
Setelah selesai mengumpulkan semua ubi, Clara dan ibunya langsung pergi ke pasar untuk menjual ubi, dan tidak butuh waktu lama, ubi yang mereka bawa habis terjual, dan langsung di tukar Bu Rani dengan beras dan ikan juga sayuran.
" Alhamdulillah nak, hari ini kita bisa makan pakai lauk, terimakasih sayang sudah bantu ibu. " kata Bu Rani berkaca-kaca saking bahagianya.
" Sama - sama Bu, ya sudah yu kita pulang. " sahut Clara dan langsung di anggukan ibunya.
Mereka berdua langsung pulang kerumah mereka, dan bertepatan dengan itu, hari pun sudah sore.
" Bersih - bersih dulu nak, habis itu bantu ibu masak ya... " kata Bu Rani setelah meletakkan keperluan dapurnya.
" Iya Bu, ya sudah Clara bersih - bersih dulu. " kata Clara yang langsung di anggukan oleh Bu Rani.
Tidak terasa malam pun tiba, dan sekarang ibu dan anak itu lagi makan malam bersama, tidak ada percakapan saat mereka lagi makan, sampai selesai makan, baru mereka berdua duduk di ruang tamu hanya berpenerangan lampu yang menggunakan minyak tanah saja.
" Bu, ladang di sebelah rumah itu punya siapa, ko tidak ada tanamannya... ?" tanya Clara yang sangat penasaran dengan ladang kosong di sebelah rumahnya itu.
__ADS_1
" Oh itu milik kita nak, memangnya kenapa dengan ladang itu... ?" tanya Bu Rani balik.
" Kalau begitu Clara bersihkan besok ya Bu, oh ya ibu punya bibit sayur... ?" tanya Clara lagi yang seperti memiliki segudang ide yang akan ia gunakan untuk mencukupi kebutuhan dirinya dan ibunya.
" Iya terserah kamu saja, kalau soal bibit, kayanya ibu memiliki beberapa macam bibit sayuran, kalau kamu mau menanamnya ambil saja tu di dapur ibu menyimpan bibitnya. " kata Bu Rani pada anaknya.
" Wah pas Bu, besok Clara mau mencoba berkebun " kata Clara dengan semangatnya.
Melihat Clara seperti bersemangat membuat hati Bu Rani sangat bahagia, meskipun di dalam hatinya masih ragu dengan apa yang di katakan oleh sang putri, tapi ia in saja kata Bu Rani dalam hati sambil geleng-geleng kepala dan tersenyum pada anak semata wayangnya itu.
" Iya Bu, yu kita tidur. " kata Clara
Mereka berdua langsung beristirahat di kamar masing-masing, dengan tempat tidur seadanya Clara mencoba memejamkan matanya melewati malam, berharap besok pagi, menjadi awal hari yang lebih baik lagi.
Ke esokan paginya, Clara bangun pagi-pagi sekali.
__ADS_1
" Eeeggghh... Sudah pagi rupanya. " kata Clara yang baru bangun tidur dan langsung membersihkan dirinya, setelah selesai ia langsung ke dapur untuk membantu ibunya membuat sarapan.
" Pagi Bu, ibu lagi ngapain... ?" tanya Clara yang baru tiba di dapur.
" Pagi, eh anak ibu sudah bangun, ibu lagi bikin nasi goreng, nih sudah masak, ayo sarapan sayang, habis itu sekolah ya biar pintar. " kata Bu Rani, yang sangat terkejut melihat anaknya sudah bangun, biasanya di bangunkan dulu baru Clara bangun.
" Iya Bu. " kata Clara yang langsung sarapan bersama ibunya, setelah selesai sarapan ia langsung bersiap untuk pergi ke sekolah.
" Clara pergi ke sekolah dulu ya Bu, assalamualaikum... " pamit Clara sambil mencium tangan ibunya.
" Iya sayang, yang rajin ya belajarnya, walaikum salam... " sahut Bu Rani, yang kembali berkaca - kaca matanya karena terharu akan sikap anaknya pagi ini.
Karena tidak biasanya Clara seperti itu, biasanya Clara langsung pergi gitu saja ke sekolah, jangankan pamit, perginya saja biasanya Clara tidak bilang sama ibunya. Tapi sekarang semuanya berbeda, dan itu membuat hati wanita paruh baya yang sudah melahirkan dan membesarkan Clara sangat tersentuh dan terharu karena baru pertama kalinya putrinya bersikap sangat sopan seperti itu terhadapnya.
" Iya Bu... " kata Clara sambil tersenyum pada ibunya dan langsung pergi menuju ke sekolahnya.
__ADS_1
Sesampainya di sekolah, semua mata memandang Clara dengan tatapan heran, karena penampilan Clara hari ini sangat jauh berbeda tidak seperti biasanya.