
Karena yang berada dalam tubuh Clara sekarang adalah Florensia, jadi dengan berat hati Clara duduk di depan ibunya dan mengambil nasi dan garam lalu memakannya.
Bu Rani pun terkejut melihat anaknya yang mau makan, meskipun terkejut tapi Bu Rani juga merasa bahagia anaknya itu tidak marah seperti biasanya, karena kalau marah seperti biasanya, Bu Rani langsung pergi ke warung untuk berhutang telur untuk makan putrinya itu.
Flo pun tahu akan hal itu, karena semua sifat dan kelakuan Clara semuanya muncul di ingatannya.
" Aku tidak akan pernah bersikap seperti mu Clara, aku adalah Flo bukan kamu, jadi aku akan menjalani semua sesuai dengan keinginan ku. " kata Flo dalam hati sambil memakan makanannya dengan lahap nya, walaupun hanya makan dengan garam.
Dan Flo juga ingat, kalau saat ini ia hanya tinggal bersama ibunya saja, sedangkan ayahnya sudah lama meninggal, makanya mereka berdua hidup kekurangan, karena memang hanya Bu Rani yang bekerja banting tulang untuk mencukupi kebutuhan ia dan anaknya.
" Bagaimana dengan sekolah mu hari ini nak...?" tanya Bu Rani pada anak semata wayangnya itu di sela makannya.
__ADS_1
" Ya begitulah Bu, seperti biasa saja. " jawab Clara.
" ya Tuhan mana sehat makan seperti ini terus, aku harus melakukan sesuatu untuk ku dan ibu, ibu, Clara janji akan sukses supaya kita tidak merasakan seperti ini lagi. " kata Clara dalam hati sambil sambil memakan makanannya dan juga sambil menatap ibunya yang sedang memakan makanannya.
Setelah selesai makan, Clara berjalan ke depan rumah, sedangkan ibunya sedang bersiap dan akan berangkat.
" nak ibu ke kebun belakang dulu ya, untuk mencari ubi agar bisa di tukar dengan beras. " pamit Bu Rani pada anaknya.
" Clara ikut Bu, tunggu sebentar Clara siap - siap dulu. " kata Clara yang langsung masuk ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya yang sedikit jelek.
" Ada apa dengan anak itu, biasa di suruh ke dapur saja tidak mau, ini malah mau ikut ke kebun aneh sekali... " kata Bu Rani yang berdiri di depan rumah sambil menunggu Clara bersiap.
__ADS_1
" Ayo Bu kita berangkat " ajak Clara dengan sangat antusias nya ikut dengan ibunya ke kebun belakang rumahnya untuk mencari ubi.
" Ii... iya ayo " sahut Bu Rani yang sangat heran tidak biasanya anaknya seperti itu.
Mereka berdua langsung pergi ke belakang rumah untuk mencari ubi, biasanya Bu Rani hanya sendiri mencari ubi jadi hanya dapat sedikit, tapi sekarang ia bersama Clara, dan Clara Juga membantu mencabut serta menanam kembali ubi nya, sehingga tidak butuh waktu lama mereka sudah banyak mendapatkan ubi untuk di jual ke pasar.
" Alhamdulillah hari ini kita banyak sekali dapat ubi nya nak, terimakasih sudah membantu ibu. " kata Bu Rani yang kelihatan sangat senang sekali karena sudah di bantu oleh anaknya itu.
" ia Bu Alhamdulillah, banyak sekali dapat ubi nya, nanti Clara bantu ibu jual ubi nya ke pasar ya. " kata Clara dengan sangat antusias nya.
" Iya nak, terimakasih ya sayang. " kata ibu sambil menitikkan air mata saking bahagianya mendapatkan bantuan dari putrinya itu.
__ADS_1
Bu Rani begitu sangat bahagia, sekarang anaknya sudah berubah, tidak malas lagi, tidak sering marah lagi.
" Terimakasih ya Allah " kata Bu Rani mengucap syukur dalam hati Sambil sesekali melihat ke arah Clara yang sibuk mengumpulkan ubi - ubi dan membuatnya ke dalam karung.