
Seketika Risa menjambak rambut Clara tapi karena Clara saat ini sudah peka dengan keadaan, Clara langsung memegang tangan Risa.
" Mau apa kamu hah... " kata Clara sambil memegang tangan Risa.
" Aw... lepaskan Clara. " kata Risa menahan sakit karena cengkraman Clara yang begitu kuat.
" Enak saja setelah kamu mau menjambak ku, kau pikir aku akan melepaskan mu dengan mudah, bukankah sudah ku peringatkan kalian, jangan pernah menyentuhku dengan tangan kotor kalian ini, rupanya yang ku katakan tidak kau dengarkan hmmm... Rasakan ini hmmmm, hmmm... " kata Clara yang langsung memelintir tangan Risa.
" AW AW AW sakit Clara... " jerit Risa.
Wina dan Lia langsung bingung dan kesal, mereka tidak tahu harus melakukan apa.
Sedangkan Angel, Gibran, Rey dan leo masih membiarkan saja Clara melakukannya, biar Risa kapok dan tidak menggangu Clara lagi, jadi mereka berempat kembali melanjutkan makannya, tanpa memperdulikan jeritan Risa yang kesakitan.
Berbeda dengan para siswa yang juga berada di kantin itu, mereka langsung menghentikan makanan mereka karena melihat Clara yang lagi - lagi melawan saat Risa dan teman - temannya akan membully nya.
" AW AW shiitthh... lepas Clara... shiiiith... " jerit Risa.
Buukkhh...
__ADS_1
Clara melepaskan cengkeramannya dan langsung menjatuhkan Risa ke lantai.
" Rasakan itu... Kalian pikir aku akan diam saja saat kalian mau membully ku hah, TIDAK... Mulai sekarang aku tidak akan tinggal diam lagi, kalau kalian menyakiti ku. Dan ingat... kalau kalian masih mau menyakitiku, sebaiknya pikirkan lagi, karena setelah ini, kalau masih terjadi aku tidak akan melepaskan kalian..." kata Clara dengan menatap mereka bertiga terutama pada Risa dengan tatapan tajam dan kata yang mengancam.
Gleg
Wina di Lia hampir tidak bisa menelan ludah mereka saat mendengar ancaman dan tatapan tajam dari Clara.
Sedangkan Risa sudah gemetar saat ini, karena sudah merasakan sakit karena di plintir, lalu mendapat peringatan dan juga tatapan tajam dari Clara.
" Cepat pergi dari sini, kalau tidak ku patahkan tangan kalian... " kata Clara lagi yang kembali menakuti mereka bertiga.
" Ayo Ris, kita pergi dari sini... " kata Wina yang memapah Risa di bagian kanan.
" Iya Ris, ayo kita obati di UKS... " kata Lia juga yang memapah Risa di bagian kiri.
Risa pun mengangguk mengiyakan apa yang di katakan oleh kedua temannya itu.
Mereka bertiga langsung pergi dari sana, sedangkan Clara kembali melanjutkan makannya bersama dengan yang lainnya.
__ADS_1
" Kamu ko bisa sekuat itu sekarang clar ?" tanya Rey yang sudah menyelesaikan lebih dulu makanannya.
" Benar... Sejak kapan kamu berani melawan mereka bertiga, biasanya kamu akan diam saja saat mereka membulyy mu...?" tanya leo juga setelah menyelesaikan makanannya.
" Sejak mereka terus membully ku, aku sudah tidak tahan lagi karena terus di bully, jadi aku mencoba memberanikan diri melawan mereka. " jawab Clara bohong.
" Bagus Clara, jangan diam lagi kalau mereka mau membully mu, lawan saja mereka biar tahu rasa... " kata Angel yang juga sudah selesai dengan makanannya.
Rey dan leo mengangguk membenarkan apa yang di katakan Angel, sedangkan Gibran hanya diam saja sambil tersenyum menatap Clara.
" Bagus Clara, aku semakin suka dan sangat tertarik dengan perubahan mu sekarang. " kata Gibran dalam hati sambil tersenyum ke arah Clara.
Leo dan Rey saling pandang, dan menggerakkan alis mereka sambil tersenyum miring menatap Gibran yang terus memperhatikan Clara.
Sedangkan Clara pura - pura tidak tahu saja, kalau saat ini ia di perhatikan oleh Gibran si ketos tampan itu.
Begitu juga dengan Angel, ia juga pura - pura tidak melihat, tapi di bawah kakinya menyenggol - nyenggol kaki Clara dan mendapat pelototan dari Clara.
" Hahahaha... Clara - Clara pura - pura tidak tahu dia... hahahaha... " Dalam hati Angel tertawa puas karena sudah menggoda temannya ini.
__ADS_1