itu ferr... Maaf Bu Hany... apakah Bu Hany yang menggantikannya... ?" tanya Nando lagi yang masih dalam keterkejutannya mendengar berita itu.
" Seperti yang anda katakan tuan... " jawab Ferry.
" Benar, meskipun saya yang sekarang menjadi CEO di perusahaan FC GRUP ini, itu semua saya lakukan hanya untuk menjalankan amanah terakhir dari bos saya Florensia. Meskipun begitu, pemilik serta pemimpin perusahaan FC GRUP, tetap lah nama beliau dan akan selamanya menjadi milik beliau, dan saya hanya menjalankannya saja, saya tidak akan merubah segalanya, karena hanya itu kenangan saat dirinya masih ada. " kata Hany, yang sekuat tenaga menahan air matanya agar tidak tumpah, saking kehilangan nya akan sosok yang sangat Hany sayangi selama ini.
" Hah... Bu Florensia sangat beruntung sekali memiliki asisten pribadi seperti anda, dan tidak salah kalau beliau mengamanahkan perusahaannya pada anda. " kata Nando lagi.
Hany hanya tersenyum sedih mendengarnya, dan di dalam hatinya saat ini Hany sedang menangis, karena bertapa malang nya ia yang harus kehilangan sahabat terbaiknya itu.
__ADS_1
Sedangkan Bella hanya mendengarkan saja dari tadi sambil duduk di sebelah Nando, dan diam - diam menatap Hany dan melihat kesedihan yang mendalam dalam sorot mata sahabatnya itu karena kehilangan dirinya.