
Di kantor, saat ini Nando dan Ferry baru saja selesai mengadakan miting dengan dewan direksi di perusahaannya, dan baru saja Nando duduk di kursinya tiba - tiba..
Tring tring tring...
Ponsel Nando berdering.
Nando yang melihat siapa yang menghubunginya pun langsung mengangkat telponnya.
" Ada apa ?" kata Nando setelah mengangkat teleponnya.
" Maaf tuan kami ke colongan, saat kami lengah nyonya Bella langsung di culik seseorang, dan saat ini kami sedang mengejar orang itu. " sahut orang yang berada di sebrang telpon sana.
" APA... Cepat kejar dia, saya tidak mau tahu selamatkan istri saya sekarang, dan beritahu saya kemana orang itu membawa istri saya. " kata Nando yang begitu sangat terkejut mendengar istrinya di culik.
" Baik tuan, saat ini kami masih mengejarnya, saya akan mengirimkan lokasinya sekarang. " kata orang itu yang tidak lain adalah pengawal bayangan yang di tugaskan Nando untuk menjaga Bella.
Setelah mengatakan itu Nando langsung mematikan ponselnya, dan langsung berjalan keluar dengan tergesa - gesah.
" Anda mau kemana tuan?" tanya Ferry yang sangat terkejut melihat Nando seperti sedang terburu-buru.
__ADS_1
" Kita pergi sekarang. " jawab Nando singkat dan tetap berjalan dengan terburu-buru.
Ferry pun mengangguk dan langsung mengikuti langkah Nando, setelah mereka sudah masuk kedalam mobilnya, Ferry mendapatkan pesan dari anak buahnya tentang lokasi keberadaan mereka yang mengikuti para penculik Bella.
Dengan segera Ferry dan Nando langsung menuju ke tempat yang sudah di beritahukan oleh anak buahnya itu.
____________________
Sedangkan di tempat lain, saat ini anak buah Nando dan anak buah penculik itu sedang bertarung di sebuah rumah tua yang sepertinya sudah lama tidak di tempati.
Bukh bukh bukh bukh...
" Kali ini kau benar-benar akan mati perempuan si***n. Hahahaha... " kata penculik itu sambil tertawa mengitari Bella yang sudah terikat di sebuah kursi dan masih tak sadarkan diri.
Byuurr...
Orang itu menumpahkan se ember air ke tubuh Bella...
" Eeeggghh... " gumam Bella yang langsung sadar setelah di guyur air itu.
__ADS_1
" Hahahaha... Bangun kau wanita si*****n, waktu istirahat mu sudah habis, dan sekarang aku akan membuatmu tidak akan bangun lagi dari tidurmu hahaha.... " kata orang itu dengan tertawa kerasnya, dan masih berada di hadapan Bella.
Perlahan Bella membuka matanya, dan langsung terkejut dengan keadaannya, dan bertambah terkejut lagi saat melihat orang yang sedang asik tertawa sambil menyebut namanya.
" Hhhmmm... Jadi kau benar-benar menginginkan ku mati Niko... " kata Bella dengan menatap Niko dengan tajam sambil mengangkat bibirnya tersenyum miring menatap ke arah Niko.
Ya orang yang menculik Bella itu adalah Niko, selingkuhan Bella asli.
" Hahahaha... Ternyata kau sudah bangun sayang, maaf aku membangunkan mu dengan cara menyiram mu dengan air, karena dengan begitu kau bisa cepat bangun, agar bisa melihat dunia untuk yang terakhir kalinya hahaha... " kata Niko sambil berjalan mengitari Bella.
Mendengar itu Bella hanya tersenyum miring, dan masih menatap tajam Niko..
" Wow santai sayang, jangan menatap ku seperti itu, kau tenang saja aku tidak akan memperlambat kematian mu, karena aku sudah tidak sabar membuat mu MATI..." kata Niko dengan membalas tatapan tajam Bella dengan tatapan tajam juga.
" Sekarang aku sudah berada di hadapan mu, silahkan lakukan apapun yang kau inginkan... " kata Bella santai.
" Baiklah sayang, sesuai permintaan mu, tanpa menunggu lama - lama lagi aku akan melakukannya sekarang. " kata Niko.
Niko langsung berjalan mengambil jerigen yang sudah berisi bahan bakar minyak tanah, ia langsung menumpahkan minyak itu ke dalam ruangan, lalu menumpahkan sisa minyaknya ke tubuh Bella.
__ADS_1
" Ucapkan selamat tinggal sayang, selamat tinggal wanita si****l bersiaplah menyusul adik kesayanganku di alam baka. Hahahaha... " kata Niko yang bersiap menyalahkan korek api yang ada di tangannya, sambil tertawa puas.