Pengalaman Tak Terduga

Pengalaman Tak Terduga
part 20


__ADS_3

Setelah cukup jauh mereka berjalan meninggalkan sekolah, akhirnya Angel sampai lebih dulu.


" Dah Clara, mau mampir dulu... " kata Angel.


" Lain kali saja Gel, dah... " sahut clara yang langsung di anggukan oleh Angel.


Setelah Angel masuk ke pekarangan rumahnya, clara melanjutkan perjalanannya menuju rumahnya sendiri, dan tidak jauh dari rumah angel akhirnya clara sampai di rumahnya juga dan langsung masuk ke rumahnya.


Tanpa clara sadari beberapa orang yang dari tadi memperhatikan clara juga mengikuti clara sampai ke depan rumah Clara, dan setelah melihat Clara masuk kedalam rumahnya, baru mereka juga langsung pergi dari sana.


" Untuk apa sih kita ngikutin clara segala... " kata orang itu siapa lagi kalau bukan Gibran dan teman - temannya yang sedari tadi memperhatikan dan juga mengikuti clara dari belakang.


" Tahu nih Gibran, ngapain sih pakai ngikutin dia segala... " tanya leo yang juga sama bingungnya dengan Rey.


" Aku yang ngikutin dia, kenapa kalian jadi ikutan ngikutin clara juga. " kata Gibran yang memang sedari tadi sudah mengikuti clara.


" Yeee... kita mah ngikutin kamu, kamu tu yang ngapain pake ngikutin clara segala. " kata Rey lagi yang bingung dengan teman mereka yang satu ini.

__ADS_1


" Aku cuma ingin tahu rumahnya saja, ya sudah yu pulang... " kata Gibran lagi yang langsung melangkah lebih dulu meninggalkan kedua temannya itu.


" Yeee... ga jelas banget sih dia... " kata Rey yang lagi - lagi di buat bingung oleh kelakuan Gibran yang tidak seperti biasanya.


" Tau nih, dasar ga jelas banget... " kata leo juga yang sama seperti Rey.


Mereka berdua juga langsung berjalan pulang menyusul Gibran yang lebih dulu melangkahkan kakinya.


Sedangkan Clara kini baru selesai mengganti pakaiannya, dan langsung menuju pekarangan sebelah rumahnya, yang tidak ada tanamannya sama sekali, yang ada hanya rerumputan saja di pekarangan itu.


Seperti yang dikatakan Clara pada ibunya tadi malam, saat ini ia langsung membersihkan pekarangan itu. Sedangkan ibunya masih belum pulang dari pasar, dan masih berada di pasar untuk menjual ubi seperti biasanya.


" Kenapa aku bisa masuk kedalam novel seperti ini sih, dan bagaimana caranya aku kembali... " kata Clara lagi yang hampir selesai membersihkan pekarangan itu.


Sambil memikirkan semuanya, dan sambil mengerjakan semuanya juga, tidak terasa pekerjaan yang Clara lakukan pun selesai.


" Hah... akhirnya selesai juga, besok lagi saja ku tanam bibit - bibit sayuran, hari ini cukup sampai di sini saja dulu. " kata Clara yang duduk beristirahat di depan rumahnya sambil menyapu keringat yang membasahi wajahnya.

__ADS_1


Tidak lama Clara beristirahat.


" Assalamualaikum, eh anak ibu ko di luar ngapain nak... " tanya Bu Rani yang baru saja tiba dari pasar.


" Walaikum salam, ibu sudah pulang. Clara baru selesai membersihkan pekarangan rumah Bu, biar bisa di tanami sayuran. " jawab Clara sambil mencium tangan ibunya yang baru pulang dari pasar itu.


" Jadi kamu beneran ingin menanam sayuran nak... " tanya Bu Rani memastikan lagi.


" Iya Bu, Clara mau berkebun, Clara mau bantu ibu untuk memenuhi kebutuhan kita " jawab Clara dengan sangat yakinnya dengan apa yang sudah ia kehendaki .


Mendengar itu, mata Bu Rani langsung berkaca - kaca, saking bahagianya mendengar yang barusan anaknya katakan.


" Sayang, anak ibu sudah berubah sekarang, sudah tidak malas lagi, sudah mau memikirkan ibu dan juga kebutuhan kita, ibu sangat bahagia sekali sayang, tapi ingat ya jangan terlalu capek, dan tetap pokus dengan sekolah kamu, soal kebutuhan kita ibu masih sanggup bekerja nak. " kata Bu Rani yang langsung memeluk anak semata wayangnya itu.


" Iya Bu, Clara hanya bantu semampu Clara saja... " kata Clara yang berada dalam pelukan ibunya.


" Begini kah rasanya memiliki ibu, hangat sekali pelukan seorang ibu yang tidak pernah ku rasakan di dunia nyata sebelumnya, kalau begini terus, aku mau berada di dunia halu ini saja terus, agar bisa terus merasakan kehangatan kasih sayang ibu. " kata Clara dalam hati, sambil masih memeluk ibunya itu.

__ADS_1


Clara kembali merasakan pengalaman yang sangat berharga dalam hidupnya, yaitu merasakan memiliki seorang ibu, yang di kehidupan nyata Florensia hanyalah seorang yatim piatu yang sedari kecil berada di panti asuhan, dan ketika dewasa baru mulai bekerja dan akhirnya memiliki perusahaan sendiri dan menjadi CEO di sana.


__ADS_2